
Sebuah Papan reklame besar sudah terpasang di atas sebuah gedung sekolah yang megah. Di tambah dengan spanduk dan umbul-umbul, karena hari ini adalah open house untuk sekolah 'Mercy School' Sekolah Nasional tapi bertaraf internasional dengan pendidikan utama Budi pekerti.
Lika sudah menyelesaikan kata sambutannya, kini dia berjalan mengitari tenda besar yang berdiri di lapangan sekolah itu, ribuan pasang mata menatapnya dengan kagum, seorang pendiri sekolah yang berjiwa mengabdi dan memberikan motto "Melayani dengan Hati" membuat para orang tua murid mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di 'Mercy School'.
Lika menarik diri dari riuh dan ramainya orang-orang yang menonton pagelaran seni yang di adakan di sekolah ini, dia mencari sosok Bella, yang entah mengapa sangat sulit untuk di temui.
"Pak Alan....apakah kau melihat Miss Bella?" Tanya Lika saat melihat Alan sedang memberikan pengarahan kepada beberapa orang tua murid yang ingin tour mengelilingi sekolah.
"Maaf Bu...aku belum bertemu dengannya sejak pagi...karena kita sibuk juga dengan acara ini..." Jawab Alan yang memang kelihatan sangat sibuk, kini Alan menjabat sebagai ketua dewan guru di Mercy School.
"Aduuh...Miss Bella ini....bikin pusing saja..." Keluh Lika yang kemudian berjalan meninggalkan tempat itu.
Ddrrrt....drrrrt.....drrrrt....
Suara ponsel Lika bergetar di dalam tasnya, kemudian dia merogoh dan mengambil ponselnya, Ricky sudah meneleponnya, ada beberapa panggilan tak terjawab dari Ricky.
"Halo Pa...aku baru selesai..." Lika menelepon sambil melanjutkan langkahnya.
"Kau lama sekali...ini Given sudah menangis kelaparan...aku tunggu di mobil..." Kata Ricky.
"Baik Pa..." Sahut Lika sambil menutup teleponnya.
Tak berapa lama kemudian Lika sudah sampai di parkiran, lalu dia segera masuk ke dalam mobil. Given nampak sedang rewel. Buru-buru dia mengambil Given dari gendongan Ricky lalu mulai menyusuinya.
"Cup cup cup...sayang ibu kenapa menangis? Haus ya sayang....maafin ibu ya...ibu lama ya...tadi ibu ngobrol dulu....Given sudah lapar rupanya....makanya cepat besar ya sayang....cepat bisa makan nasi...biar Papa bisa suapin Given..." Ucap Lika. Given menatap wajah ibunya sambil menyusu, sesekali bayi itu bergumam dan tersenyum seolah-olah sedang merespon perkataan ibunya.
"Kau sudah selesai kan urusan di sini? Aku mau tidur...punggungku pegal hampir seharian ini menggendong Given...bahkan aku tak sempat datang ke proyek..." Kata Ricky sambil membaringkan posisi jok mobilnya.
"Maaf deh Pa...nanti di rumah aku pijitin...plus plus deh...lagi pula jarang kan ada acara open house seperti ini..." Jawab Lika.
"Iya...iya...bagaimana? Apa kau sudah bertemu Bella?" Tanya Ricky.
"Belum Pa...entah di mana itu orang...rasanya aku sangat ingin memecatnya...kalau bukan karena aku menghargainya sebagai sesama rekan guru dulu..."
Baru selesai Lika bicara, dari arah gerbang masuk sebuah mobil yang langsung terparkir di depan gerbang, karena parkiran di dalam penuh.
Dari dalam mobil sudah muncul Bella yang berjalan ke arah lobby dengan tergesa-gesa.
"Pa...itu lihat...Miss Bella batu datang...terlambat sekali dia..niat tidak sih jadi guru..." Sungut Lika.
__ADS_1
"Sudah, kau susui Given saja dulu...nanti baru kau urus lagi Bella..." Sahut Ricky.
"Pa...Given kalau menyusu lama...aku samperin saja lah Miss Bella..." Sergah Lika yang cemas kalau Bella hilang lagi.
"Apa kau mau pamer susumu? Tidak...lebih baik kehilangan jejak Bella dari pada kau keluar sambil menyusui Given..." Kilah Ricky.
"Iih Papa jadi jutek begitu sejak Nando tidak ada...siapa juga yang mau keluar sambil menyusui??"
Akhirnya setelah hampir setengah jam, Given terlihat mulai tertidur. Kemudian Lika dan Ricky segera keluar dari mobilnya dan kembali masuk ke sekolah Mercy School.
