
Burhan mengeluarkan salah satu mobil untuk di pakainya mengantar Lika dan Ricky ke penjara tempat Bayu di tahan. Sementara Jun sudah kembali lagi ke proyek seperti sebelumnya.
Lika mengecup Given yang ada di pangkuan Nenek, sejak dilahirkan, baru sekarang Lika meninggalkannya di rumah.
"Ibu pergi sebentar ya sayang...main sama kakak-kakak ya...jangan cengeng ya...Given anak hebat...nanti minum susunya yang banyak ya sayang..." Ucap Lika.
"Ibu pergi saja dengan Papa...aku akan menjaga dedek Given dengan baik..." Kata Nando bangga. Lika tersenyum sambil mengelus rambut Nando.
"Lika...kau hati-hatilah di jalan..." Pesan Nenek.
"Siap Nek...selama Papa Ricky ada di sampingku...aku pasti aman terkendali..." Ujar Lika sambil melirik ke arah Ricky yang sejak tadi menunggu.
Mbok Narti tiba-tiba datang ke arah mereka sambil agak terburu-buru karena meninggalkan masakannya di dapur.
"Mbak Lika...Pak Ricky...kalau Burhan ngebut, tegur saja dia...jangan sungkan..." Kata Mbok Narti.
"Beres mbok...berani dia ngebut sedikit, langsung ku pindahkan jadi tukang masak...!" Cetus Ricky. Lika menyenggol pinggang Ricky.
"Hush...yang benar saja Pa...masa jadi tukang masak..."
"Hehe...becanda sayang..."
"Sudah sekarang cepat kalian berangkat...nanti malah kesiangan kasihan bayi kalian di tinggal terlalu lama!" Ujar Nenek. Lika dan Ricky langsung bergegas naik ke dalam mobil.
Untuk sampai di tahanan, mereka harus ke tengah kota, menempuh perjalanan kurang lebih satu jam.
"Burhan, kalau kau kurang tau jalan, pakai maps saja..." Kata Lika.
"Iya Bu...tidak lama lagi sudah sampai kok..." Sahut Burhan.
"Burhan...di mana sekarang istrimu?" Tanya Lika ingin tau.
"Mungkin pulang kerumah orang tuanya Bu...dia sedang marah sama saya karena saat saya di pecat saya tidak ada penghasilan..." Jelas Burhan.
"Katakan pada istrimu...sekarang kau punya penghasilan lebih dari pada gajimu dulu..." Celetuk Ricky tiba-tiba.
"Iya Pak...trimakasih...sudah menyelamatkan hidup saya..." Ucap Burhan.
__ADS_1
"Nanti setelah kau mendapat gaji...susul istrimu ke kampungnya, bawa dia bersamamu...suami istri itu seharusnya tetap bersama dalam susah dan senang..." Tambah Ricky.
"Tumben Papa bijak..." Bisik Lika sambil mencolek dagu suaminya itu.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan penjara. Setelah Burhan memarkir mobilnya, Lika dan Ricky segera turun kemudian masuk dan meminta ijin untuk bertemu dengan Bayu.
Lika dan Ricky duduk di suatu ruangan khusus pengunjung, suasana siang itu cukup sepi. Lalu muncullah sosok Bayu di dampingi oleh dua orang polisi, Bayu terlihat semakin kurus, wajahnya juga semakin tirus, tatapan matanya menyimpan kepahitan dan kesedihan.
"Ada apa mencariku??" Tanya Bayu saat duduk di hadapan Lika dan Ricky.
"Hei Bung! Berani kau berkata kasar pada istriku...habis kau saat ini juga!!" Ancam Ricky. Lika mengelus dada suaminya itu, Bayu membuang muka.
"Bayu...aku tidak akan banyak basa basi...ada beberapa yang aku mau tau darimu..." Kata Lika. Bayu diam saja, tidak menanggapi perkataan Lika.
"Bayu...apa motivasi mu menyuruh Yono untuk mencelakai suamiku??" Tanya Lika. Matanya menyorot tajam ke arah Bayu.
"Apa pertanyaan itu penting ku jawab??" Bayu balik bertanya.
"Penting bagiku!" Sahut Lika.
"Kau mau tau alasannya? Cuma ada satu alasan...aku masih mencintaimu..." Ucap Bayu.
Tiba-tiba Ricky menampar Bayu dengan keras, darah menetes dari hidung Bayu.
"Kurang ajar Kau...belum bertobat juga setelah kejadian waktu itu???!" Hardik Ricky, wajahnya merah menahan marah. Lika kembali mengelus dada Ricky menenangkannya.
