Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Ulang Tahun Nando


__ADS_3

Dari 150 orang pelamar untuk menjadi Guru, hanya 60 orang yang berkompeten dan di terima di sekolah baru Lika, Mercy School.


Gedung, guru dan staff sudah ready di tahun ajaran baru ini, tinggal promo pembukaan tahun ajaran baru dan para murid yang belum terisi. Pak Andi dengan gencar membuat promo melalui spanduk dan media sosial.


Dalam waktu singkat, melalui iklan dan promosi, banyak calon murid yang telah mendaftar, hari ini adalah training untuk para calon guru dan kepala sekolah. Lika sendiri yang memimpin dalam acara training tersebut.


Lika berdiri di podium di aula sekolah barunya. Dalam hati ia terharu, tidak menyangka akan berdiri di sekolahnya sendiri sebagai pemimpin tertinggi.


"Selamat pagi para calon guru dan kepala sekolah...di sini kita akan bersama-sama satu hati dan visi untuk membangun manusia cerdas harapan bangsa...agar kita para guru ikut andil dalam mendobrak kebodohan dan perekonomian bangsa kita melalui pendidikan...." Lika memulai pidatonya. Tepuk tangan riuh memenuhi seluruh ruangan besar itu.


"Dan pada hari ini...saya akan memperkenalkan susunan kabinet untuk tahun ajaran baru ini....kita sama-sama belajar untuk saling menunjang satu sama lain, tidak ada yang senior atau junior....kita sama-sama belajar dan bekerja dengan hati di sini...."


"Untuk calon kepala sekolah TK...kami mempercayakan Ibu Maura yang memegangnya, sedangkan calon kepala sekolah SD, kami mempercayakan tugas ini di emban oleh Bapak Wahyu....Silahkan untuk Ibu Maura dan Bapak Wahyu untuk maju kedepan...."


Demikian Lika berbicara untuk para calon guru dan staffnya hampir satu jam. Setelah selesai, mereka membentuk tim kerja untuk membuat kurikulum dan rapat masing-masing divisi.


Lika berjalan menuruni tangga menuju keruang pribadinya, dia merasa sudah harus menyusui Given yang kini sedang di asuh oleh Ricky, Papanya di ruang pribadi Lika.


"Bu Lika...." Suara panggilan itu membuat Lika menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.


"Oh...Miss Bella...ada apa Miss?" Tanya Lika. Miss Bella juga termasuk calon guru yang di terima di sekolah Lika.


"Untuk kepala sekolah SD, kenapa Bu Lika lebih mempercayai Pak Wahyu dari pada aku? Bukankah dalam hal ini aku yang lebih berkompeten? Pak Wahyu bahkan hanya lulusan lokal di universitas yang tidak terkenal..." Protes Bella.


"Miss Bella....seseorang itu dilihat dari pengalamannya....bukan dari lulusan mana dia berasal..." Jawab Lika.


"Tapi bukankah sekolah ini bertaraf internasional? Seharusnya lulusan yang dari luar yang lebih dipertimbangkan...apa Bu Lika menyimpan dendam pribadi padaku??" Tanya Bella dengan mata menyelidik.


"Ya Tuhan Miss Bella...bahkan aku juga sudah melupakan kejadian masa lalu...bukankah kita sudah baik-baik saja?"


"Hmm...begitu ya....baiklah...aku ikuti saja permainanmu...." Bella langsung berlalu tanpa mengatakan apa-apa lagi, Lika hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian dia masuk keruangan nya.

__ADS_1


Ricky nampak tertidur di sofa, sementara Given asyik bermain-main sendiri di box bayi yang berukuran besar.


"Ya ampun...ini jaga anak seperti jaga kambing... sempat-sempatnya ketiduran..." Gumam Lika. Lalu dia mengguncang tubuh suaminya itu.


Ricky kaget melihat Lika sudah berdiri di hadapannya.


"Eh...sudah selesai acaranya?" Tanya Ricky sambil mengucek matanya.


"Sudah dari tadi! Kamu biarkan Given main sendirian sementara Papa tidur...gimana sih...tau gitu biar mbok Narti saja yang menjaganya..." Cetus Lika.


"Maaf sayang...ngantuk sekali tadi...tapi Given anteng kan tidak menangis...?" Tanya Ricky dengan wajah menyesal.


