
Ricky masih berdiri menatap Bayu dengan penuh kemarahan, tangan kanannya terluka akibat memukul Bayu terlalu keras. Sementara Bayu bangun dari jatuhnya sambil memegangi mulut dan hidungnya yang berdarah. Lika langsung menghambur pada Ricky dan memeluknya dengan erat sambil menangis.
"Berani-beraninya kau menyentuh istriku...!!" Dengus Ricky dengan nafas yang terengah-engah menahan emosi. Dia beranjak maju hendak kembali memukul Bayu, namun tangan Lika mencegahnya dan Lika memegang dada suaminya itu.
"Tenanglah Pa...akhirnya kau tau juga siapa sebenarnya orang kepercayaan yang kau banggakan itu..." Ujar Lika.
"Aku sudah melaporkan dirimu ke polisi...ternyata kau juga menggelapkan tanda tanganku untuk mencuri beberapa asetku...!! Kau memang musang berbulu domba! Aku menyesal pernah sangat mempercayaimu...!!" Sengit Ricky. Bayu nampak tersenyum sinis.
"Asal kau tau pak Ricky...aku tidak pernah merelakan kau bahagia...Apalagi Lika dulu pernah menjadi bagian dari hidupku!! Dunia ini sungguh tidak adil...aku tidak akan pernah puas kalau belum melihat keluargamu hancur berantakan...saat ini kau boleh melaporkan aku...tapi di luar sana...ada orang yang mendukungku dan mempunyai tujuan yang sama denganku...dia adalah mantan istrimu, Sarah....dia masih bebas berkeliaran! Hati-hatilah kalian...!!" Ancam Bayu sambil tertawa meyeringai.
"Kurang ajar kau!! Aku pastikan kau akan mendekam di penjara dan membusuk di sana!!!" Teriak Ricky.
Tak berapa lama kemudian, beberapa polisi sudah ada di tempat itu, mereka langsung menangkap Bayu dan memborgol tangannya, lalu membawa pria itu masuk kedalam mobil polisi. Bayu tetap tertawa seolah tidak menyesali perbuatannya.
Lika memeluk tubuh Ricky dengan wajah yang pucat.
"Sayang....kau tidak apa-apa? Bayi kita tidak apa-apa?" Tanya Ricky sambil menciumi wajah Lika dan mengelus lembut perutnya. Lika menggelengkan kepalanya.
"Pa...ayo kita pergi dari sini...aku Meu melihat Nenek...bagaimana kondisinya?" Sahut Lika kuatir.
"Disaat kondisimu begini kau masih saja mengkhawatirkan Nenek...dia baik-baik saja dan sudah ada Lia yang menemaninya...aku gendong ya sayang..." Ucap Ricky, dan tanpa persetujuan Lika, ia langsung menggendong Lika berjalan menyusuri pinggir jalan itu menuju ke mobilnya yang terparkir di depan Cafe. Lalu Ricky segera mendudukkan Lika di jok depan mobilnya di sampingnya.
__ADS_1
"Dari mana Papa tau aku ada bersama Bayu??" Tanya Lika.
"Tadi setelah aku menjemput anak-anak, aku dapat telepon dari kolegaku...mengenai kasus Bayu ini...ternyata dia sudah mengincar asetku sejak lama...benar-benar licik dia...setelah aku pulang kerumah...Sri juga menceritakan banyak hal tentang Bayu...makanya aku langsung menyusulmu..." Jelas Ricky.
"Maafkan aku Papa Ricky...aku tak jujur padamu mengenai masa laluku...dulu Bayu adalah tunanganku...aku bersalah padamu...maafkan aku..." Tangis Lika pecah di pelukan Ricky. Dengan lembut Ricky mengusap rambut Lika dan mencium keningnya.
"Sudahlah sayang...yang sudah berlalu biarlah berlalu...yang penting sekarang polisi sudah meringkusnya...sayangku...kau bahkan belum makan siang...makan dulu yuk sayang di Cafe itu...kasihan si dedek pasti kelaparan..." Ujar Ricky sambil kembali membuka pintu mobilnya, akhirnya Lika turun dan mengikuti suaminya untuk makan di Cafe itu.
"Sayangku mau makan apa?" Tanya Ricky lembut sambil menciumi tangan Lika.
