Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Ungkapan Perasaan


__ADS_3

Lika menatap tajam kearah pria dihadapannya, seolah dari sorot matanya ada sebuah pertanyaan besar yang sulit untuk diungkapkan. Ricky yang berdiri dihadapannya hanya diam mematung sambil menatap dalam Lika, masih menyimpan rasa heran dengan kedatangan gadis itu.


"Eh...ada Bu Lika...kak Kezia! lihat siapa yang datang...!" Seru Nando tiba-tiba dari dalam rumah. Lia kemudian segera mendekati anak laki-laki itu.


"Nando...yuk ajak Tante kedalam main sama kakakmu...Nando punya mainan apa...ayo kasih tau Tante..." Ajak Lia seolah menghindari pembicaraan Ricky dan Lia.


"O iya...aku baru dibelikan mainan baru sama papa...yuk kita kedalam ajak kak Kezia..." Kata Nando sambil menarik tangan Lia masuk.


Sementara Lika yang masih berdiri, tetap tak beranjak dari tempatnya, perlahan Ricky mendekatinya, tangannya memegang kedua bahu Lika.


"Ada apa Bu guru...kesalahan apa yang telah aku perbuat padamu...." Tanya Ricky lembut.


"Apa maksud pak Ricky membayar rumah ku? Apa aku terlihat begitu miskinnya sehingga timbul belas kasihmu terhadap keluargaku??" Ucap Lika dengan suara bergetar.


"Oh...masalah itu...kita kan bisa membicarakan itu baik-baik..." Sahut Ricky.


"Pak Ricky meremehkan ku? Apa masalah ini begitu sepele menurutmu?!" Pekik Lika. Ricky mundur perlahan.


"Maafkan aku Bu guru...aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggungmu...aku benar-benar tulus membayar rumah itu..." Jawab Ricky.


"Apa semuanya bisa diukur dengan uang pak...setelah bapak membayarnya, bapak bisa menguasaiku seenaknya...aku juga punya perasaan pak..." Ucap Lika, matanya mulai berkaca-kaca.


"Maaf Bu...aku betul-betul minta maaf padamu...aku sadar kita belum memiliki ikatan apapun...tak seharusnya aku bertindak seolah-olah kamu sudah jadi milikku...maafkan aku..." Ungkap Ricky dengan wajah menunduk penuh penyesalan. Lika maju mendekati Ricky dan menggenggam tangan itu.


"Aku juga minta maaf pak...aku hanya bingung bagaimana bersikap terhadapmu..." Ujar Lika. Kemudian Ricky segera menarik Lika dalam pelukannya.


"Bu guru...aku mencintaimu...tulus dari lubuk hati yang paling dalam...ijinkan aku mengambilmu untuk menemani disisa hidupku ini...aku hanya ingin bersamamu dan anak-anak..." Ricky tak dapat lagi membendung perasaannya. Dengan erat dia tetap memeluk Lika dalam dekapannya.


"Aku takut pak...aku takut...apalagi mengingat teror itu...aku belum siap...terlebih sekarang aku berhutang padamu mengenai rumah itu...aku harus bagaimana??" Tangis Lika pecah didalam pelukan Ricky.

__ADS_1


"Jangan takut Bu guru...hanya berikan saja hatimu padaku itu sudah cukup...setelah itu kita akan hadapi segala masalah bersama-sama...aku dan mamanya anak-anak sudah resmi bercerai, walaupun dia mama kandung dari anak-anak, aku sudah tak memiliki perasaan apapun terhadapnya..."


"Iya pak...aku percaya padamu..."


"Jadi...bersediakah kau menjadi istriku Bu guru Lika?" Tanya Ricky sambil menatap dalam mata Lika. Lika mengangkat wajahnya dan dengan perlahan dia Menganggukan kepalanya.


"Trimakasih Bu guru...aku mencintaimu...!" Seru Ricky kegirangan.


