Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Polisi Datang


__ADS_3

Lika masuk ke dalam lobby rumah sakit, udara sejuk menyapu tubuh dan wajahnya yang letih. Di sana sudah menunggu Nenek, adik dan anak-anaknya.


"Ibuuu...." Kezia dan Nando menghambur ke pelukannya.


"Ibu kemana saja sih...kok pergi gak bilang-bilang??" Cetus Nando.


"Ibu ke Jakarta ada urusan sayang, tapi sekarang urusannya sudah selesai..." Sahut Lika sambil menghempaskan tubuhnya ke kursi tunggu.


"Kau lupa kalau perutmu sudah sebesar itu??" Tanya Nenek. Matanya melotot kelihatan agak marah.


"Maaf Nek...tadi mendadak sekali...tapi tenang....sudah beres kok..." Jawab Lika.


"Huh...kakak bikin orang panik saja...!" Sungut Lia.


"Terus saja semua memarahiku...sudahlah...aku mau keatas lihat suamiku dulu...ayo siapa yang mau ikut...." Kata Lika yang segera bangun dan berjalan menuju keatas. Mereka semua mengikutinya.


Ricky masih terbaring dengan mbok Narti yang ada di sampingnya. Lika perlahan mendekatinya dan mengusap kepala Ricky dengan lembut sambil duduk di sisi pembaringannya.


"Pa...proyekmu di Jakarta sudah berhasil, sebentar lagi lahan itu akan di bangun apartemen seperti yang kau inginkan...kau senang kan...makanya Papa cepat bangun...ayo bangun Pa..." Lika mulai memeluk Ricky.


"Mbak Lika istirahat dulu..." Kata Mbok Narti sambil menepuk lembut bahu Lika.


"Sudah Lika...malam ini kau tidur di hotel saja...toh suamimu juga tidak bangun malam ini kan..." Cetus Nenek.


"Iya kak...jangan keras kepala..." Tambah Lia.


"Iya buu...." Seru anak-anak. Lika menoleh memandang mereka.


"Tapi..."


"Jangan kuatir mbak Lika...pak Ricky biar mbok Narti yang jaga...mbok senang kok tidur di sofa itu, lebih empuk dari pada tempat tidur mbok Narti di kampung..." Kata Mbok Narti. Mau tidak mau akhirnya Lika menyerah juga, di tambah lagi dengan kondisi perutnya yang akhir-akhir ini sering mengalami keram.


"Oke...oke....aku akan ikut kalian tidur di hotel malam ini...puas??" Semua yang ada di ruangan itu tersenyum senang.


Akhirnya malam ini Lika tidur di hotel bersama dengan Nenek, Lia dan kedua anaknya.

__ADS_1


"Aku tidur sama ibu ya..." Kata Nando.


"Aku juga mau lho..." Kezia tak mau kalah.


"Hei...kalian berdua bisa tidur dengan ibu...sini..." Lika menepuk-nepuk tempat kosong di sebelahnya. Kezia dan Nando saling berebutan tidur di sebelah Lika.


"Yah...apa kau tidak sempit tidur satu ranjang bertiga...ini juga anak-anak kenapa tidak tidur di tempat masing-masing??" Gerutu Nenek.


"Sudahlah Nek...yang penting bisa tidur....aku mengantuk sekali...good night semua....hhhoooaaammm...." Lika langsung memejamkan matanya.


Pagi itu Lika sudah terlebih dahulu bangun dari tidurnya. Dia cepat mandi dan bersiap akan kerumah sakit, seolah Ricky sudah menunggunya di sana.


"Selamat pagi Bu Lika...ini ada titipan sarapan untuk ibu dan yang menjaga di dalam...." Sapa seorang suster di depan ruang Ricky di rawat.


"Oh...dari orang tak dikenal itu lagi ya...lain kali tanya namanya Sus...siapa tau saya kenal..." Sahut Lika.


"Sudah Bu...tapi dia tidak mau jawab...malah langsung pergi...tapi makanannya kan aman Bu...jadi buat apa curiga..." Ujar Suster itu.


"Iya juga sih..."


Tiba-tiba dari arah lorong, muncul dua orang polisi berseragam lengkap menghampiri mereka.


"Eh...pak polisi....ada apa ya cari suami saya...suami saya sedang koma sekarang, dia belum bisa bicara..." Sahut Lika langsung. Polisi itu menoleh kearah Lika.


