
Sarah membuka matanya, di lihatnya Ricky ada di sampingnya, senyuman tersungging dari bibirnya yang masih pucat.
"Aku bahagia saat membuka mataku, aku melihat ada dirimu...ayo mendekatlah..." Pinta Sarah. Perlahan Ricky mendekat ke arah Sarah, namun tetap dalam keheningan.
"Kau sudah sadar?" Tanya Ricky lirih.
"Melihatmu aku ingin cepat-cepat sembuh...aku ingin kita seperti dulu bersama anak-anak..." Ucap Sarah.
"Tapi...kita tidak sama seperti yang dulu..semua sudah berubah...setelah kau sembuh...aku akan mengantarmu kerumah orang tuamu..mereka yang akan merawatmu..." Ungkap Ricky. Ada semburat kekecewaan di mata Sarah.
"Kenapa? Apakah sekarang sedikitpun tidak ada aku di dalam hatimu? Walaupun hanya sedikit?" Kata Sarah. Wajahnya terlihat sedih.
"Maaf...tapi aku harus jujur dengan perasaanku sendiri...bahkan sejak kau meninggalkan kami...aku berusaha keras melupakanmu...dan sekarang sudah berhasil...tapi aku tak akan menelantarkanmu..." Jujur Ricky. Air mata Sarah nampak menetes di pipinya.
"Ya...kau memang tidak salah...aku yang salah...bahkan kedatanganku menjadi beban buatmu...maaf...setelah ini aku tak akan menyusahkanmu lagi..." Ujar Sarah.
Kemudian pintu ruangan itu terbuka, Kezia, Nando dan mbok Narti masuk perlahan kedalam.
"Papa...Mama sudah sembuh?" Tanya Kezia.
"Sudah..." Kezia mendekati Mamanya diikuti oleh Nando.
"Ma...kapan pulang..." Kata Nando.
"Sayang...sebentar lagi mama juga sehat...kalian baik-baik ya...oya, dimana ibu guru kalian?" Tanya Sarah.
"Ibu Lika sudah pulang...tadi kita ketemu di bawah..." Jawab Kezia.
"Mbok Narti, aku minta tolong padamu untuk menjaga Sarah malam ini...beberapa lama aku tidak mengurusi pekerjaanku...aku mau kekantor besok, jadi hari ini aku dan anak-anak pulang kerumah...jangan kuatir...aku akan memberikanmu uang yang cukup..." Kata Ricky pada mbok Narti. Mbok Narti hanya mengangguk patuh, lagi pula semua pakaian mbok Narti juga sudah dibawanya sejak Lika menjemputnya kemarin.
"Iya pak...saya akan jaga ibu..." Jawab mbok Narti patuh.
"Sarah...aku pulang dulu dengan anak-anak...kau cepatlah pulih..." Ucap Ricky sambil menggandeng kedua anaknya.
"Kau sungguh akan meninggalkan aku Ricky...?" Tanya Sarah. Ricky mengangguk kemudian segera membawa Kezia dan Nando berlalu dari ruangan itu. Sarah hanya bisa menangis tanpa bisa berbuat apa-apa.
**********
Sementara Lika sudah sampai di rumahnya, dia langsung menghampiri Lia yang sedang asyik di depan layar laptopnya.
__ADS_1
"Lia...kamu sudah siap berangkat ke Jogja?' Tanya Lika.
"Sudah lah kak...tapi berangkatnya kan masih lama...aku masih mau nikmati liburan disini..." Sahut Lia.
"Kita berangkat malam ini yuk...ajak nenek juga...nanti kita cari rumah yang di sewa dulu...baru pelan-pelan cari rumah..." Ajak Lika. Lia terperangah dan membulatkan matanya.
"Hah? Serius kak... ada apa denganmu? kenapa harus mendadak begini?" Tanya Lia dengan sangat heran.
"Apa yang aku tunggu lagi...aku toh sudah tidak bekerja disini lagi...lebih cepat lebih baik supaya aku juga bisa cepat mendapat pekerjaan di sana..."Jawab Lika. Lia nampak berpikir.
"Bagaimana dengan barang-barang kita?"
"Kita bawa barang seperlunya, barang yang gak perlu kita kasih orang saja...lagi pula perabot yang ada di rumah ini kan tidak semua punya kita..." Jelas Lika.
"Aku harus bilang nenek dulu kak..."
"Kamu urus nenek dan persiapannya ya...aku akan ke kantor pemasaran memulangkan kunci rumah...pokoknya malam ini kita berangkat...lebih cepat lebih baik..."
