Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Pertemuan Mendebarkan


__ADS_3

Lika menitipkan Given pada Mbok Narti, sore ini dia segera akan datang ke Cafe bersama suaminya untuk bertemu dengan Martin, Lika sangat paham perasaan suaminya saat ini, makanya dia menetapkan untuk fokus pada masalah Ricky.


Sebuah Cafe yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka, sore itu nampak sepi pengunjung. Ketika Lika dan Ricky sudah sampai di sana, Martin sudah menunggunya, laki-laki berwajah oriental itu nampak sudah duduk di sebuah kursi yang menghadap ke taman, pandangannya kosong dan sendu, Martin menoleh saat Lika dan Ricky datang menghampirinya.


"Sllahkan duduk..." Sapa Martin, kali ini sikapnya berbeda, dia lebih sopan dan lembut. Lika dan Ricky duduk di hadapan Martin.


"Sekarang katakan...apa maumu...." Kata Ricky dengan suara bergetar.


"Aku tidak mau apa-apa...aku hanya mau Nando anakku...aku tau aku salah....selama ini mengabaikannya, tapi ijinkan aku menebus semua kesalahanku...." Ucap Martin.


"Tidak! Nando anakku...selama ini aku yang merawat dan mengasuhnya...kau tidak ada hak untuk mengambilnya begitu saja...!" Seru Ricky. Lika menggenggam tangan suaminya itu untuk menenangkannya.


"Tapi Nando itu anak kandungku...aku ayahnya..." Sela Martin.


"Pak Martin...kau tau dimana Mbak Sarah?" Tanya Lika tiba-tiba. Raut wajah Martin tiba-tiba berubah, kemudian dia menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tau...saat dia sakit, aku telah begitu jahat meninggalkannya....namun kini aku menyesal, setelah aku tinggalkan dia, aku baru tau rasanya kehilangan....aku berusaha mencarinya di media sosial...namun sampai hari ini aku belum menemukan kabarnya..." Ungkap Martin.


"Lalu mengapa kau mau mengambil Nando dari kami?" Tanya Lika lagi.


"Karena Nando adalah satu-satunya kenangan aku dan Sarah...dan aku sangat menyesal telah mengabaikannya...dosaku sudah terlalu banyak tak terhitung...memiliki Nando tanpa ikatan pernikahan...bahkan masih berstatus istrimu...ah...maafkan aku Ricky...." Ucap Martin dengan wajah menyesal, dia menundukkan wajahnya.


"Aku sudah melupakan masa lalu yang buruk...kalau kau mau menebus dosamu kau carilah Sarah, tapi jangan kau ambil Nando dariku..." Kata Ricky.


"Ricky aku mohon...aku minta baik-baik darimu...dari pada aku menculik Nando...." Ujar Martin putus asa.


"Kurang ajar kau!!" Bentak Ricky. Lika mengusap dada Ricky menenangkan gejolak hatinya.


"Pak Martin...aku tau kau ayah kandungnya, tapi mengertilah perasaan Nando...dia sangat kaget setelah dia tau bahwa Papanya yang selama ini menyayangi dan melindunginya bukan ayah kandungnya..." Jelas Lika.


"Ya...aku mengerti...tapi aku sangat ingin...sangat ingin memeluk anak itu...ingin mencoba mengasuh dan merawatnya....kalian tau...aku bahkan sampai saat ini tidak bisa menikah lagi...aku selalu terbayang-bayang dosaku di masa lalu...aku sangat ingin bertemu Sarah...aku ingin menikahinya walaupun mungkin....terlambat..." Martin menelungkupkan wajahnya di meja, punggungnya bergetar halus, menahan tangis dan kepedihan hatinya.


Tiba-tiba Ricky berdiri dari duduknya, dia menepuk bahu Martin dengan lembut.

__ADS_1


"Aku mengampunimu Martin....aku ikhlas kalau kau mau menebus dosamu dengan merawat Nando...biar anak itu sendiri yang memutuskannya..." Ujar Ricky. Martin mengangkat wajahnya. Kemudian dia ikut berdiri, kedua pria yang dulu saling membenci itu kini berpelukan. Lika jadi terharu melihat momen itu.


"Martin...kalau kau memang mencintai Sarah...carilah dia....kau pasti akan menemukannya..." Ucap Ricky.


"Ya..aku akan mencarinya...walaupun aku tidak tau dimana keberadaannya...." Jawab Martin.


"Tunggu...sepertinya aku tau... Papa...kau ingat kan alamat yang di dapat oleh Mbok Narti, saat dia mengikuti kurir yang selalu memberiku makanan?" Tanya Lika kepada Ricky. Ricky nampak berpikir.


