Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Kebimbangan Hati


__ADS_3

Di hadapan Lika sudah berdiri Nenek yang memandangnya dengan tatapan tajam, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.


Lika tertunduk tidak berani menatap wajah neneknya itu, Lika menyadari bahwa beberapa hari ini dirinya selalu pulang malam, bahkan belum sempat meminta ijin pada neneknya.


"Ma..maafkan aku Nek..." Ucap Lika sambil menunduk.


"Masuklah dan duduklah...nenek mau bicara..." Sahut Nenek datar. Kemudian Lika masuk dan duduk di sofa ruang tamu itu, nenek duduk dihadapannya, suasana rumah sepi, Lia pasti sudah tidur.


"Tadi Ricky menunggumu disini..." Kata Nenek.


"Oh ya...dia tidak bilang akan kemari..." Jawab Lika.


"Dia bertanya, kemana kamu pergi...nenek tidak tau...bahkan ponselmu juga tidak bisa dihubungi..." Nenek menatap Lika dalam.


"Maaf Nek...tadi aku..."


"Sebenarnya hendak kau labuhkan pada siapa hatimu Nak...tentukan pilihanmu sekarang...kepada siapa hatimu berlabuh Nenek akan menyetujuinya..." Tambah Nenek dengan suara yang agak bergetar.


"Nek...jangan tanyakan itu padaku sekarang...aku belum siap..." Ucap Lika.


"Tadi Nenek banyak ngobrol sama Ricky, dia bilang dia serius denganmu dan akan melamarmu..." Kata Nenek. Lika terkesiap mendengar perkataan Nenek.


"Nek...jangan berikan jawaban apapun...aku belum siap..." Sergah Lika.


"Lalu, apalagi yang kau tunggu...?" Tanya Nenek.


"Ada satu hal yang mau aku pastikan dulu...bersabarlah sebentar lagi..." Jawab Lika.


"Baik...sekarang makanlah dulu, setelah itu istirahatlah..." Ujar Nenek. Kemudian Nenek segera berdiri dan berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Tinggallah Lika yang duduk di sofa seorang diri, tak lama kemudian ia segera membersihkan tubuhnya dan masuk kedalam kamarnya.


***********


Keesokan harinya Lika terbangun dengan tubuh yang sangat letih, semalam dia tidak sempat untuk mengisi perutnya karena kelelahan.


Hari ini hari Sabtu, sekolah sedang libur, Lika menggeliat malas kemudian bangkit dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi. Sebelum beranjak terdengar suara ponselnya yang berdering, Lika lalu mengangkatnya.


"Halo..." Sapa Lika yang tidak tau siapa yang meneleponnya.


"Halo...Bu Lika...ini aku Sarah...bisakah datang kemari? Aku sangat ingin bicara denganmu..."


Deg...


Jantung Lika serasa berhenti berdetak, Sarah meneleponnya dan memintanya datang?

__ADS_1


"Halo..." Lika tersadar akan lamunannya.


"Eh...iya...iya...jam berapa aku bisa datang mbak?" Tanya Lika terbata-bata.


"Siang ini boleh...supaya bisa lebih panjang ngobrolnya...tapi ku mohon...jangan dulu mengajak anak-anak..." Ucap Sarah dengan suara lirihnya.


"Baik...aku akan datang setelah makan siang..."


"Trimakasih Bu Lika..." Kemudian Telepon dimatikan.


Lika berdiri termangu, kira-kira apa yang akan Sarah bicarakan padanya? Lika tidak berani menduga-duga, kemudian dia segera menyambar handuknya dan masuk ke kamar mandi.


Lia sudah menunggunya di meja makan pada saat Lika baru keluar dari kamar mandi.


"Lama amat sih kak...dari kemaren sibuuuk terus....kasian nenek kak...mau ngobrol aja susah..." Gerutu Lia.


"Kamu kenapa sih pagi-pagi udah berkicau aja...sekarang libur ayo kalo mau ngomong..." Sahut Lika.


"Huh...kakak gak tau sih semalam pak Ricky lama lho nungguin kakak pulang...mana anak-anaknya pada ikut nyariin kakak...kasian kak masa orang di PHP in...walau dulu aku gak setuju kakak dengan dia..."


Lika yang mendengar ocehan adiknya, nyelonong pergi meninggalkannya dan masuk ke dalam kamarnya. Pagi ini kepalanya sudah dipusingkan dengan ocehan adiknya. Lika pun mengurungkan niatnya untuk makan di meja makan bersama dengan Lia.


Lika meringis menahan lapar di perutnya, akhirnya mau tidak mau dia keluar kamar menuju meja makan, dilihatnya Lia dan Nenek sedang makan bersama.


"Ayo Lika...makanlah disini, nenek tau dari semalam kau tidak makan, karena makananmu masih utuh..." Ujar Nenek sambil menggeser kursi untuk Lika. Kemudian Lika pun segera duduk dan mengambil makanannya.


"Hmm...masakan Nenek memang tiada duanya..." Seru Lika sambil mengacungkan jempolnya.


"Huh...bilang aja lapar!" Cetus Lia.


