Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
eps 18


__ADS_3

Setelah beberapa saat dalam rapat pimpinan,dan para penanam saham,akhirnya rapat itu pun selesai.


Perusahaan kecil milik Anton pun di terima sebagai salah satu penanaman investasi di perusahaan Adiguna Grop.


Dengan adanya perjanjian kontrak yang berjalan membuat Tania merasa harus menyiapkan diri,mau tidak mau dia bakal sering bertemu dengan paman dan ponakan.


"Setelah ini bakal bertemu dengan Om dan juga Salsa,suka atau pun tidak,tapi tak apa lah bisa mengobati rasa rinduku pada om Anton,setidak nya saya tau keadaan om,tapi kenap ya Om Anton enggan untuk melihat ku,begitu buruk nya aku di mata om ku sendiri,"


Ucapan dalam hati Tania.


Mata Tania pun sedikit ber kaca kaca.


Tania pamit pada sang Dirut dan asisten pribadi itu,untuk ke kamar mandi,dengan mata sedikit memerah.


"Maaf pak saya permisi ke kamar mandi sebentar.


"Silahkan,. Ucap Yudha.


Setiba nya di kamar mandi Tania menangis mengeluarkan apa yang dia pendam pada rapat tadi dan ketika di kamar mandi Salsa pun datang menjumpai nya.


"Eeh ja**ng,kenap kamu bisa bekerja di sini???


atau oh saya tau pasti kamu merayu CEO itu kan supaya kamu di terima di sini??ih dasar ja**ng.


"Salsa ...bentak Tania.


"Jaga tu ucapan mu,siap yang ja**ng...


"Sudah tau bukti ada,masih aja mengelak.


Awas kamu dekat dekat dengan CEO tampan itu,kamu ber urusan dengan ku,"


"Apa hak mu melarang ku,terserah aku dong.


Dengan sedikit emosi mendengar bantahan Tania,Salsa pun lalu menampar Tania.


"Plak"


"Salsa...


"Diam kamu ja**ng..


Kemudian pun salsa pergi meninggal kan Tania,dan Tania kembali menangis di kamar mandi.


"Ya Tuhan,kenapa Salsa selalu merendah kan ku seperti itu,sedang aku tidak pernah sedikitpun mengganggunya,dan paman segitu bencinya sama aku,.


Tania pun ter Isak di kamar mandi.


"Dari mana Sa...Pertanyaan Anton lontarkan pada Salsa


"Dari kamar mandi pah.


"Ya sudah ayo kita pulang. .


Merekapun berlalu pulang dari tempat di mana mereka menjalan kan miting.


Anton dan Salsa pun enggan untuk membahas tentang Tania,mereka sama diam membisu.

__ADS_1


Anton sibuk sendiri akan pikiran nya yang berkelana,begitu juga dengan Salsa.


Sedangkan Tania pun kembali pada tempat kerjanya semula.


Tanpa sengaja Raditya pun melihat kedatangan Tania.


Kenapa penampilan kamu berantakan seperti itu??


Tania pun menunduk kan kepala.


"Tidak apa apa pak.


Nona Tania,jika saya sedang bicara biasakan mengangkat kepala dan melihat siapa yang sedang mengajak anda berbicara.


"Maaf Pak.!


Kemudian Tania mendongak kan kepala nya dan melihat sang bos yang sedang mengajak berbicara.


"Kenapa pipi mu memerah??apa sesuatu terjadi pada mu??


"Tidak pak,hanya sedikit terjatuh tadi,maaf pak saya permisi.


Tania pun buru buru meninggal kan tempat,Tania enggan di beri pertanyaan yang lebih banyak lagi.


"Huuf untung aja aku cepat pergi,"


Sedangkan Raditya hanya mengerutkan dahi dan menggeleng kan kepala,kemudian juga berlalu.


"Yudha..."


"Sepertinya ada sesuatu yang baru terjadi pada wanita itu.


"Kenapa bos bisa peduli sama perempuan itu??


ah entahlah,dalam hati bertanya tanya sediri,tanpa ada jawaban.