"Hmmm....kalo begitu aku pamit saja pak...kasihan Lia sudah menunggu...besok dia ada ujian..." Sejurus kemudian Lika masuk kedalam dan memanggil Lia.


"Yah...kok Bu Lika buru-buru sih...kan kita belum main..." Rajuk Kezia. Lika membelai rambut gadis kecil itu.


"Tenang sayang...kan besok kita ketemu lagi disekolah...ibu pulang ya...kasihan Tante Lia mau ujian..." Hibur Lika.


"Janji ya Bu.. " Sambung Nando sambil menyodorkan kelingkingnya. Lika mengangguk kemudian menempelkan kelingkingnya ke jari Nando.


Pada saat Lika mulai menjalankan motornya keluar dari garasi rumah Ricky, dirinya kembali menangkap sesosok di sebrang jalan, sama seperti kemarin yang ada dirumahnya, seseorang dengan memakai jaket dan topi, tidak jelas jenis kelaminnya. Lika buru-buru menancap gas motornya membuat Lika sedikit terkejut.


"Siapa kak?"


"Yang kemarin ada di depan rumah kita, ayo kita kejar dia..." Lika mengarahkan motornya kesebrang jalan tempat sosok itu berada.


Namun sesampainya di sebrang jalan, sosok itu telah menghilang entah kemana. Lika kembali memarkirkan motornya didepan sebuah minimarket, Rumah Ricky masih nampak dari minimarket.


"Kemana perginya orang itu..." Gumam Lika.


"Sudah deh kak..aku haus...yuk masuk dulu ke minimarket itu...ngadem..." Ajak Lia sambil menarik tangan Lika.


Setelah mereka berada di dalam minimarket tersebut, hawa sejuk segera menyapu tubuh mereka, Lia langsung menuju show case mengambil sebotol minuman dingin.

__ADS_1


Lika membututinya dari belakang, baru saja dia akan mengambil minuman dingin, dari arah toilet keluar seseorang yang sangat familiar bagi Lika.


"Miss Bella!" panggil Lika. Ternyata Bella yang baru keluar dari toilet, agak terkejut dia melihat Lika.


"Oh..Bu...Bu Lika..." Jawab Bella gugup.


"Miss Bella jauh amat belanja disini? Bukankah rumah Miss Bella jauh dari sini..." Tanya Lika keheranan.


"Aku ada janji sama teman... Bu Lika juga ngapain ada di tempat ini?" Bella balik bertanya.


"Aku ada urusan di sini..." Sahut Lika.


"Oh...baik...aku keluar duluan ya Bu..." Kata Bella buru-buru sambil bergegas meninggalkan Lika yang masih berdiri.


Bella langsung membuka pintu keluar, kemudian menghilang begitu saja. Lika terheran-heran melihatnya karena ternyata Bella tidak membeli apapun di mini market ini.


"Kak Lika!" Lika terperanjat mendengar panggilan Lia.


"Eh...Lia...udah ambil minumannya?" Tanya Lika.


"Tadi kakak ngomong sama siapa sih?"


"Itu Miss Bella, guru bahasa Inggris di sekolah..."


"Oh...kok aneh ya sikapnya mencurigakan, biasanya sesama guru kalo ketemu ya ngobrol lama...ini malah seperti orang yang menghindar..." Jelas Lia sambil meneguk minumannya.


"Iya, aku juga curiga...tadi dia terburu-buru sekali keluar dari toilet, padahal dia tidak membeli apapun di tempat ini...apalagi setelah ku sapa...dia seperti melihat hantu...padahal disekolah dia yang paling sinis sama aku..." Ungkap Lika.


"Ya udah kita pulang saja kak...aku mau belajar..."

__ADS_1


"Oh iya...kamu besok kan ada ujian...yuk bayar dulu..." Kemudian mereka berdua membayar minuman di kasir kemudian segera pergi meninggalkan minimarket itu.


*************


__ADS_2