Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Kejadian di Rumah


__ADS_3

Setelah mengantar Lika kesekolah untuk mengundurkan diri, Ricky segera melajukan mobilnya kembali menuju ke rumahnya.


"Kita mau makan dulu nggak sayang?" Tanya Ricky.


"Memangnya kau lapar Pa...?"


"Ya nggak sih...tadi kan kita sudah sarapan...tapi nih mumpung kita lagi berdua...biasanya kan kita makan bareng-bareng sama keluarga..." Jelas Ricky.


"Perutku agak mual Pa...aku lagi nggak nafsu makan nih...langsung pulang aja yuk..." Ajak Lika sambil mengelus lembut perutnya.


"Hmm....ya sudah...mampir dulu yuk ke supermarket...beli buah sama susu hamil...biar dedek sehat..." Tawar Ricky.


"Kalau beli susu dan buah sih boleh deh...aku juga lagi pengen makan buah..." Jawab Lika. Ricky segera mengarahkan mobilnya menuju ke supermarket besar di kota itu.


Tidak sampai sepuluh menit mereka sudah berada di supermarket, sepanjang jalan Ricky selalu menggandeng tangan Lika. Seolah tak mau dilepaskan lagi.


Dengan antusias Lika mengambil beberapa jenis buah-buahan, dia juga mengambil susu dengan beraneka rasa, karena ini kehamilan pertama, Lika sangat semangat mencoba semua hal yang baru baginya.


"Papa...ini tidak terlalu banyak kan aku belinya?" Tanya Lika.


"Ya tidak lah...ini kan untuk keperluanmu...yang penting ibu dan dedeknya sehat...ayo beli untuk stok sebulan...pokoknya apapun yang kau perlukan...aku akan berusaha memenuhinya sayang...kau kan tau...di dalam hati ini hanya ada kamu seorang...satu-satunya...tidak ada yang lain..." Ricky mulai menggombal.


"Mulai deh...sudah ah...yuk cepat bayar ke kasir...aku ingin cepat sampai di rumah.." Sergah Lika sambil mencubit lembut dagu Ricky.


"Ah...aku senang sekali istriku mulai agresif..." Bisik Ricky sambil merangkul bahu Lika, kemudian mereka segera menuju ke kasir untuk membayar belanjaan mereka.


Setelah mereka berbelanja keperluan kehamilan Lika, mereka segera melesat kembali kerumah, waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, sudah waktunya makan siang.


Setelah mereka tiba di rumah, suasana rumah nampak sepi, Ricky dan Lika masuk, mereka tidak menjumpai siapapun di dalam rumah itu.


"Nek...Nenek!!" Panggil Lika. Tidak ada jawaban.


"Sri...Sri...!!" Juga tidak ada jawaban. Lika mulai panik.

__ADS_1


"Papa...Nenek kemana ya?" Tanya Lika.


"Entahlah...kan dari tadi aku bersamamu...coba kau cek kamarnya..." Sahut Ricky. Lika segera bergegas masuk ke kamar Nenek yang tidak terkunci. Kamar itu dalam keadaan kosong. Lika terus mencari ke setiap sudut ruangan rumahnya, wajahnya mulai terlihat kuatir. Ricky juga mencari ke luar rumah, namun tidak ada yang tau keberadaan Nenek.


"Lika sayang...kau carilah di daerah kamar Nenek, di dapur atau di taman, aku akan menelepon polisi..." Kata Ricky.


"Jangan Pa...ini kan belum 24 jam...lebih baik kau mencari ke taman belakang tempat biasa Nenek jalan pagi...aku nanti coba telepon Lia..." Sergah Lika.


Ricky segera melesat keluar rumah menuju taman belakang komplek perumahan itu. Namun baru sampai pintu depan tiba-tiba Lika sudah berteriak histeris.


"Papa....!!! Nenek...!!" Teriak Lika dari arah kamar mandi. Ricky langsung berlari mendapati Lika di kamar mandi di dalam kamar Nenek.


Di lantai kamar mandi, Nenek nampak tergeletak pingsan. Ricky segera memeriksa denyut nadi Nenek.


"Ini denyut nadinya lemah....sayang...bantu aku bukakan pintu mobil...kita akan membawa Nenek kerumah sakit..." Tanpa menunggu Lika segera mematuhi Ricky untuk membuka pintu mobilnya.