"Oh...jadi anda istrinya?"


"Iya..."


"Begini Bu...kami mau menjelaskan, setelah diselidiki, ternyata kecelakaan tunggal yang dialami oleh Pak Ricky, disebabkan oleh rem yang blong, mobilnya sampai saat ini masih di bengkel, tapi kata mekanik mobil yang memperbaiki, blong nya rem karena faktor kesengajaan...." Jelas Polisi itu.


"Maksud bapak...ada yang sengaja mau mencelakai suami saya??" Tanya Lika.


"Betul Bu...dan kebetulan juga kami sudah menangkap pelakunya, karena secara tidak sengaja, sang pelaku meninggalkan tanda bukti di TKP...." Jelasnya lagi.


"Ya Tuhan....apa salah suami saya sampai ada yang tega mencelakainya..."

__ADS_1


"Sekarang pelaku telah di tangkap di polres Semarang, kalau ibu mau ibu bisa menemuinya...siapa tau ibu mengenalnya..."


"Memangnya dia itu siapa sih pak..."


"Pelaku itu adalah seorang mantan narapidana yang baru keluar dari penjara beberapa bulan lalu....untuk lebih jelasnya ibu ikut kami saja ke kantor, untuk memudahkan penyelidikan kami mengenai motif pelaku...."


"Hmm....tapi nanti bapak antar saya lagi kesini ya...saya kan lagi hamil besar pak...masa saya pulang sendiri..."


"Tenang saja Bu...kami siap mengantar ibu kembali dengan selamat...."


"Oke...ayo jalan..." Seru Lika yang langsung jalan menuju ke bawah, dia lupa belum sempat masuk keruangan Ricky, di hatinya sangat ingin tau, siapa pelaku yang sudah meneror keluarganya selama ini.


Sesampainya mereka di parkiran, mobil polisi dengan sirine lengkap dengan lampu sudah menunggunya. Lika terperangah melihat dua mobil yang berjejer di hadapannya.


"Ini saya ikut bapak naik mobil ini?" Tanya Lika sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Iya Bu benar..."


"Pak....nanti orang lihat dikira saya penjahat lagi...saya kan malu...apalagi saya guru lho...nanti kalau murid saya lihat bagaimana? Apalagi saya sedang hamil begini...memang tidak ada mobil yang lain??" Tanya Lika lagi.


"Tidak ada Bu...mobil polisi ya memang seperti ini...bagaimana Bu??"


"Hmm...ya sudahlah...." Kata Lika sambil menutup wajahnya dengan tas, kemudian langsung naik ke mobil itu. Dua orang polisi yang melihatnya hanya senyum-senyum.


Ternyata kantor polisi cukup jauh dari rumah sakit, Lika mengelus perutnya yang sudah sangat buncit, ada gerakan-gerakan yang sejak tadi dia rasakan.


'Maafin Ibu ya Dek....kemarin kita jalan-jalan ke Jakarta....sekarang kita main ke kantor polisi...banyak sekali pengalamanmu sayang....anak ibu yang kuat ya...doain Papa cepet sadar dan sembuh...biar bisa gendong Dedek kalau sudah lahir nanti..." Gumam Lika dalam hati.


"Ibu komat-kamit sama siapa?" Tanya seorang polisi yang mengamati Lika dari kaca spion.


"Ini saya lagi ngobrol dengan bayi saya Pak...memangnya Bapak belum punya istri ya..." Kata Lika.


"Hehe...saya baru mau menikah bulan ini Bu....doain ya lancar....saya berharap waktu istri saya hamil nanti dia seperti ibu, yang tetap lincah dan sering mengajak bayinya berkomunikasi...." Jelas Polisi itu.


"Oalaa....jadi pak polisi ini masih jomblo tho....hehe...Maaf ya pak...soalnya tampangnya tua...eh...maaf saya jujur..." Ujar Lika sambil menutup mulutnya dengan tangannya. Polisi itu hanya tersenyum menanggapinya.

__ADS_1


"Haha....ibu lucu juga...saya memang sudah tua Bu...saya baru ketemu jodoh, jadi telat nikah deh..." Pengakuan jujur keluar dari mulut polisi itu dengan wajah memerah.


*************


__ADS_2