
Lika memasukan beberapa pakaian Ricky kedalam koper, dari pakaian dalam, pakaian tidur dan pakaian formal. Sepatu dan kaus kaki juga sudah masuk.
Setelah semua beres, Lika segera menghampiri Ricky yang tengah berpakaian.
"Pakaian mu sudah beres Pa...yuk kita turun sekarang..." Kata Lika sambil membetulkan posisi dasi suaminya.
"Sayang...kau jaga dirimu baik-baik ya...titip anak-anak...termasuk si dedek...jangan terlalu capek..." Ucap Ricky sambil mengecup kening Lika.
"Pa...kamu cuma pergi tiga hari tapi kok rasanya seperti mau pergi setahun saja...entah kenapa hatiku ini Pa..." Ujar Lika sambil memeluk erat suaminya itu seolah berat melepasnya pergi.
"Sayang...kemarin kau bilang...kau tidak apa-apa ku tinggal sebentar demi proyek besar ini...jadi gimana nih...jadi tidak aku berangkat...?" Tanya Ricky sambil mengelus rambut Lika.
"Ya jadi lah...anggap saja aku sedikit manja karena sejak menikah terbiasa kau ada di sampingku terus..." Sahut Lika.
"Oh...ya ya...tenang sayang....setelah aku pulang nanti.. aku akan memanjakan mu dua kali lipat...kau bersiap-siaplah...nanti kita akan membuat adik untuk si dedek..." Ucap Ricky semangat.
"Lah...ini dedeknya juga belum lahir....Papa apaan sih...udah deh...kita turun sekarang...nanti kau kesiangan..."
Kemudian Ricky mengangkat kopernya dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menggandeng Lika keluar kamar dan menuruni tangga.
Setelah mereka turun ke bawah, Kezia dan Nando segera menghambur ke pelukan Ricky.
"Papa...jangan lama-lama ya...nanti kita kangen..." Rajuk Kezia sambil bergelayut manja di lengan Ricky.
"Iya Pa..jangan lupa juga beliin kita oleh-oleh yang banyak...." Cetus Nando.
"Ya...ya...kalian tenanglah...ingat, kalau ada apa-apa segera hubungi Papa ya..." Jawab Ricky.
"Kau yakin akan ke Jakarta dengan mobil Ricky? Kenapa tidak naik pesawat?" Tanya Nenek.
"Iya Nek...ada proyek lain yang akan ku kunjungi...di Semarang dan Cirebon...jadi tak apalah sekalian jalan..." Jawab Ricky.
"Berarti lebih dari tiga hari dong...mana cukup waktumu Ricky ..." Sergah Nenek.
"Cukup Nek...tenang saja....aku tak akan berlama-lama...sudahlah, aku jalan dulu...lebih cepat lebih baik..." Ricky menarik kopernya dan menaruhnya di bagasi mobil. Lika mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
"Papa hati-hati ya...kalau sudah sampai tujuan segera beri kabar..." Ucap Lika, entah kenapa air matanya menetes.
"Sayang... kau menangis?...kenapa kau jadi sesedih ini?" Tanya Ricky sambil memeluk Lika.
"Entahlah Pa...mungkin bawaan bayi..." Sahut Lika. Lalu Ricky menunduk dan mengecup perut Lika kemudian membelainya.
"Kau jangan kemana-mana sendiri sayang, sudah ada Mas Jun yang mengantarmu dan anak-anak..." Kata Ricky sambil masuk kedalam mobilnya. Kemudian Ricky mulai menyalakan mobilnya dan melaju meninggalkan rumahnya.
Lika tetap berdiri di tempatnya sampai mobil Ricky menghilang di balik tikungan jalan. Ada perasaan sedih yang bergelayut di dalam hatinya, entah mengapa ia tiba-tiba menjadi melow hari ini, padahal biasanya Lika selalu kelihatan tegar.
"Bu...mobilnya sudah siap...anak-anak juga sudah siap..." Sapa Mas Jun, supir pribadi itu mengagetkan Lika.
"Eh...ya ya...anak-anak di mana mas?" Tanya Lika.
"Sudah masuk ke dalam mobil Bu..." Sahut Jun.
