
Lika duduk di tepi tempat tidurnya, ia membuka surat dengan amplop berwarna biru itu dengan hati-hati, perlahan Lika mulai membaca isi surat itu.
'Kepada seorang guru yang patut untuk di cintai....Malika....
Ketika kau membaca surat ku, aku sudah berada sangat jauh darimu...
Aku sangat menghormatimu karena kau adalah wanita yang terhormat...bahkan aku tak berani terlalu dalam mencintaimu...
Aku tau selama ini kita berteman sangat baik...dengan sepenuh hati aku berusaha membantu setiap kesusahan mu...ingin rasanya aku menghapus tiap tetesan air matamu...
Namun aku harus menyadari... di hatimu hanya ada Ricky...aku bukanlah tokoh utama dalam hatimu...
Aku pergi bukan karena patah hati, namun aku harus mencari cara bagaimana melupakanmu...
Maafkan aku ya....
Aku akan mencari jodohku...entah dimana keberadaannya....
Aku berharap kebahagiaan selalu menyertaimu...
- Alan -
Lika menghapus air matanya dengan punggung tangannya, selama Lika menjadi guru di Bandung, Pak Alan telah banyak membantunya, Lika menganggap Alan sebagai sahabat yang selalu bisa di ajak curhat, bahkan saat dirinya meninggalkan Ricky dan anak-anaknya, Alan juga yang membatunya memberi rumah sewa untuk tempat tinggal, kini akhirnya Alan harus menyerah dengan perasaannya sendiri.
"Pak Alan....semoga kau segera menemukan pelabuhan hatimu...aku selalu berdoa untukmu...kau sahabatku yang terbaik...kau guru yang hebat!" Gumam Lika sambil terisak.
Lika tidak menyadari, Nenek sudah ada di sampingnya, Nenek membelai rambut cucunya itu.
"Jangan sedih sayang...Maafin Nenek...sebenarnya Nenek tau surat itu dari Alan, beberapa hari yang lalu Alan menelepon Nenek..dia pamit mau pindah ke luar negri, mungkin dia akan menjadi guru di sana..." Ungkap Nenek.
"Pak Alan itu orang baik Nek, dia sudah banyak membantuku, kenapa dia harus pergi?"
"Dulu waktu kau pergi dari Ricky dan anak-anaknya...dia pernah curhat ke nenek, katanya bolehkah dia mengejarmu dan memilikimu...Nenek bilang sebelum janur kuning melengkung selalu ada kesempatan...tapi setelah dia tau kau amat mencintai Ricky dan anak-anaknya...dia memilih mundur darimu..." Cerita Nenek. Lika menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Pak Alan...semoga kau menemukan jodohmu...maafkan aku...!" Isak Lika.
__ADS_1
***********
Bandung
Sore itu Ricky ke rumah sakit, bertemu dengan suster dan beberapa saksi mata terkait perginya Sarah dari rumah sakit.
Di sebuah ruangan khusus monitor, Ricky mengecek CCTV yang ada di sekitar rumah sakit di temani beberapa staf rumah sakit.
"Biasanya di hari Minggu siang jam besuk pasien jam berapa?" Tanya Ricky.
"Jam 10 sampai jam 1 siang pak..." Jawab salah satu staf.
"Kita lihat CCTV di jam tersebut...!" Ucap Ricky. Kemudian di layar monitor nampak di jam besuk, pasien yang cukup ramai oleh lalu lalang orang.
"Adakah CCTV di kamar pasien?" Tanya Ricky lagi.
"Tidak ada pak, kamar adalah privasi pasien, jadi tidak ada CCTV di sana...." Jawab staf tersebut.
"Baik...di lorong depan kamar pasti ada kan?" Tanya Ricky penasaran.
"Sebentar pak..."
"Tunggu....siapa suster yang jaga pada jam tersebut?" Staf rumah sakit itu nampak berpikir.
"Di jam tersebut, suster yang berjaga adalah suster Naya dan suster Asih, tapi suster tidak akan masuk ke kamar pasien pada jam besuk, karena pasti banyak keluarga atau kerabat yang membesuk pasien, kecuali petugas pengantar makanan..." Jelas staf itu.
