Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Pesta Pertunangan


__ADS_3

Pesta pertunangan yang di adakan di sebuah restoran central di kota Jogja itu berlangsung sangat meriah.


Lia dan Burhan akhirnya bertunangan, setelah menjalin hubungan serius selama lima tahun belakangan ini.


Wajah Mbok Narti terlihat sangat bahagia, kini dia benar-benar menjadi salah satu anggota keluarga Ricky.


Lika nampak menggendong anak terkecilnya Tasya, sedangkan Ricky kerepotan menuntun Given dan Gavin yang terlihat sangat aktif.


Tiba-tiba ada dua orang yang berjalan mendekati mereka, seorang pria dan seorang wanita.


"Pak Alan!" Pekik Lika.


"Kok kaget begitu Bu Lika? Seperti tidak pernah bertemu saja..." Ujar Alan santai. Di sebelahnya nampak Miss Bella yang menggandeng tangan Alan dengan Mesra, perut Bella nampak buncit, wanita itu sedang hamil rupanya.


"Ah...kalian terlihat sangat bahagia dan romantis...!" Seru Ricky saat melihat keduanya.


"Bagaimana tidak? Istriku ini selalu menempel seperti perangko...bahkan aku selalu tak berkutik di buatnya..." Ujar Alan. Bella mencubit perut suaminya itu.


"Bukankah aku banyak belajar dari kalian?" Tanya Bella.


"Miss Bella...sekarang bahkan waktu kami habis hanya untuk mengurus anak-anak..." Tambah Lika.


"Dan berencana akan menambah anggota keluarga lagi..." Bisik Ricky nakal. Lika melotot ke arah Ricky.

__ADS_1


Tiba-tiba Kezia menghampiri mereka tegopoh-gopoh.


"Papa! Ibu! Ini lihat nih...Nando video call ...!" Seru Kezia.


Mereka pun mengobrol dengan loud speaker.


"Nando...kau makin gemuk disana... Ayah Martin banyak memberimu makan ya?" Tanya Ricky.


"Nando...kenapa sekarang kau tambah ganteng? Tanya Lika.


"Papa...Ibu...aku kangen...salam ya buat Tante Lia...maaf aku belum bisa datang kesana...sebentar lagi aku ujian..." Kata Nando.


"Iya Nak...melihat mu sehat seperti ini kami sangat senang..." Jawab Lika.


"Iya sayang...pokoknya liburan semester ini Nando harus datang...bilang sama Ayah Martin...kalau dia tak mengijinkanmu...beritahu Papa!" Cetus Ricky.


"Siap Pa...Ayah pasti akan mengijinkanmu..."


"Do...di sana ada cowok ganteng gak? Kenalin kakak dong...!!" Teriak Kezia.


Ricky langsung mencubit pipi Kezia.


"Kezia...jangan macam-macam...pikirkan dulu ujianmu!!" Seru Ricky.

__ADS_1


"Iiiih....Papa...aku kan sudah mau kuliah...Papa kayak gak pernah muda aja deh...kuno!!" Sungut Kezia yang langsung pergi meninggalkan tempat itu. Lika, Bella dan Allan tertawa melihat tingkah Kezia.


"Putrimu itu sudah besar Bro...sadarlah kalau kau semakin tua...!" Ledek Alan. Ricky memasang tampang masam.


"Enak saja tua...tanyakan pada istriku bagaimana permainanku selama ini...bahkan membuatnya menggelepar seperti ikan yang kehabisan air..." Seloroh Ricky bangga.


"Papaaa....bikin malu saja kerjaannya...!!" Dengus Lika. Wajahnya memerah.


"Sudah...sudah...tak ada habisnya ngobrol dengan kalian...aku sudah lapar...mau menikmati hidangan...!" Alan segera meninggalkan mereka dan mulai mengambil berbagai menu makanan, Bella mengikutinya dari belakang.


Lika perlahan mendekati Lia adiknya yang hari itu nampak bahagia.


"Lia...setelah ini apa rencanamu?" Tanya Lika.


"Bulan depan Kami akan menikah...setelah itu aku akan tinggal di perumahan biasa...Mas Burhan akan mengajukan KPR...gajinya sudah cukup untuk mengambil sebuah rumah sederhana..." Jelas Lika.


Tiba-tiba Ricky mendekati mereka dan menepuk bahu Burhan yang berdiri di samping Lia.


"Kau lupa kalau kakak ipar mu ini adalah seorang developer? Kalian pilih dimana kalian suka, aku akan memberikannya gratis sebagai hadiah pernikahan untuk kalian..." Jelas Ricky.


"Trimakasih Pak...trimakasih..." Ucap Lia dan Burhan bersamaan.


*******

__ADS_1


__ADS_2