"Baiklah...ayo kita berangkat sekarang..." Kata Lika sambil beranjak menghampiri mobil yang sudah terparkir. Lika duduk di belakang bersama Kezia, sedangkan Nando duduk di depan.
"Bu...biasanya Papa yang antar kita..." Ucap Kezia.
"Papa seperti dulu lagi deh yang sering pergi ke luar kota, padahal aku sudah senang Papa selalu sama-sama kita..." Tambah Nando.
"Mas Jun...kamu sudah lama kerja sama Bapak?" Tanya Lika pada Jun yang sejak tadi hanya diam saja.
"Sudah Bu...sejak dari Bandung dulu..." Sahutnya.
"Biasanya kamu kerja ngapain?" Tanya Lika lagi.
"Saya supir proyek Bu...biasanya suka mengantar Bapak atau rekan Bapak untuk meninjau lokasi..." Jawab Jun.
"Ooh...begitu, lalu kau kerja disini siapa yang mengantikan pekerjaanmu?"
"Ada Bu...si Yono, dia supir proyek yang baru, kemarin baru mengantar mobil buat Bapak ke Jakarta..." Jelas Jun.
"Oya? Aku pikir kamu yang mengantar mobil bapak kemarin?"
__ADS_1
"Bukan Bu...Yono yang mengambil mobil dari bengkel setelah di servis...saya kan pegang mobil yang ini..." Ujar Jun. Entah mengapa Lika jadi berpikir sesuatu.
Tak lama mobil sudah sampai di depan sekolah. Setelah pamit, Kezia dan Nando segera turun dan berlari menuju gerbang sekolah.
"Mas Jun...nanti jemput anak-anak tepat waktu ya...mungkin aku tidak bisa ikut, mau masak untuk makan siang mereka..." Kata Lika.
"Baik Bu..."
"Mas Jun...tolong antarkan aku ke proyek sebentar..." Kata Lika.
"Untuk apa Bu...? Di proyek berantakan, tidak ada apa-apa...nanti ibu malah kena debu...nanti Bapak marah sama saya Bu...karena saya sudah di wanti-wanti untuk menjaga ibu..." Kilah Jun.
"Sebentar saja.. aku hanya ingin bertemu Yono...aku belum pernah kenal sebelumnya..." Ujar Lika.
"Ya sudah Bu...kalau cuma sebentar saya akan antarkan ibu..." Jawab Jun sambil memutar setirnya menuju ke arah proyek.
Di lokasi yang luas itu, beberapa rumah sudah di bangun, bahkan ada yang sudah di tempati oleh pemiliknya, jalanan juga sudah mulai rapi dengan pemandangan taman yang sangat indah. Diam-diam Lika mengagumi pekerjaan suaminya, perumahan elit ini sungguh indah, walaupun masih terdapat tanah kosong yang baru di bangun pondasi.
Mobil Lika berhenti di depan sebuah kantor pemasaran yang dulu pernah ia datangi bersama Ricky yang kemudian bertemu Bayu. Lalu Lika dan Jun turun dari mobil kemudian masuk kedalam kantor itu. Suasana kantor itu sangat sepi, mungkin karena masih pagi.
"Mas...lihat si Yono tidak? Ini istrinya Pak Ricky mau ketemu...." Tanya Jun kepada salah seorang marketing.
"Belum datang dia...kemarin katanya hari ini dia off...belum tau masuknya kapan lagi..." Jawab Marketing itu.
"Lho...bukankah dia pegawai baru? Kok bisa seenaknya menentukan masuk atau tidak? Memangnya dia boss nya??" Sengit Lika. Jun dan marketing itu terdiam.
"Maaf Bu...dia memang baru di sini...baru beberapa hari..." Kata Marketing itu.
"Ya sudah...aku minta alamatnya saja...apakah kalian ada yang tau?" Tanya Lika. Jun dan Marketing itu menggelengkan kepalanya.
"Kok Bisa?? Bagaimana dia bisa bekerja disini?? Apa jangan-jangan suamiku juga tidak mengenalnya?" Cetus Lika. Jun dan marketing itu hanya menunduk terdiam.
"Mas Jun....antarkan aku pulang kerumah sekarang...!" Perintah Lika.
"Baik Bu..." Sahut Jun yang segera berlari kearah mobil dan mulai menyalakan mesinnya.
__ADS_1
************