"Kau yakin itu alamat Sarah?" Tanya Ricky.


"Aku akan tanyakan itu pada Bella....secara dia itu satu-satunya saudara Sarah yang aku tau...." Jawab Lika.


"Baiklah...ku serahkan padamu sayang...." Sahut Ricky.


"Terimakasih Ricky...Bu Lika....aku rasa pertemuan kita cukup...aku akan menghubungi kalian untuk masalah Nando...ini kartu namaku..." Martin berdiri dan menyerahkan secarik kartu nama kepada Ricky.


Martin berjalan meninggalkan mereka, sampai punggungnya hilang di balik pintu cafe. Ricky menghela nafas panjang.


"Kau tau sayang...hatiku sebenarnya sakit saat mengucapkan itu...tapi aku belajar...belajar menerima kenyataan kalau Nando bukan sepenuhnya milikku...ada orang yang juga berhak menyayanginya..." Ucap ricky.


"Papa..."


"Hmm?"


"Aku makin cinta sama kamu....kau benar-benar pria dewasa yang bijaksana..." Kata Lika sambil mengelus wajah suaminya itu.


"Kalau bukan karena kau yang menguatkan aku..." Balas Ricky.


"Papa...kita pulang yuk...anak-anak pasti menunggu kita....Nanti kita coba bicara lagi dengan Nando... kita harus menguatkan anak kita...hatinya juga harus belajar lapang dan menerima kenyataan sepertimu..." Ujar Lika yang langsung berdiri dan menggandeng tangan suaminya itu berjalan keluar dari tempat itu.


********


Tok....tok....tok....

__ADS_1


Malam itu Lika mengetuk pintu kamar Nando, dia akan berbicara dari hati ke hati dengan anaknya itu.


Pintu itu perlahan terbuka, Nando berdiri dengan memakai piyama tidurnya.


"Sayang....kau belum tidur?" Tanya Lika. Nando menggelengkan kepalanya.


"Ibu boleh masuk? Ibu mau ngobrol sama Nando..."


"Boleh Bu...." Nando berjalan kearah ranjangnya. Kemudian mereka duduk berhadapan di ranjang Nando.


"Nando...setiap manusia tidak ada yang sempurna...pasti ada saja yang salah...Nando bisa salah...ibu bisa salah...Papa juga bisa salah..." Ucap Lika. Nando masih mendengarkan dengan seksama.


"Om Martin juga bisa salah...Om Martin salah karena sudah mengabaikan Nando dulu...tapi sekarang dia sudah menyadari kesalahannya...nah...saat dia menyadari kesalahannya itu, apakah kita tidak bisa mengampuni dan memaafkannya??" Tanya Lika.


"Tidak Bu...dia jahat...Papa Ricky yang baik! Aku tidak mau lagi dengar...Ibu keluar saja!" Nando mulai menangis.


"Nando dengar ibu....Mama Sarah dan Ayah Martin itu adalah orang tua kandung Nando...ini adalah kenyataan sayang...Nando jangan sedih, seharusnya Nando senang...punya dua ibu dan dua ayah...itu hebat bukan?"


Nando menyembunyikan wajahnya di balik bantalnya, Lika mengusap lembut punggung anak itu.


"Walau Nando anak Ayah Martin...tapi sayang ibu Lika dan Papa Ricky tidak akan berkurang sayang....saat ini Ayah Martin sangat membutuhkan Nando...Nando anak yang baik dan berbakti..." Ucap Lika. Nando mengangkat wajahnya.


"Jadi ibu sama Papa menyuruh Aku tinggal dengan om Martin? Ibu jahat!! Ibu tidak sayang aku lagi...Papa juga...sudah tidak sayang aku lagi!!!" Jerit Nando. Dia kembali menangis.


"Nando...keputusan ada di tangan Nando...ibu hanya memberi gambaran...kalau Nando tidak mau dengan Ayah Martin...mau sama Ibu dan Papa....tidak apa-apa...itu hak Nando...yang harus Nando tau adalah kami semua di sini sayang sama Nando..." Jelas Lika. Kemudian dia memeluk anak itu.


"Ibuuu....aku mau tetap sama ibu dan Papa...." Tangis Nando.


"Iya sayang....iya....kami juga tidak ingin kehilangan Nando...anak ibu dan Papa yang paling ganteng....jangan menangis lagi ya...ibu sayang sama Nando..." Bisik Lika dalam pelukan Nando.


*********


Hai para readers....sekedar info...kisah pelabuhan terakhir tidak akan panjang lagi...untuk bagian terakhir nanti akan ada POV Ricky... tapi author masih bingung mau menulisnya di mana...apakah masih di buku ini atau di lapak lain...mohon dukungannya...🙏🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2