
Pagi ini suasana di rumah Lika begitu sibuk, ini adalah hari pertama Kezia dan Nando pindah ke sekolah baru di Jogja, sedangkan Lika masih cuti mengajar. Kezia dan Nando kembali satu sekolah, karena di sekolah yang baru ini ada jenjang dari TK, SD, SMP, dan SMA.
"Ini bekal untuk Kezia yang warna merah, Nando yang warna biru ya...botol minumnya juga sudah ibu siapkan di dalam...ayo sekarang sarapan dulu...ibu sudah siapkan susu hangat dan nasi goreng...." Kata Lika sambil tangannya sibuk mengambil piring dan nasi di atasnya.
"Trimakasih ibu...aku senang sekarang aku punya ibu...." Sahut Kezia sambil memakai kaos kakinya.
"Ibu...dimana Nenek buyut? Kok tidak ikut sarapan dengan kita?" Tanya Nando.
"Nenek buyut sedang jalan pagi dengan Tante Lia di taman...biar sehat sayang..." Jawab Lika.
Kemudian Ricky nampak turun dari tangga dengan mata yang masih merah.
"Ini kenapa cuma ada dua gelas susu? Papa gak di bikinin?" Tanya Ricky sambil beranjak ke meja makan.
"Ooh....Papa Ricky mau juga...kirain masih di alam mimpi...ya sudah aku buatkan ya..." Sahut Lika sambil melangkah ke dapur.
"Sri....tolong ambilkan susu di dalam lemari dapur...aku mau buatkan satu lagi buat bapak..." Kata Lika. Sri yang sedang mencuci piring segera mematikan air keran, dan menghampiri Lika.
"Biar saya saja yang membuatkan Bu..." Sahut Sri.
"Tidak... aku hanya minta tolong kau mengambilkannya, untuk suami dan anak-anakku harus aku sendiri yang membuatnya...kau paham?"
"Paham Bu..." Kemudian Sri bergegas mengambil sekotak susu di lemari dapur.
Setelah selesai membuat, Lika membawa segelas susunya ke meja makan, di sana Ricky dan anak-anaknya sudah duduk manis.
"Ini susunya....cepat di minum...setelah itu bersiaplah...kita harus mengantar anak-anak ke sekolah..." Ucap Lika.
"Trimakasih sayang...ayo anak-anak...kalian sudah siap?" Tanya Ricky.
"Siap...!!" Jawab mereka kompak.
"Oya Kezia....Nando, Papa ingatkan kalian ya...kalau Papa dan Ibu sedang ada di kamar...dilarang mengganggu atau memanggil....apalagi mengetuk pintu...kalian paham?" Tanya Ricky lagi.
"Kenapa Pa? Kalau ada yang penting gimana?" Tanya Nando balik.
"Kalau ada yang penting tunggu Papa atau Ibu keluar kamar...pokoknya kalian patuhi saja aturan baru ini..." Jelas Ricky.
__ADS_1
"Ih...papa nggak asyik nih...dulu aku nyelonong ke kamar papa biasa aja..." Cetus Kezia.
"Sekarang kan beda Nak...Papa udah punya Ibu..." Jawab Ricky. Lika mencubit pelan tangan Ricky.
Tak lama kemudian, mereka sudah siap berangkat sekolah dengan mengendarai mobil di antar Ricky dan Lika. Terlihat wajah ceria di kedua anak itu. Jarak dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit.
"Kezia dan Nando anak-anakku....kalian belajar yang pintar ya...sekarang sudah ada Papa dan Ibu...keluarga yang lengkap buat kalian...tidak akan ada yang membully kalian lagi...ibu akan melindungi kalian..." Ucap Lika sambil merangkul kedua anak itu. Kezia dan Nando memeluk erat Lika dengan penuh sayang.
"Aku sayang Ibu....sayaaang ibu...!" Seru Nando sambil menciumi pipi Lika.
"Aku sayang ibu...ibu adalah ibu terbaik buat aku...nanti pulang sekolah jemput kami ya Bu..." Tambah Kezia.
