
Pagi-pagi sekali sebuah mobil sudah terparkir di depan rumah Lika, dengan agak terburu-buru seorang pria tampan turun dari dalam mobil itu. Kemudian dia membuka pintu pagar dan mengetuk nya, Lika keluar diikuti oleh Kezia dan Nando.
"Papa...!" Teriak Nando sambil berlari lalu memeluk Papanya itu, Kezia pun mengikutinya.
"Trimakasih Bu guru...sudah menjaga anak-anakku dengan baik..." Ucap Ricky sambil menatap Lika dalam.
"Iya pak...saya kembalikan anak-anak...dan mohon bapak bisa lebih menjaga mereka..." Sahut Lika.
"Apa yang telah terjadi Bu...?" Tanya Ricky yang mulai curiga sambil merangkul kedua buah hatinya.
"Mmm...tidak ada..." Jawab Lika lirih.
"Baiklah, aku mau pamit pada Nanak dan adikmu, mereka ada didalam kan..." Lanjut Ricky.
"Mereka pergi ke pasar pak...mungkin sebentar lagi pulang...oya pak, kalau pergi kemanapun tolong jaga dan perhatikan anak-anak ya...aku mohon pak..." Ungkap Lika tak dapat lagi menyembunyikan kegundahan hatinya.
"Sebenarnya ada apa Bu...ayo ceritakan lah padaku...apakah ini menyangkut kedua anakku?" Ricky melepaskan rangkulannya dan tangannya beralih memegang kedua bahu Lika, kembali matanya menatap dalam seperti sedang menunggu jawaban.
"Papa...Bu Lika baik kok, dari kemarin kami hanya menghabiskan waktu dirumah, dan nenek selalu masak yang enak-enak buat kami, Bu Lika hanya tidak memperbolehkan kami keluar, itu aja Pa...jadi jangan marahin Bu Lika ya Pa..." Rajuk Kezia tiba-tiba, Nando hanya mengangguk mengiyakan.
"Kezia, Nando...bawa barang kalian dan cepat masuklah ke mobil..." Perintah Ricky, kemudian Kezia dan Nando segera masuk kerumah mengambil barang mereka kemudian masuk kedalam mobil Ricky yang masih menyala.
"Pak...lihatlah ini..." Lika menyodorkan ponselnya, kemudian Ricky membaca pesan yang tertera didalamnya, matanya terbelalak lebar.
"Kurang ajar! Siapa yang berani mengirimkan pesan ini...?!" Pekik Ricky dengan wajah yang merah padam.
"A...Aku tidak tau pak...bisa jadi itu adalah mantan istri bapak, Mamanya anak-anak..." Sahut Lika.
"Tidak mungkin! Dia sudah pergi jauh bersama kekasihnya, tidak mungkin dia kembali..." Kata Ricky sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Sesuatu bisa saja berubah pak...kita tidak tau itu...tapi andai saja itu benar, ijinkanlah dia untuk bertemu dengan anak-anak...mungkin dia rindu...walau bagaimana hubungan ibu dan anak kandung tak dapat untuk dipisahkan..." Ungkap Lika.
"Tidak! Mereka hanya milikku...!"
"Jangan egois pak...dari pada dia menggunakan jalur yang aneh-aneh, seperti penculikan misalnya...itu lebih mengerikan lagi..." Jelas Lika. Ricky menarik napas panjang.
"Tidak ada yang berhak mengambil mereka dariku...termasuk ibunya sendiri...dan kau Bu guru...jika ada yang mengirimi pesan seperti itu lagi...ku mohon abaikanlah...jangan sampai dirimu ikut terseret dengan masalahku...nanti aku pikirkan bagaimana solusinya..." Kata Ricky.
"Terserah Pak Ricky...aku juga tak berhak ikut campur...sekarang pulanglah...anak-anak sudah menunggu..." Sergah Lika.
"Trimakasih Bu...maaf telah membuatmu tidak nyaman...nanti aku hubungi lagi...aku pamit..." Kemudian Setelah Ricky mengatupkan kedua tangannya di dada, dia segera berbalik dan menaiki mobilnya.
"Bye...Bu Lika....nanti kita main lagi ya..." Teriak Nando dari dalam Mobil.
