
Sore itu, semua anggota keluarga sedang berkumpul di meja makan, Lia juga baru pulang kuliah, dia datang bersama Leo, pacarnya.
"Nenek...ini makanan banyak sekali, siapa yang masak?" Tanya Lika.
"Nenek dong...di bantu sama Sri..."
"Sri? Sekarang dia dimana?" Tanya Lika lagi.
"Entahlah...tadi terakhir Nenek lihat dia masih di dapur..." Sahut Nenek. Lika segera berdiri dan berjalan menuju ke dapur, dilihatnya dapur itu kosong, Sri tidak ada di sana, namun pintu dapur yang menghubungkan dengan taman belakang rumah nampak terbuka.
Perlahan Lika keluar melewati pintu dapur itu, di ujung dekat taman yang mengarah ke kolam renang nampak Sri sedang berdiri dan terlihat seperti sedang menelepon. Lika perlahan mendekati Sri dari belakang.
"Sri..!" Panggil Lika. Sri menoleh dengan wajah terkejut.
"Eh...I...Ibu...sudah lama Bu?" Tanya Sri gugup.
"Rupanya kamu punya ponsel...kok nggak bilang ke aku berapa nomor ponselmu..."
"I...iya...ini juga pemberian orang Bu..."
"Siapa yang memberikannya?"
"Teman saya Bu...teman sekampung saya..." Jawab Sri.
"Kampung mu di mana Sri?" Tanya Lika lagi.
"Saya asli Bandung Bu...tepatnya di Banjaran.." Sahut Sri.
"Baik...nanti berikan KTP mu padaku ya..."
"Baik..."
"Sri...waktu kemarin aku telepon kenapa kau berbohong padaku? Katanya anak-anak ada di rumah...nyatanya mereka diajak Lia makan di luar...apa maksudmu??" Tanya Lika dengan sorot mata tajam. Sri nampak menunduk.
"Maaf Bu...Saya lupa..."
"Alasanmu sungguh tak masuk akal Sri...tapi aku ingatkan satu hal...jangan pernah berani punya niat buruk pada keluargaku...karena aku akan terus mengawasimu...ingat...aku mulai mencurigaimu..." Kata Lika sambil melangkah meninggalkan Sri yang masih berdiri di tempatnya.
Lika masuk dan kembali keruang makan, Kezia dan Nando nampak asyik menonton film kartun, Nenek sudah kembali ke kamarnya, Lia masih terlihat ngobrol dengan Leo di teras rumah.
Ricky masih setia menunggunya di meja makan.
__ADS_1
"Kau dari mana sayang...?" Tanya Ricky sambil merengkuh pinggang Lika.
"Habis Ketemu Sri...sepertinya dia belum mau jujur...tapi aku akan terus mengawasinya..." Ujar Lika.
"Sudahlah sayang...kalau dia bermasalah dan membuat tidak nyaman...lebih baik kau memecatnya..." Usul Ricky.
"Tidak Pa...itu bukan solusi...dengan memecatnya begitu saja kita jadi tidak tau maksud dan tujuannya...sabar saja dulu sampai semuanya terungkap..." Jelas Lika.
"Ya sudah...sekarang ayo kita berangkat..." Kata Ricky sambil menarik tangan Lika.
"Lho... mau kemana?"
"Ke dokter kandungan..."
"Tidak...kau percaya diri sekali...aku malu...kalau ternyata aku tidak hamil...kenapa Papa tidak bersabar dulu?" Rajuk Lika.
"Sudahlah...ikut saja...ayo...atau mau aku gendong?" Ricky merangkul Lika seolah mau menggendongnya.
"Jangan...baiklah...aku pamit Nenek dulu..." Lika segera berlalu menuju kamar Neneknya.
Setelah pamit dengan Nenek, Lika menyambar jaketnya dan segera masuk ke mobil bersama dengan Ricky.
"Mau kemana kak?" Tanya Lia yang melihat mereka sudah naik ke mobil.
"Siapa yang sakit?" Tanya Lia lagi.
"Tidak ada yang sakit...hanya mau periksa kehamilan..." Jawab Ricky terkekeh. Lika mencubit paha Ricky kencang.
"Hah...periksa kehamilan?" Lia dan Leo saling berpandangan. Lalu mobil yang ditumpangi Ricky dan Lika sudah melesat meninggalkan rumah itu.