"Kau tau Pak Ricky...sejak dulu sebelum aku tau kau mengenal Lika, aku sudah mengincar semua proyekmu...aku begitu dendam padamu, Kau yang selalu memenangkan setiap proyek sedangkan aku hanya jadi bawahan mu, aku hanya bisa berdiri di belakangmu..." Kata Bayu, tangannya mengusap hidungnya yang berdarah.
"Setelah aku tau kau akan menikahi Lika...aku makin dendam padamu, kau bukan hanya memenangkan banyak proyek bahkan kau juga bisa mengambil hati Lika...dulu aku dan Lika saling mencintai, hanya karena perjodohan orang tua kami berpisah...saat ibuku meninggal....aku cari Lika...karena aku masih mencintainya....tapi ternyata...lagi-lagi aku di kalahkan olehmu Pak Ricky...!!" Dengus Bayu. Ricky hendak berdiri namun Lika menahan tangannya.
"Bayu...jangan mengatasnamakan cinta...kau bohong! Kau memang meremehkan ku dari dulu...bahkan sampai terakhir kita bertemu, kau tetap meremehkan aku karena aku hanya seorang guru....kau ingat saat kita bertemu di rumah besar itu?? Kau bukan cinta padaku...tapi kau hanya iri melihat keberhasilan rekanmu sendiri...karena sifat iri hati dan dengki mu sendiri...makanya sekarang kau ada di sini...!" Seru Lika.
"Terserah apa pendapatmu...tapi yang pasti memang aku tak pernah ada wanita lain selain dirimu dalam hatiku...makanya aku sangat ingin Ricky mati dalam kecelakaan itu...supaya aku bisa merebut mu kembali...sekarang kau paham kan??"
"Ternyata hatimu begitu busuk Bayu!! Menyesal dulu aku pernah mengenalmu!!" Jerit Lika.
"Bayu...kau tau karena ulah mu?? Sekarang Yono mendekam di penjara...karena otak jahat mu bahkan kau mengorbankan orang lain!! Dia susah dan sedang butuh uang...kau malah memanfaatkannya untuk kejahatan...terlalu Kau...!!" Bentak Ricky.
__ADS_1
"Bayu....satu lagi pertanyaan terakhir...aku mohon kau jawab dengan jujur..." Ucap Lika.
"Apa?? Aku sudah muak melihat kalian!!" Sengit Bayu. Dia ingin pergi dan berontak, tapi dua orang polisi yang sejak tadi menjaga menahannya.
"Apakah kau sungguh-sungguh bekerjasama dengan Mbak Sarah?? Katakan dengan jujur!!" Tanya Lika.
"Hmm....Sarah....dia juga korban...aku memang pernah mengajaknya bekerjasama untuk menghancurkan kalian...tapi sayang dia menolaknya..."
"Apa???" Ricky dan Lika saling berpandangan.
"Jadi...semua kejadian yang menimpa keluargaku...semua adalah otakmu seratus persen??" Tanya Lika meyakinkan.
"Ya...semua itu memang rencanaku semua...bahkan Sarah tidak tau aku melakukan itu terhadap kalian...tapi dia sudah tak berguna lagi untukku...sekarang lebih baik kalian pergi...!!" Bayu mulai berdiri dan membuang mukanya kembali.
"Bayu...kami akan pergi...semoga kelak kau akan jadi orang yang lebih berguna...paling tidak untuk dirimu sendiri..." Ucap Lika sebelum dia berdiri dan menggandeng Ricky keluar dari ruangan itu.
Bayu hanya menatap kepergian mereka dengan tatapan yang dingin, kemudian tiba-tiba dia berlutut dan bersimpuh di lantai sambil menangis.
"Maafkan aku....maafkan aku....huuuu....huuu...Lika....aku mencintaimu....sejak dulu....huuu...." Bayu menangis meraung-raung sampai dua orang polisi mengamankannya dan kembali membawanya ke sel tahanan yang dingin itu.
Sementara Lika dan Ricky yang sudah sampai di parkiran, segera naik kedalam mobil, mereka saling diam dengan pikirannya masing-masing.
"Pa..."
"Ya..."
"Berarti....Mbak Sarah tidak terlibat sama sekali atas semua kejadian yang menimpa kita..." Ucap Lika lirih.
"Ya..." Sahut Ricky.
"Dimana ya keberadaannya sekarang?" Gumam Lika.
"Aku tidak tau..." Jawab Ricky.
"Papa Ricky....bolehkan aku menyelipkan nama mbak Sarah dalam tiap doaku...?" Tanya Lika sambil menatap wajah suaminya itu.
"Tentu saja boleh sayang..."
__ADS_1
"Terimakasih Pa..." Lika menyandarkan kepalanya di bahu Ricky, kemudian Ricky mengusap kepala itu dengan sangat lembut.