
Ricky menyuruh beberapa anak buahnya segera merenovasi rumah baru dengan cepat, targetnya satu Minggu harus jadi. Hari Minggu sore, Ricky dan anak-anaknya akan pulang ke Bandung untuk menyelesaikan beberapa tugas di sana, dan mengurus kepindahan sekolah anak-anak.
"Sayang...secepatnya aku akan kembali, tolong Carikan sekolah yang terbaik untuk anak-anakku...aku percaya padamu..." Kata Ricky saat sedang membereskan barang-barangnya.
"Bu Lika.. Pak Alan sudah gak ngajar lagi disekolah...dia sudah pindah..." Cetus Nando tiba-tiba.
"Oya...pindah kemana? kenapa tidak bilang padaku?" Gumam Lika.
"Sudahlah...mungkin dia sedang mencari jodohnya..." Sahut Ricky cuek.
"Jangan seperti itu Pak...walau bagaimana dia itu kan temanku...kalau bukan karena dia aku juga tidak tau mau tinggal di mana di Jogja...aku harus berterimakasih padanya..." Ujar Lika.
"Ya...ya...asal kau jangan terlalu sering bicara dengan pria lain termasuk dia...Kezia! Nando! Kalian masuklah ke dalam...Papa mau bicara berdua dulu dengan ibu guru..." Teriak Ricky. Kedua anak itu yang sedang membereskan barangnya seketika beranjak dari tempatnya.
"Huh...Papa sekarang gitu...maunya nempel sama Bu guru terus...kita kan juga mau ngobrol sama Bu guru sebelum pulang!" Sungut Kezia, kemudian dia segera masuk kedalam.
"Pak Ricky...jangan gitu lah sama anak-anak..." Sergah Lika.
"Kalau dibiarkan kapan aku ada waktu berdua denganmu..." Rajuk Ricky sambil merengkuh pinggang Lika.
"Ish...mulai deh...malu sama anak pak..." Kata Lika.
"Oya, aku sudah menitipkan sejumlah uang ke Nenek untuk persiapan pernikahan kita nanti.. kau pilihlah gaun yang menurutmu bagus, carilah gedung atau undangan atau catering terserah yang kamu mau...aku ikut saja...apapun pilihanmu aku setuju...itu semua tidak penting bagiku...yang penting aku bisa memilikimu seutuhnya.. " Ucap Ricky.
"Iya...trimakasih pak...nanti aku tambah dengan uang tabunganku..."
"Tidak...tidak perlu...kau mau menjadi istriku saja itu sudah membuatku sangat bahagia..." Segah Ricky.
Tiba-tiba ponsel Ricky berdering, segera dia meraih ponselnya dan mengusap layarnya, ada telepon dari mbok Narti.
"Halo mbok ..."
"Halo Pak...bapak kapan pulang? Ibu Sarah kabur pak dari rumah sakit...baru hari ini dia menghilang!" Seru mbok Narti panik.
"Lho...kok bisa mbok?!"
"Saya juga nggak tau Pak.. kata Susternya pas tadi jam kunjungan pasien...karena suasana ramai, dia pakai kesempatan itu...sepertinya ada yang membawanya kabur..."
__ADS_1
"Coba hubungi pihak rumah sakit mbok...minta lihat CCTV nya...atau lapor polisi sekalian!" Geram Ricky.
"Saya gak berani Pak...bapak pulang cepat saja...susternya juga sekarang sibuk cari Ibu Sarah kemana-mana..."
"Ya sudah....tunggu aku pulang!" Kemudian Ricky mematikan ponselnya.
Ricky menghempaskan tubuhnya di kursi teras, kemudian menarik napas berat.
"Ada apa sih pak...baru tadi kau bersemangat..." Ucap Lika sambil mengusap bahu Ricky.
"Sarah kabur dari rumah sakit...dia selalu merepotkan! Rasanya aku ingin membiarkan saja dia kabur dan pergi dalam hidupku...tapi...aku memikirkan anak-anakku...bagaimana perasaan mereka..." Ungkap Ricky lirih.
"Tenang dulu pak...lebih baik kau urus setelah kau tiba di Bandung, sekarang bersiaplah...kau harus cepat ke bandara, nanti terlambat..." Kata Lika. Tiba-tiba Lika menunduk dan mengecup bibir Ricky dengan lembut.
Cup...