*********
Sore itu di depan sebuah kantor pemasaran, Lika memarkirkan motornya dan melangkah masuk ke dalam, suasana di tempat itu sudah sepi dan hampir tutup.
"Sore mbak...mau ketemu siapa mbak?" Tanya seorang resepsionis yang bersiap akan pulang.
"Maaf mbak...jam oprasional kita sudah tutup...pak Ricky juga sudah lama tidak kemari...atau bagaimana kalo di titip di pak Bayu saja? Dia tangan kanan pak Ricky..." Jelas resepsionis itu.
"Pak Bayu...? Bayu siapa ya...?" Tanya Lika.
"Pak Bayu yang mengurusi proyek ini...tangan kanannya pak Ricky...nah...itu orangnya..." Tunjuk resepsionis ke arah seorang pria yang baru keluar dari dalam ruangan. Lika menoleh kearahnya.
Deg...
"Bayu!" Pekik Lika tertahan. Ternyata itu adalah Bayu mantan tunangannya dulu. Bayu yang melihat ke arahnya segera menghampirinya.
"Pak Bayu...ini ada yang mau menitipkan kunci rumah..." Kata resepsionis itu.
"Baik...kau boleh pulang...tinggalkan kami di sini..." Ujar Bayu. Sang resepsionis segera berkemas dan meninggalkan mereka.
Lika tertegun menatap laki-laki di hadapannya, lagi-lagi bertemu dengan Bayu, Lika mengerti mengapa Bayu ada di kota ini, rupanya dia adalah tangan kanan Ricky pemimpin developer disini.
__ADS_1
"Halo Lika...kita bertemu lagi...apa kabarmu?" Tanya Bayu.
"Jangan basa basi...aku hanya mau menitipkan ini pada pimpinanmu...katakan padanya trimakasih atas kepercayaannya meminjamkan rumahnya untukku..." Kata Lika sambil menyodorkan serangkai kunci rumah kepada Bayu.
"Oh...kupikir kau sudah maju bisa membeli rumah disini...ternyata hanya pinjam...baiklah...nanti akan ku sampaikan..."Kata Bayu.
"Trimakasih...kalo gitu aku permisi..."
Pamit Lika.
"Tunggu! Kenapa buru-buru? tidakkah kau ingin ngobrol denganku? sudah lama kita tidak ketemu..." Cegah Bayu sambil berjalan menyusul Lika yang dengan cepat melangkah.
"Aku tidak punya waktu meladenimu...kita urus hidup kita masing-masing..." Kata Lika yang terus saja berjalan.
"Tapi aku ingin sekali ngobrol denganmu...bagaimana kabarmu...nenekmu...apa kau juga tidak mau tau bagaimana kabarku? Aku sudah berpisah dengan istriku...sekarang statusku duda tanpa anak..." Jelas Bayu.
"Aku tidak perduli! Kau mau duda atau perjaka...aku tak mau lagi berurusan denganmu...sekarang minggir! Biarkan aku pergi!" Jerit Lika. Mendengar suara Lika yang meninggi, mau tak mau Bayu menyingkir dari hadapan Lika.
"Lika.. ini belum selesai...aku pasti akan mencarimu...!" Seru Bayu dari kejauhan, sementara Lika sudah dengan cepat melajukan motornya.
Tidak berapa lama Lika sampai di depan rumahnya, napasnya masih tersengal-sengal menahan kesal. Lia muncul dari balik pintu.
"Kak...kita gak bisa berangkat malam ini...belum selesai kita beres-beres kak..." Teriak Lika dari depan teras.
"Gak apa-apa...kalo tidak malam ini ya besok subuh...ada alasan lain yang memang aku harus pergi dari kota ini..." Ujar Lika.
Didalam rumah, nenek nampak sedang memasukan baju-bajunya ke dalam koper.
"Nenek...istirahatlah dulu...biar aku dan Lia yang akan meneruskannya...kita akan menempuh perjalanan panjang besok..." Kata Lika.
"Iya Nak...apapun keputusanmu nenek ikut saja...yang penting kita terus bersama-sama..." Sahut Neneknya.
"Kakak sudah memesan travelnya ?" Tanya Lia.
"Sudah...besok subuh jam 5 kita sudah di jemput...Ayo kita bersiap-siap..." Kata Lika.
Tok...tok...tok...
Tiba-tiba, pintu rumah mereka diketuk dari luar, mereka bertiga saling berpandangan.
__ADS_1
*********
Trimakasih author ucapkan kepada para readers yang masih setia membaca kisah ini...🙏🤗❤️