Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Setitik Harapan


__ADS_3

Siang itu di hari yang cerah, Ricky mengikuti Lika ditemani Kezia dan Nando pergi kerumah sakit.


Lika akan mempertemukan Ricky dengan Sarah, mantan istrinya dulu, yang kini berbaring lemah dirumah sakit melawan penyakitnya.


Sesampainya di koridor lantai 3, di dekat ruang 124, ruang di mana Sarah berada, Lika menghentikan langkahnya, dia menoleh menatap Ricky dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Pak Ricky, diruang itu mbak Sarah, mantan istrimu berbaring sakit, dia terkena kanker rahim stadium 3, katanya Minggu depan dia akan menjalani operasi...aku mohon...bersikaplah yang baik terhadapnya...lupakan masa lalu yang pernah membuatmu terluka...saat ini hanya dirimu dan anak-anakmu yang menjadi harapan dan semangatnya..." Ucap Lika.


"Aku tidak bisa janji Lika...aku bahkan bingung dan belum siap untuk bertemu dengannya lagi... apalagi dalam keadaan seperti ini..." Kata Ricky.


"Kau pasti bisa Pak Ricky... paling tidak berikan dia setitik harapan... dan...aku hanya bisa mengantarmu sampai disini..." Ucap Lika.


"Mau kemana? Aku butuh kamu menemaniku..." Sergah Ricky sambil menggenggam tangan Lika. Perlahan Lika melepaskan genggaman tangan itu.


"Tidak pak... ada anak-anak bersamamu...masuklah..." Sahut Lika sambil membalikan tubuhnya.


"Ibu kenapa gak ikut masuk? Ayo masuk Bu...kita lihat Mama..." Kata Kezia sambil menarik tangan Lika.


"Sayang...kalian masuklah...didalam ada Mama yang membutuhkan kalian...buat Mama senang ya...biar Mama bisa cepat sembuh... ibu Lika harus pulang sekarang..." Jawab Lika sambil mengelus rambut Kezia dan Nando.


Kemudian Lika segera berlalu dari ruangan itu tanpa menoleh lagi.


"Papa ayo masuk....kita lihat Mama..." Tiba-tiba Nando sudah menarik tangan Ricky.


Akhirnya dengan perlahan Ricky membuka pintu ruangan itu, diikuti oleh Kezia dan Nando.


Sarah terlihat berbaring dengan selang infus yang masih terpasang, mendengar ada suara pintu di buka, diapun menoleh.


"Mama...!" Seru Nando yang langsung berlari kearah Sarah. Ricky masih berdiri mematung menatap mantan istrinya yang sekarang ada di hadapannya.


Melihat Papanya hanya berdiri, Kezia menarik Papanya datang mendekati Sarah.


"Hmm....Ricky...apa kabar? Lama tidak melihatmu..." Sapa Sarah lirih.


"Ba...baik...bagaimana keadaanmu?" Tanya Ricky gugup. Sungguh dia belum siap menghadapi Sarah saat ini.


"Aku...? Seperti yang kau lihat sekarang...aku tak berdaya..." Sahut Sarah dengan pandangan lurus ke depan.


"Kau pasti bisa sembuh..." Ucap Ricky.

__ADS_1


"Ma...papa sudah mendaftarkan aku ke SMP yang bagus lho...bulan depan aku sudah SMP..." Celetuk Kezia dengan wajah bangga.


"Oya...siapa yang pilihkan sekolahmu? Papa?" Balas Sarah.


"Bukan Ma...tapi Bu Lika...dia yang Carikan sekolah untukku, Nando juga sekarang jadi pintar karena diajarin sama Bu Lika...pokoknya Bu Lika itu hebat Ma..." Cerita Kezia.


"Iya Ma... waktu Nando sakit, Bu Lika juga yang bawa Nando ke dokter...masakin buat Nando sampe sembuh..." Tambah Nando.


"Oya...hebat sekali Bu Lika... Apa kalian sayang sama Bu Lika?" Tanya Sarah.


"Iya dong Ma...kami sayaang banget sama Bu Lika...karena dari semua guru...cuma Bu Lika yang perhatian dengan kami..." Jawab Kezia. Nando ikut Menganggukan kepalanya.


"Maafin Mama ya...Mama tidak ada pada saat kalian membutuhkan kasih sayang Mama... Mama jahat sama kalian... meninggalkan kalian begitu saja...maafkan Mama..." Ungkap Sarah. Air matanya tak kuasa mengalir dipipinya.