Ricky meletakan Nenek di Jok tengah, Lika memangku kepala Nenek, dengan kecepatan tinggi Ricky melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


Setelah sampai di rumah sakit, Nenek segera di bawa ke ruang UGD. Ricky dan Lika menunggu di luar ruangan, dokter sedang memeriksa kondisi Nenek. Lika mulai menangis cemas.


"Tenanglah sayang, yakinlah Nenek tidak akan apa-apa..." Hibur Ricky.


"Pa...kenapa Nenek bisa jatuh? Selama ini Nenek selalu hati-hati kalau melakukan apapun..." Sahut Lika. Kepalanya dia sandarkan di bahu Ricky. Ricky mengusap lembut rambut Lika.


"Nanti aku akan cari tau penyebabnya sayang...Sri...dimana dia? Aku juga tidak melihatnya dari tadi..." Sentak Ricky yang tiba-tiba teringat Sri.


"Oh Iya Pa ..aku lupa menanyakan nomor ponselnya...padahal aku kemarin baru melihat dia menelepon seseorang...sejak awal aku memang sudah curiga dengan Sri...dia seperti punya maksud tertentu..." Ucap Lika sambil mengusap matanya yang basah.


"Tenang sayang...sekarang kita fokus saja ke Nenek...hmm...sebentar lagi Kezia dan Nando pulang sekolah...bagaimana ya..." Ricky nampak berpikir.


"Pa..tolong kau jemput anak-anak lebih cepat...aku mengkhawatirkan mereka...biar aku yang akan menunggu Nenek di sini..." Kata Lika.


"Tapi sayang...kau sendirian bagaimana? Dedek bagaimana?" Tanya Ricky kuatir.

__ADS_1


"Papa...aku kan sudah dewasa...jangan berlebihan terhadapku...nanti aku akan telepon Lia...biar dia langsung kesini...sekarang pergilah kau jemput anak-anak..." Pinta Lika.


"Masa aku meninggalkanmu sendirian?"


"Papa...please...aku bukan anak kecil yang setiap saat harus kau awasi...aku bisa menjaga diriku sendiri...pergilah...sebentar lagi Kezia dan Nando pulang sekolah...jangan sekali-kali kau meninggalkan mereka..." Ucap Lika sambil menatap dalam wajah Ricky. Tiba-tiba dokter sudah keluar dari ruang UGD, Ricky dan Lika segera berdiri menghampiri dokter itu.


"Bagaimana kondisi Nenek saya dokter?" Tanya Lika.


"Nenek belum sadar, dia ada riwayat struk...jadi kemungkinan Nenek kalian akan mengalami struk lagi...tapi berat atau ringan belum bisa di prediksi...tunggu dia sadar dulu, bersabarlah...semoga struknya tidak parah..." Jawab Dokter. Lika kembali menangis.


"Apakah saya bisa masuk untuk melihatnya dokter?" Tanya Lika lagi.


"Boleh saja...tapi pasien belum sadar, dan harap jangan menyentuh tubuhnya...karena kami sedang observasi..." Jelas dokter.


"Baik dokter..." Sahut Lika. Di melirik ke arah Ricky yang masih berdiri di sebelahnya.


"Kenapa masih disini? Kau tidak sayang anak-anakmu? Dari tadi aku bilang lekas jemput...kau malah masih santai di sini...!" Sengit Lika. Ricky segera berlalu meninggalkan Lika yang masih sewot terhadapnya.


Setelah Ricky pergi menjemput anak-anak, Lika segera merogoh ponselnya dari dalam tasnya. Dia hendak menelepon Lia adiknya, kemudian dia mengusap layar ponselnya itu.


"Halo..."


"Halo Lia...kau cepatlah ke rumah sakit...Nenek jatuh di kamar mandi, sekarang dia masih belum sadar..." Kata Lika.


"Apa?? Kok bisa kak? Tadi pagi waktu Leo menjemputku, Nenek masih nonton sinetron kesayangannya..." Sahut Lia.


"Lia...Apa kau melihat Sri?" Tanya Lika.


"Tadi pagi sebelum aku berangkat, Sri pergi ke luar...katanya mau ke pasar belanja sayur..."


"Jadi Nenek sendirian? Kok kamu tega tinggalin Nenek sih Lia..."


"Lho...kan aku ada kelas pagi kak...biasanya juga Nenek sendirian..." Sergah Lia.

__ADS_1


"Oke...oke...sekarang kau cepat kemari, aku kirimkan alamat rumah sakitnya...kita sama-sama menjaga Nenek.. " Kata Lika yang kemudian menutup ponselnya.


__ADS_2