"Kalau ini bisa meringankan beban mu...aku akan melakukannya..." Bisik Lika. Ricky tersenyum.
"Kenapa cuma sebentar? Kau tau saja kalau aku hanya bisa bahagia saat ada di dekatmu...aku tak perduli Sarah kabur atau tidak...aku tetap menikahimu...siapkan dirimu sayang..." Ujar Ricky sambil mengusap rambut Lika. Tak lama Kezia dan Nando sudah muncul dari dalam.
"Iih...papa pacaran aja sama Bu guru...masa kita di cuekin ya Kak..." Celetuk Nando dengan wajah cemberut.
"Ricky...hati-hati di jalan...jaga dirimu supaya pernikahan kalian lancar...jangan kuatir, akan ku jaga dengan ketat cucuku itu...kalau perlu dia cuti mengajar saja..." Kata Nenek.
"Idih...Nenek terlalu berlebihan!" Cetus Lika.
"Tenang Nek...pokoknya secepatnya kami akan kembali...kalian bersiap-siaplah mulai dari sekarang pindah kerumah baru...aku sudah menyuruh orang untuk merapikannya...Lika, tolong kau sering kontrol pekerjaku...aku takut mereka lambat bekerja...di sana ada tangan kananku yang kupercaya untuk mengawasi prosesnya...tapi tetap saja aku lebih percaya padamu..." Ungkap Ricky.
"Baik pak.. kau tenang saja..." Sahut Lika.
"Dan kau Lia...bantu kakakmu untuk memilih gaun pengantin yang paling indah dan bagus...juga pakaian untuk kalian semua, gedung, undangan, catering semua ku serahkan pada kalian...kalau uangnya kurang langsung lapor padaku..." Tambah Ricky.
"Siap Pak...!" Jawab Lia.
"Kezia, Nando...semua tas sudah masuk ke mobil?" Tanya Ricky sambil melirik kedua anaknya yang masih berdiri.
"Sudah Pa..." Jawab mereka kompak.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku pamit....trimakasih atas semua jamuan kalian selama kami di sini..." Ucap Ricky sambil menghampiri Nenek dan mencium tangannya.
"Iya Nak...hati-hati..." Sahut Nenek.
Kemudian Ricky segera menuntun Kezia dan Nando masuk kedalam mobil, sebelum naik, Ricky berjalan menghampiri Lika yang masih berdiri.
"Aku pulang dulu ya sayang...jaga dirimu baik-baik..." Ucap Ricky sambil memeluk dan mengecup kening Lika. Kemudian dia masuk ke mobil dan mobil mulai dinyalakan, lalu perlahan mobil itu bergerak meninggalkan rumah Lika.
"Daa....daa ibu Lika, Nenek buyut, Tante Lia...sampai ketemu ya...!" Teriak Kezia dan Nando dari jendela mobil. Lika, Nenek, dan Lia melambaikan tangan mereka.
Mereka tetap berdiri sampai mobil yang di kendarai Ricky lenyap di belokan jalan.
"Ciyeee.....yang mau jadi pengantin...uhuuy...!!" Goda Lia sambil mencolek pinggang Lika.
"Apaan sih nih anak....udah sana masuk...bisanya usil saja!" Cetus Lika sambil berjalan masuk kedalam rumahnya. Disusul oleh Nenek dan Lia yang tak berhenti tersenyum.
"Kak...kapan kau ajak aku cari gaun?? Aku sudah tak sabar lho...!" Teriak Lia dari belakang.
"Nanti.. aku mau tidur dulu!" Sahut Lika.
Tin...tin...tin...
Sebuah motor pos berhenti di depan rumah, Lia menoleh dan menghampirinya.
"Ini rumah ibu Malika? Ini ada surat..." Kata Pak pos sambil menyerahkan selembar surat.
Iya betul..." Jawab Lia. Lalu Lia menerimanya dan bergegas masuk kembali kerumah.
"Kakak! Ini ada surat untukmu...!" Panggil Lia. Lika keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah Lia yang menyodorkan surat.
"Dari siapa??" Tanya Lika.
"Tidak tau...tidak ada nama pengirimnya, hanya ada nomor telepon..." Sahut Lia.
"Baik...biar ku baca di dalam kamar..." Kata Lika sambil berjalan kembali masuk ke kamarnya.
"Kalau sudah baca kasih tau aku ya kak!" Teriak Lia ingin tau.
__ADS_1
***********