
"Kak...ini tolong di cek daftar undangannya, nanti sore aku mau bagikan ke saudara dan kerabat...untuk Pak Ricky aku sudah kirim kilat undangan kosong..." Kata Lia siang itu sambil mengecek kertas di hadapannya.
"Kau atur sajalah Lia...siang ini aku mau kontrol ke rumah baru, sekalian membawa beberapa barang yang bisa dibawa...kita harus sudah pindah dalam Minggu ini..." Sahut Lika sambil menyisir rambutnya.
"Aku ikut kak...aku ingin lihat penampakan calon rumah kita..." Ujar Lia.
"Terserah...kalo mau ikut ayo sekarang...jangan lama-lama...oya, 5 menit lagi mobilnya datang lho..."
"Kakak sewa mobil?" Tanya Lia.
"Iya...Pak Ricky yang suruh...ada supirnya juga kok..." Jawab Lika.
"Beruntungnya kakak...calon suaminya perhatian banget..." Gumam Lia. Tak lama sebuah mobil mini bus berhenti di depan rumah mereka.
"Ayo Lia...tolong angkat beberapa barang ini ke mobil...jangan lupa pamit sama Nenek..."
Kemudian Lika dan Lia menaiki mobil menuju ke lokasi rumah baru mereka, rencana dalam 3 hari ini semua barang sudah harus dipindahkan, dan mereka bisa langsung menempati rumah itu.
Sesampainya di lokasi, Lika tersenyum melihat rumah barunya yang sudah hampir rampung, beberapa pekerja sedang mengecat bagian luar, sementara bagian dalam sudah rapi sempurna.
Dari dalam rumah itu, muncul seseorang yang berjalan menghampiri Lika dan Lia. Wajah Lika pias melihat siapa orang yang datang itu.
"Bayu...!" Pekik Lika tertahan.
"Hei...kau ada di kota ini juga? Bagaimana dunia ini jadi sempit begini...aku ada proyek di sini kau ada di sini...apakah kau mau membeli perumahan di sini? Maaf ini bukan rumah contoh...ini rumah atasanku yang sebentar lagi akan menikah...kalau kau tertarik untuk ambil rumah disini...ini ku kasih brosur nya..." Seloroh Bayu sambil mengulurkan sebuah brosur.
Lika dan Lia saling berpandangan, rupanya Bayu tidak tau kalau rumah ini juga adalah milik Lika yang akan menikah dengan Ricky.
"Siapa atasanmu?" Tanya Lia sambil menahan emosi. Lika memegang tangan Lia untuk menenangkannya.
"Atasanku adalah pemilik proyek ini, developer besar se Indonesia...bukankah kau sudah tau, waktu di Bandung kan kita pernah bertemu, kau menitip kunci rumah itu kan...kunci rumah Pak Ricky..." Ujar Bayu dengan percaya dirinya.
__ADS_1
"Bayu...aku tidak mau berurusan lagi denganmu, sekarang minggirlah aku mau masuk...!" Seru Lika.
"Kan aku sudah bilang ini bukan rumah contoh...kalo mau lihat di brosur saja...rumah contoh belum di bangun, karena rumah ini mau di pakai atasanku...Lika...setelah aku pikir...aku menyesal dengan keputusanku dulu...aku mau kita ngobrol sebentar...selama ini kau sangat jutek padaku..." Kata Bayu sambil berjalan mendekat ke arah Lika.
"Tunggu!" Seru Lia. Bayu menghentikan langkahnya.
"Aku tau dulu kau mantan tunangan kakakku...tapi bukan berarti kau bisa bersikap seenaknya..." Lanjut Lia, matanya sudah merah menahan emosi.
"Apa maksudmu? Ini urusanku dengan kakakmu..." Ujar Bayu.
"Apa kau pernah tanya dengan atasanmu...dengan siapa dia akan menikah? Dengar baik-baik, Pak Ricky akan menikah dengan kakakku!" Seru Lia.
"Kau jangan bercanda anak kecil!, tidak mungkin Pak Ricky seorang developer ternama mau menikah dengan seorang guru...!" Cetus Bayu.