"Lupakan.ucap sang bos


Kemudian mereka pun berlalu dan kembali ke tempat kerja masing-masing.


Sore pun berlalu dan semua para karyawan pun berhamburan pulang,tak lupa Ojek online langganan Tania pesan buat menjemput nya.


Tania pun pulang dan tanpa di sadari ada sosok yang memperhatikan nya lewat jendela atas pada gedung yang tinggi itu.


*******


Malam kini tiba..


pukul 19.00 Raditya sampai di rumah nya,melihat orang tua nya berkumpul di ruang santai menonton TV bersama dengan adek adek nya.


"Selamat malam pah..mah....


Kemudia Raditya mencium pipi ke dua orang tau nya.


"Mandi dulu Dit,setelah itu kita makan sama-sama.


"Iya mah.

__ADS_1


Kemudia Raditya pum berlalu menuju kamar nya.


Sedangkan orang tua nya merencanakan akan membahas tentang kapan anak bujang nya akan menikah.


Setelah sesaat kemudian makan malam pun berjalan dengan tenang dan setelah selesai makan Raditya di cerca pertanyaan oleh orang tuanya.


"Dit papa mau bicara!


"Kenapa pah??


"Sebelum nya jangan tersinggung akan ucapan papa sama Mama,tapi papa sama Mama memang harus mempertanyakan nya.


Raditya pun heran dan mengerutkan kening nya.


"Ada apa pah..mah .. sepertinya serius amat.


"Begini Dit,,mama dan papa rasa kamu sudah dewasa,sudah waktunya menikah dan sudah waktunya berumah tangga,kenalin dong pacar,kamu calon mantu papa sama mama.Ucapan panjang lebar papa Raditya.


"Iya Dit mama rasa ucapan papa mu itu betul,kenal kan ke kita dong pacar kamu,masak anak mama ganteng,gagah perfek begini nggak punya cewek.Ucapan mama dengan senyum tulus nya.


"Yaa sabar dulu dong mah pah,nanti kalau sudah waktunya pasti Raditya kenal kan sama papa mama,.


"Mau sabar sampai kapan Dit?keburu mama makin tua,mama sudah ingin menimang cucu loo,iya kan pah,.


"Iya...jawab sang papa.


"Iya kalau sudah waktunya saya kenalkan sama papa sama Mama,.


Setelah ber ucap Raditya pun pergi meninggal kan ke dua orang tua nya dan adik nya dengan sedikit agak kesal.Bukan kesal dengan ke dua orang tuanya melain kan ingatan nya kembali muncul akan kekasih hati nya yang mengkhianati.


Sesampainya di kamar Raditya pun menutup pintu sedikit agak keras hingga menimbulkan sedikit suara.


"Eeh ada yang salah ya pah?? Tanya sang mama pada suami nya.


"Saya rasa nggak sih mah,memang sudah waktunya anak kita menikah.


"Kok malah kesal dan pergi.


"Biarkan dulu mah,setidak nya kita sudah bicara,dan setelah ini kan Raditya bisa lebih berfikir lagi akan hal ini.


"Ya sudah lah pah,Ayuk tidur aja.


Cindy dan Mikha pun hanya menyimak percakapan kedua orang tuanya,tanpa mau ikut campur.


"Cindy, Mikha sudah malam,jangan bergadang terlalu larut.ucapan mama di tujukan pada kedua anak gadis nya


.


"Iya mah.


******


Di kamar Raditya termenung mengingat akan hal yang paling menyakitkan.


kemarahan dan kekecewaan itu kembali hadir terngiang di ingatan.


Ucapan orang tua nya mengingat kan akan keinginan nya yang ingin mempersunting kekasih nya,tetapi nyatanya sebuah penghianatan yang ia dapat.

__ADS_1


Foto yang tak sengaja masih tersimpan di kamar nya,Raditya pun menghancurkan nya,melempar bantal ke sembarang arah dan menyapu apa yang ada di meja rias yang ada di kamar nya,sesaat kamar yang begitu rapi menjadi berantakan,dan sesaat kemudia Raditya tertidur dalam lelah nya pikiran dan kekacauan.


__ADS_2