"Hmm...nasi goreng saja Pa..."
Kemudian Ricky memanggil pelayan dan memesan apa yang Lika inginkan. Karena perutnya sudah sangat lapar, Lika melahap makanannya sampai habis dan tak tersisa.
Setelah selesai makan, mereka bergegas meninggalkan Cafe dan pulang kerumah, tak sampai 5 menit mereka sudah sampai di rumah. Kezia dan Nando langsung menghambur ke arah Lika dan Ricky.
"Ibu...ibu dari mana? Kami kuatir karena sejak pulang sekolah tidak melihat ibu..." Kata Kezia yang langsung bergelayut manja pada Lika. Nando mengikuti apa yang kakaknya lakukan.
"Ibu sudah di sini sayang...ayo...siapa yang ada PR atau tugas dikerjakan dulu...nanti ibu periksa..." Sahut Lika sambil membelai rambut keduanya. Kemudian anak-anak itu segera kembali ke meja belajar mereka masing-masing.
Ricky dan Lika segera kebelakang menemui Sri yang masih duduk melamun dengan wajah sedih.
__ADS_1
"Sri...aku mau bicara padamu..." Kata Lika. Sri mengangkat wajahnya.
"Sri...kami sepakat mengampuni semua kesalahanmu...tapi mohon maaf...kami tidak bisa menerimamu bekerja dengan kami lagi...ini untuk kebaikan semua...besok pagi, kau kemasi barang-barangmu dan pergilah dari rumahku..." Ujar Ricky. Sri kembali menangis.
Lika buru-buru naik ke kamarnya dan mengambil sesuatu dari lemari bajunya, kemudian dengan cepat dia segera turun kembali.
"Sri...aku tau sebenarnya kau orang baik...selama ini kau hanya di peralat oleh orang yang tak bertanggung jawab, aku juga tau kau melakukan semuanya itu demi ibumu yang mau di operasi...ini uang tabunganku selama mengajar, kau pakailah untuk berobat ibumu...semoga beliau lekas sembuh...." Ucap Lika sambil menyodorkan sebuah amplop coklat kepada Sri. Dengan tangan gemetar, Sri menerima pemberian Lika.
"Trimakasih Bu...maafkan saya...saya tidak pantas mendapatkan perlakuan ini...saya sudah sangat berdosa terhadap Nenek..." Tangis Sri sambil menutup wajahnya.
"Sudahlah Sri...lebih baik sekarang kau istirahat sambil mengemasi barangmu...besok pagi akan ku pesankan taksi online untuk mengantarmu ke stasiun, setelah itu kau pulanglah ke kampungmu, temui ibumu..." Ucap Lika. Kemudian Sri langsung bersimpuh di kaki Lika.
"Bu...maafkan saya....saya yang sudah begitu jahat terhadap keluarga ibu...kenapa ibu masih mau membantu saya? Sungguh mulia hatimu Bu...seumur hidup aku tak akan pernah memaafkan diri sendiri..." Tangis Sri. Lika mengangkat bahu Sri dengan tangannya dan membimbingnya berdiri.
"Tuhan saja bisa mengampunimu....masa aku tidak bisa? Berjanjilah kau akan merubah sifatmu, bekerja dengan halal, jujur, sabar....niscaya rejeki akan datang padamu..." Ujar Lika. Kemudian Lika menarik tangan Ricky yang sejak tadi hanya menyimak. Kemudian mereka menaiki tangga ke lantai atas, ke kamarnya.
"Eh...Papa menangis? Sejak kapan?" Tanya Lika setelah melihat wajah suaminya yang sembab dan merah. Ricky langsung memeluk istrinya itu dengan erat.
"Aku sangat beruntung memilikimu sayang....ternyata selain cantik....hatimu juga sangat mulia...aku benar-benar terharu....bahkan kau rela memberikan uang tabunganmu untuk membantu orang yang sudah mengkhianatimu..." Ucap Ricky.
"Sudahlah Papa...uang kan bisa di cari...selama ini juga aku hidup di tanggung seluruhnya oleh Papa...Papa Ricky juga baik...bahkan teramat baik bagiku..." Bisik Lika sambil menghapus air mata yang sempat menetes di pipi Ricky.
__ADS_1
**********