"Sudah...sudah...kerjaannya kok ribut terus...Lika, siang ini antar Nenek ya ke toko kain...ada pesenan jaitan..." Kata Nenek. Seketika Lika teringat akan janjinya pada Sarah, untuk bertemu siang ini juga.


"Aduh...maaf Nek...aku udah terlanjur ada janji juga sama teman..." Sesal Lika. Wajah Nenek nampak kecewa.


"Ya sudah...Nenek juga bisa pergi sendiri kok.." Cetus Nenek.


"Lia aja deh yang antar Nenek...Lia libur kok Nek seharian ini..." Kata Lia tiba-tiba. Lika tersenyum senang.


"Trimakasih Lia...jaga Nenek ya...hari ini aku benar-benar ada janji penting..." Mohon Lika. Lia hanya mengangguk.


*************


Siang itu, sesuai janjinya, Lika pergi kerumah sakit mengunjungi Sarah sendirian, dalam hatinya bergemuruh, apa yang hendak dibicarakan Sarah?


Sampai, didepan ruangan Sarah, Lika menghentikan langkahnya, dia melongok melalui kaca yang ada di pintu, seorang wanita sedang duduk di sebuah kursi roda, menghadap ke arah luar jendela.

__ADS_1


Perlahan Lika membuka pintu dan menghampiri wanita itu.


"Slamat siang mbak Sarah...." Sapa Lika lembut. Sarah membalikan tubuhnya, wajahnya tidak terlalu pucat, kelihatan lebih segar dari pada sebelumnya, selang oksigen sudah dilepas, hanya tinggal infus yang masih melekat.


"Siang Bu Lika....duduklah..." Kata Sarah sambil menunjuk sebuah kursi yang ada di depannya. Kemudian Lika segera duduk.


"Kelihatannya hari ini mbak Sarah kelihatan lebih segar..." Ujar Lika.


"Kamu bisa aja...Minggu depan aku akan operasi...operasi pengangkatan rahim..." Ucap Sarah dengan pandangan lurus kedepan. Lika terkesiap.


"Mbak Sarah pasti akan bisa melewati semua ini...mbak pasti akan sembuh...tetaplah semangat..." Hibur Lika.


"Semangat untuk apa? Aku sudah tidak punya harapan lagi...kau lihat kan...aku selalu sendiri di sini tanpa ada yang menemani, hanya seorang sepupu jauh yang kadang masih bisa menemaniku..." Ucap Sarah menerawang.


"Bella?"


"Ya...Bella...aku bertemu lagi dengannya setelah sekian tahun tak jumpa, dulu aku sangat tidak akrab dengannya, tapi entah kenapa setelah dia tau aku sakit, dia jadi sedikit lebih perduli padaku...dari dialah aku tau, mantan suami dan anak-anakku tinggal di kota ini..." Ungkap Sarah.


"Mbak...mbak Sarah masih punya harapan, masih ada anak-anak yang menyayangi mbak...mbak lihat kan saat kalian bertemu...mereka begitu merindukan mbak...jadi...jangan putus harapan mbak..." Kata Lika sambil memegang kedua tangan Sarah.


"Mungkin anak-anak memang masih menyayangiku, setelah apa yang aku perbuat pada mereka....tapi tidak dengan mantan suamiku...dia sudah membenciku...bahkan amat membenciku..." Ucap Sarah dengan mata yang berkaca-kaca.


"Mbak....jangan bicara seperti itu...pak Ricky tidak membenci mbak Sarah...aku yakin itu...dia hanya kecewa dengan masa lalunya..." Sahut Lika.


"Bu Lika...aku tau dari Bella...kau dekat dengan mantan suamiku itu...sebelum aku pergi...aku minta padamu permohonan maaf ku yang sebesar-besarnya padanya...aku salah...aku yang pergi meninggalkannya...dengan laki-laki yang kukira akan mencintaiku sepenuhnya, ternyata malah meninggalkanku saat aku sakit dan terpuruk...tapi...bagaimanapun...semua sudah terlambat...nasi sudah menjadi bubur..." Tangis Sarah pecah seketika. Bahunya gemetar menahan rasa emosi yang terpendam. Lika memeluk tubuh kurus itu.


"Mbak...walau sudah menjadi bubur...kalau di beri bumbu dan diolah dengan baik...rasanya akan nikmat...percayalah aku akan membantumu..."


"Apa maksudmu?" Sarah menatap lekat wajah Lika.


"Ya...aku akan membantumu membuat mereka kembali padamu..." Ucap Lika yakin.


"Tidak...itu tidak mungkin...semua sudah terlambat...aku juga sudah ikhlas jika anak-anak pergi dariku..." Sahut Sarah sambil menggelengkan kepalanya.


"Percayalah padaku mbak...tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini...kau masih punya harapan...pak Ricky, Kezia dan Nando...itulah harapanmu...beri aku kesempatan untuk membantumu mbak..." Lika menatap dalam wajah Sarah, masih ada harapan untuk membuat wanita di hadapan Lika itu bahagia.


************


Hai readers ... Mohon dukungan like, vote and comment ya... supaya lebih semangat menulis. Mampir juga ke karyaku yang lain :


'Menggapai Impian'


'My Heaven'


Terimakasih...🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2