"Lalu, siapa suster yang baru keluar dari kamar Sarah itu? Bukankah itu masih di jam besuk?"
"Mengenai itu kami akan menyelidikinya pak...nanti kalau sudah ada titik terang, kami akan secepatnya kabari bapak..." Kata Staf itu.
"Tolong cepat selidiki masalah ini, walau bagaimana ini kelalaian dari pihak rumah sakit, aku takut kaburnya Sarah akan membahayakan keluargaku...secepatnya kutunggu kabarnya, dari pada masalah ini di sorot media..." Jelas Ricky yang kemudian beranjak dari tempatnya dan berjalan keluar dari ruangan itu.
Ricky merasa berat di kepalanya seperti di beri beban ratusan kilo, dia mengemudikan mobilnya cepat menuju ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, Ricky menghempaskan tubuhnya di sofa, matanya ia pejamkan, kemudian dia menarik napas panjang.
__ADS_1
"Mbok Narti!" Panggil Ricky. Mbok Narti dengan tergopoh-gopoh datang menghampiri laki-laki itu.
"Iya Pak..." Sahutnya.
"Tolong buatkan aku susu hangat ya..." Pinta Ricky.
"Lho...tumben bapak minta sendiri, biasanya mbak Lika yang selalu mengingatkan..." Ujar mbok Narti heran.
"Aku sudah kecanduan susu itu mbok...kalau aku minum itu aku selalu ingat dia...kalau aku ingat dia beban pikiranku terasa ringan..." Ucap Ricky.
"Baik pak...saya akan buatkan..." Jawab Mbok Narti patuh. Kemudian wanita itu segera beranjak menuju dapur.
"Iih...Papa kayak anak kecil aja...minumnya susu..." Ledek Kezia yang tiba-tiba muncul dari kamarnya.
"Eh...Kezia...tadinya Papa juga nggak suka minum susu...gara-gara Bu Lika tuh...cekokin Papa susu terus...jadi ketagihan deh..." Ujar Ricky. Kezia tertawa cekikikan melihat tingkah Papanya yang seperti anak kecil.
"Hihihi....Papa lucu...mau aja di suruh-suruh ibu guru..."
"Hei...jangan ledekin orang tua...!" Hardik Ricky. Kemudian Kezia menghampiri Ricky dan dengan manja merebahkan kepalanya di bahu Ricky.
"Paa....Mama kemana ya...kok hilang sih...padahal aku sama Nando mau ketemu Mama..." Ucap Kezia. Ricky membelai rambut putrinya itu.
"Dari dulu Mama memang selalu pergi dan menghilang...makanya nanti kalau Papa menikah sama ibu guru, ibu guru akan jadi Mama kalian yang selalu ada dan tidak pernah pergi meninggalkan kalian...jangan harapkan Mama lagi ya Nak...Papa tidak ingin melihat kalian sedih terus karena Mama...biarkan saja Mama pergi...toh ada ibu Lika yang akan jadi pengganti Mama..." Hibur Ricky sambil memeluk tubuh mungil putrinya itu.
"Iya Pa...aku dan Nando juga pengen lihat Papa bahagia...kasihan Papa sejak dulu Mama pergi Papa tidur sendirian dan kesepian..." kata Kezia.
"Tenang aja sayang...sebentar lagi Papa akan tidur dengan ibu guru...Papa akan bahagia dan tidak kesepian lagi..." Ujar Ricky sambil mencium kening Kezia. Tak lama kemudian mbok Narti muncul sambil membawa segelas susu hangat.
"Lho...kok susunya cuma satu gelas? Buat aku mana?" Rajuk Kezia.
"Ooh....Kezia mau susu juga? Sebentar ya mbok Narti buatkan lagi..." Kata mbok Narti sambil meletakan susu itu di meja dan segera kembali ke dapur.
"Hei Kezia...biasanya kamu susah minum susu...kenapa sekarang ikut-ikutan suka susu?" Tanya Ricky heran.
"Biasa Pa...udah di cekokin ibu guru hihihi...." Goda Kezia sambil tertawa geli.
__ADS_1
"Huh...dasar anak nakal!" Dengus Ricky.
*************