Bella nampak sedang duduk manis di ruang guru, matanya menatap layar komputer, kelihatan sedang mengerjakan sesuatu.
"Met siang Miss Bella...sedang mengerjakan apa?" Tanya Lika yang sudah muncul di hadapan Bella, wanita itu terkejut melihat kedatangan Lika dan Ricky.
"Eh...Bu Lika...ehm...maaf tadi aku terlambat...." Jawab Bella gugup.
"Aku tidak punya waktu banyak Miss...aku cuma mau menanyakan hal yang kemarin...mengenai alamat yang di Jakarta...kau tau itu alamat siapa??"
"Nggg....tidak tau...!" Sahut Bella.
"Kau bohong Miss...kau tidak mungkin kabur kalau kau tidak tau....oya, satu hal lagi....apa kau tau di mana keberadaan Mbak Sarah?" Tanya Lika lagi. Bella menghentikan aktifitasnya.
"Karena kau satu-satunya sepupunya yang aku tau..." Jawab Lika.
"Aku tidak tau...kau cari tau saja sendiri..." Ujar Bella cuek.
"Miss Bella...please...kalau kau tau informasi, beritahukan padaku...kau tau kini Nando tidak lagi bersamaku? Dia sudah bersama Martin....ayah kandungnya..." Jelas Lika.
Bella terkesiap mendengar nama Martin, dia langsung mematikan komputernya dan menatap Lika dengan tajam.
"Benarkah? Martin mengambil Nando dari kalian?" Tanya Bella.
"Oooo.....jadi kau juga mengenal Pak Martin? Baguslah....aku tak perlu repot-repot lagi menjelaskannya..." Ujar Lika.
Untuk beberapa saat lamanya Bella terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Martin itu jahat Bu Lika....dia meninggalkan Mbak Sarah dalam keadaan terpuruk...mengapa kau mengijinkan Nando untuk tinggal bersamanya??" Tanya Bella.
"Sekarang dia sudah berubah...dia menyesali perbuatannya...bahkan kini dia mencari Sarah dan Nando anaknya...untuk menebus semua kesalahannya di masa lampau..." Jelas Lika.
__ADS_1
"Lalu... apa keperluan mu mencari kembali Mbak Sarah? Bukankah kalian sudah hidup tenang dan bahagia?"
"Kami mencari Mbak Sarah untuk Pak Martin dan Nando...hanya itu..." Ucap Lika. Bella kembali terdiam. Ricky yang sejak tadi duduk di pojok ruangan sambil menggendong Given, kini beringsut mendekati mereka.
"Bu Lika...mungkin sudah saatnya aku menceritakan semua kebenaran ini pada kalian...aku juga sudah capek...hidup dalam kebohongan seperti ini..." Kata Bella sambil menarik nafas panjang.
"Kebohongan?? Apa maksudmu Miss??" Tanya Lika.
"Bu Lika...aku tidak bisa menceritakan semuanya di sini...ini ruang guru...aku mengundang kalian datang ke apartemenku di dekat sini....alamat ada dalam CV ku...nanti ku kirim kembali alamatnya lewat ponsel...." Jelas Bella.
"Tapi kau tidak berusaha untuk kabur lagi kan??" Tanya Lika.
"Untuk kali ini tidak...aku sudah menyerah...lagi pula aku sudah mendapatkan apa yang ku impikan selama ini..." Gumam Bella.
"Memangnya apa yang Miss Bella impikan selama ini?!"
"Mendapat kan cinta pak Alan...." Ucap Bella.
Lika dan Ricky saling berpandangan.
"Oh...jadi kapan kami bisa datang ke apartemen Miss Bella??" Tanya Lika.
"Nanti sore saja...lebih cepat lebih baik...supaya aku juga bisa terlepas dari beban ini..." Ungkap Bella.
"Baiklah Miss...ku pegang kata-katamu...nanti sore tunggu kami di apartemen mu..." Kata Lika.
"Baik...tapi jangan membawa bayimu..."
"Kenapa?!" Tanya Ricky.
"Karena aku akan iri...aku juga ingin seperti kalian....menikah dan punya anak..." Ucap Bella dengan mata menerawang.
"Kalau untuk urusan itu kau jangan kuatir...aku bisa meyakinkan Pak Alan agar cepat melamarmu...kau tenang saja Miss..." Jawab Lika sambil tersenyum.
"Baiklah...kalau sudah selesai lebih baik kita pulang sayang....badanku sudah pegal semua minta di pijit...jangan lupa pakai plus plus..." Cetus Ricky.
"Ssst....tutup mulutmu...!!" Seru Lika sambil menarik tangan Ricky keluar dari ruang guru itu.
***********
__ADS_1