"Kapan-kapan kita nginep di rumah Bu Lika lagi ya..." Sambung Kezia sambil melambaikan tangannya. Lika juga membalas dengan melambaikan tangannya sampai mobil mereka menghilang di belokan jalan.
***********
Lika segera memarkirkan mobilnya di tempat parkiran di depan kantor pemasaran tersebut, sinar matahari yang sangat terik siang itu seolah membakar kulit kedua gadis itu, mereka pun bergegas masuk kedalam kantor pemasaran yang hawanya sangat sejuk itu, lalu keduanya duduk di sofa menghempaskan tubuhnya yang agak letih karena kepanasan.
"Huft...panas banget diluar ya kak...untung kita sudah cepat sampai disini..." Ucap Lia sambil meneguk sebotol air mineral.
"Kamu tunggu sini ya Lia....aku mau tanya ke dalam sebentar..." Kemudian Lika segera masuk kedalam menemui marketingnya. Ternyata didalam ada beberapa orang, salah satunya adalah marketing Lika dan seorang customer service.
"Slamat siang mbak....ada yang bisa kami bantu....ayo silahkan duduk...." Kata marketing itu ramah.
"Hmm.. ini Mas...sy may membayarkan sisa DP rumah yang kemarin itu, ke bank atau langsung setor ke sini ya...soalnya dari awal saya bingung prosesnya kok tanpa melalui bank...padahal kan saya ambil kredit rumahnya..." Jelas Lika. Kemudian marketing itu mengarahkan Lika untuk duduk di depan customer service. Kemudian Customer service membuka file di komputernya.
"Begini mbak...menurut laporan dari management, DP dan semua harga rumah telah lunas dibayar..." Kata Customer service itu, Lika melotot tak percaya.
__ADS_1
"Hah? Jangan becanda Mas...ini saya serius mau bayar Sisa DP nya dulu.. nanti kan bulanannya saya cicil lagi...coba lihat mungkin masnya salah..." Ucap Lika.
"Benar mbak....rumahnya kan atas nama Malika kan...coba lihat nih data-datanya benar tidak...." Kata Customer service sambil memutar posisi komputernya sehingga terlihat oleh Lika. Lika ternganga melihat biodatanya yang begitu komplit dan ada keterangan lunas disana, bukan hanya lunas DP, tapi rumahnya pun sudah lunas terbayar.
"Mas... katakan siapa yang telah membayar rumah ini..." Ucap Lika agak gemetar.
"Developer yang membayarnya mbak..." Sahut customer service itu singkat.
"Iya developer siapa??" Tanya Lika tak sabar.
"Pak Ricky yang telah membayarnya mbak..."
"Pak Ricky??" Lika ternganga. Customer service itu hanya menganggukan kepalanya.
"Baik....trimakasih..." Lika segera berdiri dan membalikan tubuhnya meninggalkan tempat itu, Lia yang melihat sikap kakaknya yang nyelonong keluar tanpa permisi sangat keheranan. Kemudian dia segera mengejarnya.
"Kak...kak Lika! Tunggu kak..." Teriak Lia hingga mereka sampai di parkiran.
"Ada apa sih kak...ada masalah?" Tanya Lia dengan nafas tersengal-sengal.
"Ya.. masalah...pak Ricky telah membayar rumah yang kita beli..." Sahut Lika datar.
"Hah.. kok bisa...apa maksud pak Ricky ya kak..." Tanya Lia keheranan.
"Aku juga tak tau...sekarang ayo kita ke rumah pak Ricky, aku mau menanyakan hal ini padanya...aku tidak mau menerima begitu saja pemberiannya tanpa ada maksud yang jelas..." Ucap Lika sambil mulai menaiki dan menyalakan motornya.
"Tapi kakak tenang dulu ya...jangan emosi dulu...ingat kak, disana ada Kezia dan Nando..." Kata Lia mengingatkan.
""Ayo cepat naik! Kamu mau ikut gak?" Lika mulai sewot, Lia segera naik dan tidak berkomentar lagi karena dia tau kakaknya saat ini sedang marah besar.
__ADS_1
*************
Mohon dukungan untuk author dengan meninggalkan jejak... like, comment and vote thanks...