"Maaa....tapi kami juga sayang sama Mama..." Kata Nando yang tiba-tiba ikut menangis.


"Sudahlah....Kezia, bawa adikmu duduk di sofa...Papa mau bicara dengan Mama..." Perintah Ricky ketika melihat pemandangan dihadapannya.


Ricky mendekat kepada Sarah dan menggenggam tangannya.


"Sarah...jangan menangis...kau pasti akan sembuh... teruslah berjuang..." Kata Ricky.


"Tidak...walaupun kau ada di hadapanku sekarang...tapi hatimu bukan lagi milikku...aku tak pantas lagi ada bersama kalian..." Tangis Sarah.


Tiba-tiba Sarah memegang perutnya, dia merasakan sakit itu datang lagi. Sakit yang biasanya selalu datang dan kini muncul kembali.


"Aaaahhh....sakiiit....!!' Teriak Sarah. Kezia dan Nando langsung menghampirinya.


"Mama kenapa Pa...?" Tanya Kezia panik.


Sarah terus berteriak menahan sakit, sampai seorang perawat datang memeriksanya.


"Maaf Pak...dan adik-adik mohon tunggu diluar dulu...saya mau memberi obat untuk mbak Sarah...biarkan dia istirahat dulu..." Kata Perawat.


Kemudian Ricky menggandeng Kezia dan Nando keluar dari ruangan itu, anak-anak itu masih menangis melihat kondisi Mamanya seperti itu.


Ricky memeluk kedua anaknya itu, berusaha menenangkan hati mereka.


"Kalian tenang...Mama tidak apa-apa...Mama hanya sedang berjuang menahan sakitnya..." Hibur Ricky.

__ADS_1


"Tapi...Mama bisa sembuh kan Pa..." Kata Kezia terisak.


"Iya sayang...Mama pasti sembuh...kita berdoa saja untuk Mama ya..." Sahut Ricky lirih. Tanpa sadar air matanya juga menetes di pipinya.


************


Lika masih berjalan di area depan rumah sakit menunggu taksi yang sudah dia pesan. Dadanya yang sejak tadi bergemuruh mulai dapat tenang setelah beberapa kali Lika menarik napas panjang.


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti dihadapannya, tapi bukan taksi online yang dia pesan. Itu adalah mobil Alan.


"Bu Lika ayo naik...!" Seru Alan sambil membuka jendela mobil. Karena jalanan sedang macet, Lika pun menuruti naik ke mobil Alan.


"Pak Alan kenapa ada di sini? Aku sudah pesan taksi tau...kasihan kan abangnya aku cancel..." Cetus Lika agak kesal.


"Tenang dulu napa bu... tadi aku ke rumahmu...kata orang rumah kamu kerumah sakit...jadi aku susul deh..." Jelas Alan.


"Lah...ngapain pake nyusul segala?"


"Aku mau tanya....Bella beneran mau keluar dari sekolah?" Tanya Alan serius.


"Pak Alan nyesel ya... makanya... terima dong Miss Bella...dia mau sekolah lagi ke luar negri pak.. setelah itu dia akan meneruskan usaha orang tuanya..." Jelas Lika.


"Oh...baguslah kalo begitu...aku pikir karena dia malu ketahuan yang jadi biang kerok selama ini..." Ujar Alan.


"Jangan suka negatif thinking pak Alan... hanya mau omongin hal itu...sampe pake nyusul kerumah sakit segala!" Gerutu Lika.


"Udah jangan sewot Bu...ngomong-ngomong gimana tuh pak Ricky dengan mantan istrinya..."


"Ooh...Aku tau nih...jadi maksud pak Alan mau kepoin mereka ya... udah pak...gak usah ikut campur deh..." Sergah Lika.


"Bukan itu maksudku Bu...aku tau hubunganmu dengan pak Ricky lebih dari sekedar teman..." Sahut Alan.


"Pak Alan....saat ini mbak Sarah lebih membutuhkan keluarganya...jadi kumohon jangan usik mereka..." Ucap Lika.


"Bagaimana dengan perasaanmu ?"


"Kesembuhan dan harapan mbak Sarah itu jauh lebih penting dari perasaanku... walau bagaimana mereka adalah keluarga..." Ungkap Lika lirih.


"Kalau begitu...ijinkan aku selalu ada untuk menemanimu... paling tidak memberikan bahuku untuk sekedar tempat menangis ..." Kata Alan sambil menatap wajah Lika.

__ADS_1


**********


Hi readers....author ucapkan banyak trimakasih atas dukungan Like, vote and comment nya...🤗❤️🙏


__ADS_2