Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Rumah Sakit


__ADS_3

Lika dan Ina berjalan menyusuri koridor di lantai 3 rumah sakit itu, kemudian sesampainya di ujung lorong, mereka bertanya kepada suster jaga yang ada di situ.


"Slamat sore suster..kamar nomor 124 ada disebelah mana ya..." Tanya Lika.


"Oh...ruang 124 ada di sebelah sana, ruang rawat intensif..." Jawab Suster itu sambil menunjukan tangannya ke arah yang dimaksud.


"Trimakasih suster..."


Kemudian Lika dan Ina segera berjalan menuju lorong yang ditunjukan suster, sampai mereka menemukan kamar nomor 124 yang kini ada di hadapan mereka.


"Kita masuk gak ya...? Tanya Lika ragu-ragu.


"Masuk lah Bu...udah jauh-jauh masa cuma diluar aja..." Sahut Ina.


"Tapi...aku kan gak kenal siapa yang didalam..." Kata Lika.


"Sama...udah gak apa-apa...kita kan bareng-bareng Bu...ayo..." Ina kelihatan semangat.


Akhirnya dengan perlahan mereka membuka pintu kamar itu, di dalam kamar itu ada sebuah ranjang pasien, terbaring seseorang yang sedang tidur menyamping menghadap ke jendela, tidak kelihatan wajahnya karena posisinya membelakangi pintu masuk.


Di tangannya terpasang jarum infus, ada beberapa selang yang terpasang di tubuh orang itu, ternyata orang itu adalah seorang wanita, terlihat dari rambut panjangnya.


Perlahan Lika mendekati wanita itu. Wanita yang kelihatan kurus itu nampak menyadari kehadiran orang lain di kamarnya, kemudian dia membalikan tubuhnya.


Selang pernapasan nampak menutupi sebagian wajah wanita itu, dalam kondisi seperti itu, rasanya tidak mungkin kalau wanita ini yang telah menulis pesan di ponsel Lika.


"Permisi mbak...saya Lika dan ini teman saya Ina..." Sapa Lika dengan suara yang pelan.


Wanita itu hanya menganggukan kepalanya, wajahnya yang terlihat pucat nampak tidak jelas, dalam kondisi seperti ini dia juga kesulitan untuk bicara.


"Saya doakan mbak cepat sembuh...walaupun saya gak pernah mengenal mbak sebelumnya..." Tambah Lika. Tak lama seorang suster masuk untuk mengganti cairan infus yang hampir habis.


"Permisi...maaf mengganggu, mbak Sarah ganti dulu ya infusnya..." Kemudian dengan cekatan suster itu menggantikan cairan infus dan memasangnya kembali.


Setelah tugasnya selesai, datang suster yang lain untuk mengantar makan malam, Ina kemudian keluar kamar dan mengejar suster yang memasang infus tadi.


"Suster.. !" Panggil Ina, kemudian suster itu menoleh.


"Maaf ada apa ya...?" Tanya suster itu heran.

__ADS_1


"Pasien yang tadi sakit apa ya?"


"Oh...mbak Sarah...dia kena kanker rahim mbak...sudah stadium tiga..." Jelas Suster itu.


"Kenapa dia sendirian? Apa tidak ada keluarga yang menemani...?"


"Biasanya ada sepupunya mbak...orang tuanya jauh ada di luar negri...jadi ya kadang dia memang sendiri..." Lanjut suster itu.


"Baiklah...trimakasih informasinya suster..." Kemudian Ina membalikan tubuhnya kembali ke kamar tadi.


Di dalam kamar Lika nampak sedang menyuapi bubur yang diberikan suster, selang pernapasan di copot, jadi wajah pucat wanita itu terlihat jelas.


"Nah...kalo buburnya habis...kan mbak bisa cepat sembuh..." Kata Lika kepada wanita itu.


"Bu Lika...maaf...sepertinya kita harus kembali...di luar sudah gelap Bu..." Kata Ina.


"Iya...sebentar Bu...oke mbak...lain waktu aku akan datang lagi ya mengunjungimu...selamat beristirahat...kami pamit ya..." Ucap Lika.


Kemudian Lika dan Ina segera meninggalkan ruangan itu, mereka menyusuri lorong rumah sakit dan turun menggunakan lift, dan tak lama mereka sudah berada di area parkir.