"Iya sayang....sekarang ibu akan selalu jemput kalian kalau pulang sekolah...jangan lupa bekalnya di habiskan ya..." Ucap Lika.
"Iya Bu...dah Papa....dah ibu...!" Seru Kezia dan Nando sambil memasuki gerbang sekolah.
Kemudian Lika dan Ricky segera kembali masuk kedalam mobilnya. Ricky terdiam sambil memandang lurus ke depan.
"Papa Ricky kenapa? Kok diam saja dari tadi? Masih ngantuk ya...?" Tanya Lika sambil mengelus tangan suaminya yang sedang memegang kemudi.
"Mereka anak-anakku Pa...aku mengasihi mereka tanpa melihat status apapun..."
"Seluruh dunia aku berikan padamu juga tidak sebanding dengan ketulusan mu terhadap anak-anakku...semakin hari aku makin mencintaimu..." Ucap Ricky sambil mengecup tangan Lika.
"Sudahlah Pa...yuk kita pulang..."
"Aku bosan di rumah..." Rajuk Ricky.
"Lalu?"
"Aku mau bulan madu..."
"Hah...bulan madu?"
"Iya...bulan madu...tapi, hanya kita berdua saja..."
"Lho...anak-anak bagaimana?" Tanya Lika.
__ADS_1
"Anak-anak kan bisa di titipkan di Nenek atau tantenya...aku hanya mau berdua denganmu..." Ucap Ricky sambil menggenggam tangan Lika.
"Tapi...Minggu depan aku sudah mulai mengajar lho...cutiku sudah habis..." Sergah Lika.
"Lika...kau sudah jadi istriku...apakah masih mau mengajar di sekolah? Aku akan membangun sekolah untukmu sayang...kau hanya mengelolanya...bukan mengajar...aku mau kau hanya mengajar untuk anak-anakku...."
"Pa...mengajar adalah penggilan hatiku...aku bisa melayani banyak anak-anak yang membutuhkan aku...bisa berbaur dan saling support dengan sesama guru...ini bukan soal materi tapi kepuasan batin...aku harap kau mengerti...kalau kau ingin membangun sekolah bukan berarti aku harus berhenti mengajar..." Jelas Lika.
"Maaf...maafkan aku sayang... terserah kalau kau masih suka mengajar...apapun yang kau suka aku akan selalu mendukungmu..." Ujar Ricky sambil merengkuh bahu Lika ke pelukannya. Lika mengusap wajah Ricky dengan tangannya, memandang wajah pria itu lekat.
"Kenapa? Kau terpesona dengan ketampananku ya...?" Goda Ricky yang mulai merasa Lika memancingnya.
"Ehm...menurutmu?" Tanya Lika.
"Menurutku...kau mulai kecanduan bibirku...dari tadi kau memandangnya...bilang saja kalau kau menginginkannya..." Ucap Ricky sambil mulai mengecup bibir Lika. Lika membalas kecupan itu dengan lembut.
"Sebenarnya aku malu..." Sahut Lika tersipu. Tapi dalam hati wanita itu sangat menginginkannya.
"Semakin malu aku semakin garang padamu..." Ucap Ricky menyeringai.
"Ah...kau memang ya...tidak ada puasnya...bahkan semalam pun kau tak memberiku kesempatan untuk tidur...padahal aku harus bangun pagi untuk menyiapkan bekal anak-anak..." Ujar Lika sambil mengelap bibirnya.
"Kau begitu repot menyiapkan bekal...biar Sri yang mengurusnya..."
"Tidak...urusan anak-anak adalah urusanku..."
"Lama-lama aku cemburu dengan anak-anak...kau selalu memprioritaskan mereka....dan menomor duakan aku..." Cetus Ricky. Lika tertawa.
"Kau kan sudah dapat jatah yang lain..." Goda Lika sambil mencubit pipi Ricky.
"Kalau begitu ayo kita cepat-cepat pulang...aku mau minum susu..."
"Kan sudah tadi pagi..."
"Bukan...aku mau minum susu ibu...hahahahaha....." Ricky tertawa lalu menyalakan mesin mobilnya dan segera melaju menuju ke rumah mereka.
************
__ADS_1