Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Pindah ke Jakarta (Bonus Chapter Terakhir)


__ADS_3

Malam itu, keluarga Ricky terlibat makan malam bersama di sebuah meja makan besar di rumahnya.


"Malam ini aku mau memberitahukan, kita akan secepatnya pindah ke Jakarta, usahaku semakin berkembang, dan sekarang aku punya gedung sendiri karena usahaku ini sudah sampai tingkat internasional," ucap Ricky yang di tunjukan pada keluarga besarnya.


"Kalau Ibu sih setuju saja, kemanapun Papa Ricky pergi, ibu akan ikut, Given, Gavin dan Tasya juga pasti ikut, bagaimana Nek?" tanya Lika sambil melirik kearah Neneknya yang sedang makan di bantu oleh Mbok Narti.


"Nenek sih terserah kalian saja, yang penting Nenek bisa menikmati masa tua bersama kalian!" sahut Nenek.


"Kalau kau bagaimana Kezia? Kuliahmu bagaimana? Apa kau akan ikut pindah ke Jakarta atau tetap di sini tinggal dengan Tante Lia?" tanya Lika. Kezia, yang kini sudah menjadi seorang mahasiswi semester 7 nampak sedang berpikir.


"Entahlah Bu, aku bingung, selama ini aku tidak pernah berpisah dengan Papa, tapi kuliahku juga tanggung," jawab Kezia sedikit bimbang.


"Kita masih punya waktu, kau boleh berpikir dulu Nak, Papa juga kuatir kalau kau tinggal jauh dari Papa!" ucap Ricky.


"Ibu tau, Papa pasti kuatir karena Kezia kini sudah menjadi seorang gadis yang sangat cantik!" Goda Lika pada Ricky sambil menggenggam tangan suaminya itu.


"Ah sayang, jangan bilang begitu, walau Kezia sudah dewasa, tapi aku masih bertanggung jawab atasnya, ada di dekatku saja banyak pria yang menggodanya, apalagi dia jauh dariku!" jawab Ricky.


"Kalau begitu, Papa bantu Carikan aku kampus yang sesuai dengan jurusanku, lagipula kan sebentar lagi aku akan lulus!" ujar Kezia.


"Tuh kan, ternyata Kezia juga takut jauh dari Papa, nanti ibu juga bantu cari, karena ibu juga harus meninggalkan Mercy School, mau tidak mau ibu harus mempercayakan Mercy School pada Pak Alan dan Miss Bella, karena mereka adalah orang-orang yang berkompeten dalam dunia pendidikan!" kata Lika.


"Aku berharap kalian semua ikut pindah ke Jakarta, karena bagiku keluarga adalah segalanya, hartaku yang tidak dapat di tukar dengan apapun!" ucap Ricky sambil mengakhiri makan malamnya.


*****


Kezia gelisah di kamarnya, pikirannya mendadak kacau saat Papanya memberi keputusan mengenai kepindahan mereka ke Jakarta, itu berarti mereka akan meninggalkan kota Jogja, dan Kezia akan berpisah dengan ... Kekasihnya.


Kezia meraih ponselnya yang terletak di atas meja kamarnya, kemudian di mulai menghubungi Robby, kekasih yang tidak pernah di publikasikan di keluarganya, karena Ricky tidak suka Kezia memiliki kekasih.


"Halo..."

__ADS_1


"Halo Robby, bisakah kau menunggu di tempat biasa malam ini? Aku perlu bicara padamu Robby!" kata Kezia pada Robby, kekasihnya.


"Kapan? Sekarang?" tanya Robby.


"Iya, sekarang! Tunggu aku di tempat biasa ya, ada hal penting yang ingin aku sampaikan!" ujar Kezia yang langsung mematikan ponselnya.


Kemudian gadis yang kini berusia 22 tahun itu mulai berganti pakaian.


Setelah rapi, Kezia segera meraih kunci mobilnya dan bergegas keluar rumah, dia melewati Lika yang duduk di ruang tamu sambil menemani Given dan Gavin belajar.


"Kau mau kemana Kezia? Tapi betul!" tanya Lika.


"Aku mau keluar sebentar Bu, aku ada janji dengan teman!" sahut Kezia.


"Kau sudah pamit Papa Ricky?" Kezia menggelengkan kepalanya.


"Ibu tolong pamitkan ya, Kayaknya papa sudah tidur deh!" ujar Kezia.


"Baiklah Kezia, kau hati-hati ya, sebelum jam 9 malam kau sudah harus pulang kerumah!" kata Lika.


Kezia segera melajukan mobilnya menuju ke sebuah Cafe yang tidak jauh dari rumahnya.


Seorang pemuda telah menunggu di sana, melihat kedatangan Kezia, pemuda itu tersenyum.


"Apa yang mau kau bicarakan Kezia?" tanya Robby.


"Rob, mungkin dalam waktu dekat aku akan pindah ke Jakarta, lalu, bagaimana dengan hubungan kita?" tanya Kezia balik.


"Yah, kata orang, hubungan jarak jauh itu sangat tidak enak, tapi mau bagaimana lagi? Aku juga tidak mungkin menculikmu kan?" Robby tersenyum menggoda.


"Berani kau melakukan itu Papaku pasti akan memggantungmu!" cetus Kezia.

__ADS_1


"Ups! Aku lupa kalau Papamu itu sangat posesif, baiklah, kita jalan apa adanya saja, lagipula kan sekarang jaman canggih!" ujar Robby sambil mengusap rambut Kezia.


"Robby, bisakah kau setia padaku?" Kezia menatap Robby penuh arti.


"Kita sudah berhubungan sejak awal kau masuk kuliah, walaupun diam-diam, masa kau tidak percaya padaku?" ucap Robby.


"Maaf Rob, bukan aku tidak percaya, tapi ..."


"Sudahlah Kezia, turuti saja kemauan orang tuamu yang akan pindah, hubungan jarak jauh itu asyik tau!" ujar Robby. Kezia hanya tersenyum kecut menanggapinya.


****


Hai pembacaku yang Budiman...


Ini adalah bonus chapter terakhir yaa, setelah ini Author tidak akan menulis lagi di sini...


Tapi akan ada sekuel dari kisah ini, sebuah kisah yang baru saja di rillis, kalau masih kangen dengan keharmonisan keluarga Lika dan Ricky, silahkan membaca sekuelnya dan jangan lupa dukung author nya dengan like dan memfavoritkan cerita...


Judul ceritanya adalah 'Heart's Owner'


Mengisahkan tentang Kezia yang telah berubah menjadi wanita dewasa, yang berusaha setia dengan sang kekasih walaupun terbentang jarak.


Namun dia harus menelan kepahitan ketika di ketahui bahwa sang kekasih hatinya berselingkuh dengan temannya sendiri.


Hal itu membuatnya sangat depresi dan nyaris bunuh diri, namun peran sang Ibu dapat kembali membangkitkan Kezia, apalagi setelah Kezia bertemu dengan Jonathan, pemuda dari kampung yang ternyata bekerja di perusahaan Papanya, Pak Ricky.


Perbedaan status sosial dan sifat justru membuat mereka saling tergantung satu dengan yang lain.


Dalam kisah ini juga ada sekuel 'Cinta Selembut Awan' Mereka semua akan di pertemukan dalam cerita ini.


Yuk ah....kita mulai baca ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak ya guys ... untuk pertanyaan bergabung di grup chat, Author akan mencoba menjawab semua pertanyaan kalian.

__ADS_1


Trima kasih...


Love you all....🤗😘😍🙏


__ADS_2