"Bu Lika kenal dengan orang yang tadi?" Tanya Ina.


"Ya Tuhan....!" Seru Ina sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


"Dia mbak Sarah Bu...baru beberapa bulan ada di Indonesia...tadi kami sempat ngobrol sebentar..." Tambah Lika.


"Bu Lika tau dia sakit apa?!" Tanya Ina. Lika menggelengkan kepalanya.


"Dia sakit kanker rahim Bu...sudah stadium 3 kata suster..." Lika terkesiap mendengar perkataan Ina.


"Jadi...maksudnya ini semua apa....?" Lirih Lika.


"Entahlah Bu...sekarang lebih baik kita pulang, hari sudah malam..." Kemudian Ina segera mengambil helmnya dan memakainya.


Tiba-tiba mata Lika tertuju pada sebuah mobil berwarna pink yang terparkir di pojok parkiran.


"Bu...Bu Ina coba lihat deh...sepertinya mobil itu sangat familiar ya..." Seru Lika sambil menunjuk kearah mobil itu. Ina menoleh kearah yang ditunjuk Lika.


"Oh...iya Bu...itu kan mobil Miss Bella...dia ada dirumah sakit ini ternyata...yang sakit siapanya ya..." Kata Ina.

__ADS_1


"Entahlah Bu...mungkin saja kerabatnya, atau saudaranya barangkali..." Sahut Lika menduga-duga.


"Ya sudahlah...yuk kita pulang Bu..." Ujar Lia sambil beranjak menaiki motornya. Lika ikut memakai helm dan menaiki motornya juga.


Dua orang guru itu segera melesat pergi melintasi gelapnya malam di kota itu.


Sesampainya di rumah, setelah Lika memarkirkan motornya di garasi, dia segera masuk ke dalam dan menghempaskan tubuh lelahnya di sofa.


Nenek terlihat masih menjahit baju di ruang tamu, melihat cucunya datang dia segera menghentikan aktifitasnya dan perlahan menghampiri cucunya itu.


"Sudah pulang Lika? Makanlah dulu...dari tadi nenek sudah siapkan makan malam mu..." Ucap Neneknya.


"Iya Nek...aku mau mandi dulu biar seger...oya, Lia dimana Nek...?" Tanya Lika sambil melongok mencari keberadaan Lia.


"Tadi sore dia pamit mau kerumah temannya kerjain tugas, tapi belum pulang sampe sekarang..." Sahut Neneknya agak gelisah.


"Ya gak apa-apa lah Nek...Lia kan sudah besar , mungkin dia lagi ngobrol sama temannya...lagipula kan sekarang masih jam 8...paling sebentar lagi dia juga pulang..."


Tak lama kemudian terdengar suara orang membuka pagar, dan ketukan pintu, lalu muncullah Lia dari balik pintu.


"Naah...tuh kan udah nongol orangnya..." Seru Lika.


"Pada ngomongin aku nih..." Sahut Lia sambil menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Itu biasa Nenek...kuatirin kamu...makanya pulang jangan malem-malem... apalagi masih sekolah..." Nasehat Lika.


"Tadi habis belajar kita jenguk teman yang lagi di rawat di rumah sakit kak...terus tau gak kak...aku ketemu sama teman kakak yang waktu itu pernah ketemu juga di minimarket depan rumah pak Ricky..." Jelas Lia. Lika membulatkan matanya.


"Miss Bella?!"


"Nah...betul kak...kayak jodoh aja ya ketemu terus..." Tambah Lia.


Lika termangu memikirkan Miss Bella yang entah kebetulan atau apa, selalu bertemu dengannya. Di parkiran mobil tadi, ada mobil Miss Bella, bahkan Lia juga bertemu dengannya di rumah sakit. Kebetulan macam apa ini?


"Sudah...sudah...kalian mandi lalu makanlah dulu...!" Ujar Nenek sambil beranjak pergi meninggalkan mereka yang masih duduk di sofa.


"Lia...tadi kamu ketemu Miss Bella negur gak?" Tanya Lika.


"Tadi ketika berpapasan, dia kelihatan kaget kak...terus aku tersenyumlah karena aku pernah lihat dia...eh dia malah cepat-cepat pergi...udah kayak maling aja deh kak..." Cerita Lia. Kemudian dia beranjak ke kamarnya, meninggalkan Lika yang masih termangu.

__ADS_1


__ADS_2