
Setelah menjemput anak-anak pulang sekolah, Ricky dan Lika bersiap-siap berangkat ke Jakarta, rencananya mereka akan berangkat siang ini, untuk tiga hari kedepan melaksanakan bulan madu yang sudah di nantikan oleh Ricky.
"Kezia...Nando...kalian baik-baik di rumah ya...jangan nakal...!" Kata Ricky sambil menuruni koper dari lantai atas.
"Papa curang...tidak mengajakku dan kakak!" Cetus Nando dengan wajah cemberut. Sejak tadi Nando memang terlihat murung setelah tau Papanya hendak pergi bulan madu.
"Nando jangan begitu...kan Papa sama Ibu lagi pengen berdua dulu...cuma tiga hari kok...sabar dong!" Celetuk Kezia yang lebih mengerti kebutuhan Papanya itu.
"Nando...sebenarnya Ibu pengen ajak kalian juga...kita jalan-jalan...tapi Papa tuh lagi manja sama Ibu...sabar ya sayang...nanti Ibu bawakan hadiah buat anak cowok Ibu yang ganteng ini..." Hibur Lika sambil merangkul bahu Nando. Senyum cerah seketika menghiasi wajah Nando.
"Beneran ya Bu...bawain hadiah buat aku...ya udah deh Bu...pergi saja sama Papa..." Ujar Nando bersemangat.
"Lia...aku titip anak-anak untuk di antar jemput olehmu ya...hanya olehmu...bukan yang lain..." Kata Lika meyakinkan. Lia Menganggukan kepalanya patuh.
"Siap Kak...pokoknya Kezia dan Nando akan di antar jemput olehku...tenang saja..." Sahut Lia.
"Nek...selama kami tidak ada...jangan melakukan pekerjaan berat...serahkan semua pekerjaan pada Sri...untuk urusan membersihkan rumah itu adalah tugas Sri...kalau makanan boleh pesan online atau masak yang mudah...Nenek harus jaga kesehatan ya..." Tambah Lika. Nenek hanya menganggukan kepalanya. Kemudian Lika beralih kepada Sri yang berdiri di sudut ruangan.
"Sri...kamu jangan pergi-pergi ke pasar selama aku tidak di rumah...kalau mau belanja di tukang sayur yang lewat saja...semua ruangan boleh kau bersihkan....kecuali kamarku dan suamiku...apa kau paham?"
"Paham Bu..." Sahut Sri sambil menunduk.
"Sayang...sudah cukup wejangannya...ayo kita berangkat ke bandara...nanti malah terlambat...huh...guru memang selalu banyak memberikan nasehat..." Keluh Ricky.
Kezia dan Nando menghambur ke pelukan Lika, seolah mereka akan di tinggal jauh.
"Bu...kalau sudah sampai telepon kami ya..." Ujar Kezia.
"Bu...besok siapa dong yang siapin kita sarapan?" Tanya Nando polos.
"Besok sama Tante Lia dulu ya...ibu janji hanya 3 hari kok...setelah itu ibu langsung pulang...anak-anak ibu kan hebat-hebat..." Hibur Lika sambil memeluk keduanya.
"Lika...Ricky...hati-hati kalian...!" Seru Nenek.
"Siap Nek...pokoknya cucu kesayanganmu ini aman bersamaku...nanti pulang-pulang kita pasti bawa kejutan deh..." Ujar Ricky.
"Kejutan apaan tuh?" Tanya Lia.
"Adik buat Kezia dan Nando..." Sahut Ricky sambil tersenyum.
__ADS_1
"Horeeee!!!!" Teriak Kezia dan Nando bersemangat.
**********
Perjalanan hari ini cukup melelahkan, setelah Ricky dan Lika tiba di bandara di Jakarta, mereka langsung meluncur ke pantai Ancol, mereka menginap di hotel tepat di depan pantai, dengan kamar yang langsung terlihat pemandangan pantainya.
"Waah....akhirnya aku bisa menginap di hotel mewah di Ancol...dulu aku pernah punya impian ini...tak disangka sekarang jadi kenyataan..." Kata Lika sambil membuka jendela kamar dan berdiri di balkon sambil menghirup aroma laut. Ricky menyusulnya dan memeluk pinggangnya dari belakang.
"Aku bahagia melihatmu bisa tersenyum seperti ini sayang....nanti kita duduk yuk di pinggir pantai sambil melihat matahari terbenam..." Bisik Ricky.