"Ya...sekalinya di culik tidak ada yang tau!!" Ketus Lika.


"Maaf....janji deh tidak ketiduran lagi..." Ricky mengacungkan kedua jarinya.


"Ya sudah...sekarang kita pulang yuk...aku mau mampir ke toko sepeda...Nando mau ganti sepeda baru...besok kan Nando ulang tahun..." Kata Lika yang langsung mengangkat Given dari box nya dan membereskan tasnya.


*************


Lika membelikan Nando sebuah sepeda berukuran lebih besar dari sepeda lama Nando, setelah membelinya, Lika menyembunyikan di gudang rumahnya, karena besok Lika akan memberikan kejutan. Mereka semua berencana akan memberikan kejutan untuk Nando besok di hari ulang tahunnya.


Hari ini hari Sabtu, bertepatan dengan ulang tahun Nando, sekolah libur dan semua juga libur, seisi rumah berpura-pura lupa akan ulang tahun Nando, sejak bangun tidur Nando nampak murung.


"Bu.. hari ini Ibu tidak lupa sesuatu kan?" Tanya Nando. Lika pura-pura berpikir, lalu menggelengkan kepalanya. Wajah Nando nampak kecewa. Lalu dia mendekati Papanya.


"Pa...hari ini hari apa ya?" Tanya Nando, seolah mengingatkan sesuatu.


"Hari ini ya hari Sabtu lah...kenapa? Lebih baik kamu mandi dulu...sana mandi...pakai baju yang rapi...biar tambah genteng .." Jawab Ricky. Lagi-lagi Nando muram, akhirnya dia masuk ke kamar mandi lalu segera mandi.


Setelah Nando selesai mandi dan pakai baju, Nando heran karena rumah nampak sepi, dia berjalan mondar mandir, namun tidak menemukan siapapun, sampai akhirnya..

__ADS_1


"Happy Birthday Nando...!!!" Ricky, Lika, Kezia, Lia dan Nenek muncul dari arah kamar Nenek. Mereka membawa kue ulang tahun besar dengan lilin angka 9. Nando terkejut namun akhirnya tersenyum senang.


"Ini hadiah dari ibu dan dedek Given...selamat ulang tahun ya sayang..." Lika mengeluarkan sepeda dari dalam gudang. Kemudian Lika mencium anak laki-laki itu.


"Wah Sepeda baru...Terimakasih Bu!" Seru Nando senang.


Kemudian Nenek dan yang lainnya mengucapkan selamat, memeluk dan mencium Nando, hari ini Nando mendapat banyak hadiah.


"Ayo...ayo....sekarang kita potong kuenya yuk..." Kata Ricky. Kemudian mereka semua bernyanyi dan Nando memotong kuenya dengan wajah yang berseri-seri.


"Ini kue untuk Ibu dan Papa..." Ucap Nando sambil menyuapkan kue itu kepada Lika dan Ricky.


Ting....tong...Ting...tong...


Suara bell rumah mengagetkan mereka yang sedang dalam suasana kegembiraan.


"Mbok Narti....tolong lihat siapa yang datang...!" Seru Ricky. Dengan sigap Mbok Narti berjalan kedepan dan membukakan pintu.


"Ini ada paket untuk Nando...." Kata seorang kurir. Lika mendekati kurir itu.


"Ini dari mana Mas?" Tanya Lika.


"Tidak ada pengirimnya..." Gumam kurir itu.


"Ya sudah...saya terima ya bingkisannya..." Sahut Lika sambil membawa bingkisan itu kedalam.


Sebuah kotak kado yang berukuran besar ada di tangan Lika, sebenarnya dia agak trauma menerima kotak itu, dulu dia pernah mendapat bingkisan serupa yang isinya mayat kucing, karena takut, Lika tidak.membwrilan bingkisan itu pada Nando, walaupun kado itu di peruntukan untuk Nando.


Lika masih bertanya dalam hatinya, siapa yang mengirimkan kado itu? Mengapa si pengirim tau kalau hari ini adalah hari ulang tahun Nando?


**********

__ADS_1


NB : Curhat sedikit hehe...Author sudah agak jenuh...tapi author berusaha menyelesaikan cerita ini sampai tamat...trimakasih untuk para readers yang masih setia membaca kisah ini....🙏🤗


__ADS_2