"Itu benar Bayu...aku memang yang akan menikah dengan Pak Ricky...jadi ku mohon, jangan ganggu aku lagi...aku tidak masalah kau bekerja dengan calon suamiku itu, tapi hentikan usahamu untuk mendekatiku lagi!" Ucap Lika dengan mata yang menyorot tajam.
"Kau bohong! Mana buktinya?!" Tanya Bayu dengan senyum mengejek.
"Halo sayang...!"
"Halo...aku sudah di depan rumah baru sekarang..."
"Wah...apa kalian sudah mulai pindah...kalau repot beri tau aku ya...nanti kusuruh pekerjaku dan tangan kananku untuk membantumu...aku sedang mengurus surat rumah atas namamu..."
"Siapa tangan kananmu?" Tanya Lika.
"Oh...dia Pak Bayu, biasa mengurusi proyekku...kau temuilah dia, katakan kau calon istriku...dia pasti akan senang hati membantumu..." Ucap Ricky.
"Tidak...aku sudah bertemu dia, sudah ya...aku mau masuk dulu..."
"Hei...tunggu...I Love You...ayo cium aku sekarang..." Sergah Ricky.
__ADS_1
"Jangan Sekarang sayang...situasi sedang panas.." Kemudian Lika mematikan ponselnya. Wajah Bayu terlihat sangat pucat.
"Ja...jadi...rumah ini milikmu?" Tanya Bayu gugup.
"Ya...secepatnya kami akan pindah kemari, ini barang-barang juga sudah aku bawa sebagian...kalau kau tidak dapat membantu, lebih baik kau pergi saja...aku mau minta tolong pekerja itu untuk mengangkat barang-barang ku..." Ucap Lika sambil melangkah melewati Bayu yang masih terlihat shock. Bayu diam seribu bahasa memandang Lika dan Lia dengan santainya memasuki rumah itu.
"Wah...kakak hebat! Dia langsung ciut sekarang...!" Puji Lia.
"Dia benar-benar mantan terburuk dalam sejarah hidupku!" Ketus Lika dengan napas tersengal-sengal menahan kesal.
Lia berjalan berkeliling rumah besar itu, tak henti-hentinya mulutnya berdecak kagum, rumah dua lantai dengan luas 400 meter, memiliki kolam renang dan 6 kamar tidur, sepertinya memang sudah di desain untuk keluarga besar, tadinya rumah itu hanya memiliki 4 kamar tidur, tapi entah mengapa sekarang sudah ada tambahan kamar lagi.
Ada sekitar 10 orang yang bekerja merenovasi rumah itu jadi lebih elegan dan mewah, sekarang rumah itu sudah siap huni, sudah ada berbagai furniture yang melengkapi rumah itu, seperti sofa, kitchen set, kulkas besar, meja makan, tempat tidur dan lemari di masing-masing kamar.
"Wow...pak Ricky benar-benar hebat kak...menyesal dulu aku pernah meremehkan dia...sekarang bahkan aku ikut merasakan tinggal di rumah ini.." Celoteh Lia.
"Pak Ricky itu memang sederhana orangnya...aku juga baru tau kalau dia punya banyak proyek yang tersebar hampir di seluruh pulau Indonesia..pantesan dulu dia sering ke luar kota....sampai anak-anaknya terpaksa di tinggal di rumah..." Tambah Lika.
"Kak...kalau aku menikah dengan Leo...apakah aku akan tinggal disini juga?" Tanya Lia. Spontan Lika melotot ke arah adiknya itu.
"Hush...pikirkan dulu kuliahmu...capai cita-citamu, baru setelah itu kau bebas melabuhkan hatimu..." Ujar Lika.
"Iya kak...aku kan cuma bercanda...lagi pula...aku tidak terlalu dalam menyukai Leo, hanya ingin merasakan punya pacar saja..." Jawab Lia sambil menyandarkan punggungnya di sofa empuk.
"Baguslah...jangan sampai kau mengalami seperti yang ku alami dulu...putus dalam pertunangan...hanya karena masalah profesi..." Ungkap Lika sambil menatap langit-langit rumah yang tinggi.
**************
Haaii Readers....Author akan Up di setiap hari jam malam ya....
Jangan lupa dukung dengan Like, vote, rate and comment...
__ADS_1
Trimakasih....🙏🤗❤️