Sesampainya di rumah sakit, mereka segera mendaftar di poli kandungan. Karena tidak terlalu mengantri, mereka sudah boleh masuk keruangan dokter kandungan, Dokter Arif. Lika berdebar memasuki ruangan yang belum pernah dia masuki seumur hidupnya. Tangannya terus memegang erat tangan Ricky.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya dokter Arif ramah.
"Ini istri saya sepertinya sedang hamil Dok..." Kata Ricky dengan Percaya dirinya.
"Oh...baik...saya akan memeriksanya...silahkan berbaring sebentar..." Kata Dokter sambil menunjuk ke sebuah ranjang pasien. Perlahan Lika berbaring, dan dokterpun segera melakukan pemeriksaan dengan USG.
"Bagaimana Dok?" Tanya Ricky tak sabar.
"Hmm...ini memang sudah ada kantong kehamilan...tapi masih sangat kecil sekali...menurut hasil USG, kandungan sudah berusia 5 Minggu..." Jelas Dokter.
__ADS_1
"Ah...dokter bercanda nih...saya menikah sebulan saja belum..." Celetuk Lika.
"Begini Bu...saya tanya sekarang, Kapan terakhir ibu datang bulan?" Tanya dokter, Lika nampak berpikir.
"Lah seingat saya waktu pas sebelum menikah dok...setelah itu saya tidak dapat lagi...saya malah gak perhatikan..." Jawab Lika.
"Nah...itu Bu...usia kandungan kan dihitung dari situ...bersyukur saja...berarti ibu dan bapak sama-sama subur..." Kata Dokter tersenyum. Ricky langsung memeluk Lika.
"Tuh...bener kan sayang...tebakanku...sebentar lagi kita punya bayi...aku bahagia sekali sayang..." Ucap Ricky sambil menciumi tangan Lika.
"Bagaimana aku gak hamil cepat...semua benihmu kau taruh di perutku semua..." Gumam Lika. Ricky dan dokter tertawa, Lika menunduk malu.
"Baiklah...jaga kandungan sebaik mungkin...jangan terlalu sering dan kuat berhubungan...karena janin masih kecil...saya akan memberikan vitamin dan penguat janin..." Jelas dokter.
"Siap dokter...saya akan pelan-pelan saja kalau berhubungan..." Sahut Ricky. Lika kembali mencubit paha Ricky keras.
"Dasar tak tau malu!!" Ketusnya. Kemudian mereka segera meninggalkan ruangan dokter dan kembali duduk di lobby menunggu resep vitamin dan obatnya selesai.
"Aku bahagia sekali sayang...ini patut di rayakan..." Ucap Ricky dengan wajah yang berbinar cerah.
"Tapi Papa jangan berlebihan juga kali...malu pa...kita kan bukan pasangan muda lagi..." Cetus Lika.
"Siapa bilang...kita masih muda tau...aku masih sanggup membuat sepuluh anak lagi..." Kata Ricky.
"Kau enak cuma membuat....tapi aku yang mengandung dan melahirkan...!" Segah Lika.
Setelah mereka mendapatkan resep vitamin dan obat, mereka segera menaiki mobilnya dan kembali pulang menuju kerumah.
Sesampainya di rumah, di ruang keluarga, dengan antusias Ricky berteriak menggegerkan seisi rumah.
"Pengumuman...! Pengumuman...! Akan ada calon anggota baru di rumah ini....aku akan menjadi ayah lagi...Ibu guru cantik ini akan punya bayi...Kezia dan Nando akan punya adik...!!!! Malam ini kita makan enak...aku akan traktir semuanya...untuk merayakan kebahagiaanku...!!!" Teriak Ricky.
"Hah...kita mau punya adik bayi Nando!" Seru Kezia yang keluar dari kamarnya karena mendengar teriakan Papanya.
"Asyyiiiikkk....!!" Teriak Nando senang.
"Lho.. kok cepat sekali...bahkan kau belum sempat mengajar lagi di sekolah..." Ujar Nenek bingung.
"Wah.. kak Lika hebat...pak Ricky juga keren...!" Seru Lia sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Sayang...besok aku akan mengantarmu kesekolah...buatlah malam ini surat pengunduran dirimu..." Ucap Ricky.
__ADS_1
"Papa...masa aku harus berhenti mengajar..." Wajah Lika nampak muram.
"Bukan berhenti sayang...tapi kau akan tetap mengajar di sini...di rumah ini...nanti setelah sekolah yang ku buat jadi...kau bisa mengajar sepuasmu...ini hanya demi kahamilan mu...demi bayi kita..." Ujar Ricky sambil memeluk tubuh Lika. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba air mata Lika tumpah dengan derasnya.