"Hmm....boleh saja sih...tapi aku kok tiba-tiba kangen anak-anak ya...sedang apa mereka ya...aku belum menelepon mereka nih.. padahal aku sudah janji lho..." Sahut Lika sambil merogoh ponselnya di saku bajunya.
"Oh my God! Bahkan disaat bulan madu pun pikiranmu masih di rumah..." Cetus Ricky sambil menggaruk kepalanya. Kemudian dia menghempaskan tubuhnya dengan kesal di tempat tidur.
Lika mulai memencet nomor telepon rumah mereka di Jogja. Dia merapatkan tubuhnya di pagar balkon.
"Halo..."
"Halo...ini Sri? Dimana anak-anak Sri?" Tanya Lika.
"Anak-anak sedang makan di rumah Bu...sama Nenek juga mbak Lia..." Jawab Sri.
"Tapi...kok aku gak mendengar suara orang lagi makan ya...bukannya telepon ada di dekat ruang makan?" Tanya Lika.
"Ya sudah...tolong panggilkan Kezia atau Nando...aku mau bicara..." Kata Lika.
"Tapi mereka sedang asyik makan Bu..."
"Aku mau bicara sebentar..."
Tiba-tiba telepon terputus, entah sinyal atau apa, dengan agak kesal Lika menghubungi nomor Lia.
"Halo kak Lika...sudah sampai belum" Tanya Lia.
"Lia...kau dimana? Anak-anak di mana?" Tanya Lika kembali.
"Oh...kakak tenang saja...aku sama Leo sedang mengajak anak-anak makan diluar..." Jawab Lia.
"Nenek mana?"
__ADS_1
"Nenek di rumah, dia tidak mau ikut...."
"Lia...ku mohon cepatlah pulang...kasihan Nenek sendirian...aku takut Nenek kenapa-napa..."
"Ada apa sih kak?"
"Lebih baik kau pulang deh...itu Sri...anak itu mulai membohongiku...katanya kalian sedang makan di rumah...lebih baik kau awasi dia..."
"Tadi waktu kami pergi, Sri sedang membersihkan lantai, Nenek tidur di kamarnya..."
"Sudahlah...lebih baik kau ajak anak-anak pulang...makanannya di bungkus saja...aku lebih mengkhawatirkan Nenek...Sri itu mencurigakan..."
"Oke deh kak...padahal kita baru sampai...kita lanjut makan di rumah deh..." Ujar Lia.
"Bagus Lia...jaga baik-baik anak-anak...pastikan mereka baik-baik saja...juga Nenek...aku hanya percaya padamu..."
"Iya...iya..."
"Trimakasih Lia...kau memang bisa di andalkan..."
Lika menutup ponselnya, kemudian dia melangkah menuju ke tempat tidurnya, Ricky nampak sedang tertidur, mungkin karena bosan menunggu Lika yang sedang menelepon, karena merasa bersalah Lika mendekati suaminya itu dan mengecup kening dan pipinya. Tiba-tiba Ricky membuka matanya.
"Sudah puas teleponnya?" Cetus Ricky agak jutek.
"Ehm...suamiku bisa marah juga..." Sahut Lika sambil membelai rambut Ricky.
"Aku kesal....selalu jadi nomor dua...!" Ketusnya.
"Siapa bilang...bahkan kau menduduki peringkat satu di hatiku..." Ucap Lika tersenyum.
"Peringkat satu dari Hongkong! Memangnya sekolah pakai peringkat segala...mentang-mentang kau guru..." Ricky masih ngambek, dia membalikan tubuhnya membelakangi Lika. Lika tak habis akal, dia mulai merayu suaminya itu sambil memeluk dari belakang.
"Kalau masih ngambek...aku tak mau lagi membuat adik untuk anak-anak...lebih baik tidur saja...!" Lika melepaskan pelukannya dan mulai membelakangi Ricky.
Ricky tidak tahan juga, kemudian dia membalikan tubuhnya lagi dan gantian memeluk Lika dari belakang.
"Sayang...jangan gitu dong...dari tadi aku kan udah nungguin...maaf ya...maaf..." Ricky merajuk sambil menciumi rambut Lika.
"Hmm....dasar ABG tua...kalau ada maunya...dramanya di mulai lagi..." Gumam Lika.
__ADS_1
"Ini bukan drama sayang...kalau di tempat tidur aku benar-benar takluk padamu...ayolah kita mainkan sekarang..." Ricky segera membalikan tubuh Lika tepat di hadapannya, matanya menatap dalam dan penuh cinta.
**************