Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Pacar Kezia (Bonus Chapter)


__ADS_3

Setelah liburan semester berlalu, Nando kembali pulang ke Malaysia, Ayahnya, Martin sudah menunggunya di sana. Dengan berat hati Ricky dan yang lain harus rela melepaskan Nando untuk pulang, padahal Nando sudah dua Minggu menginap, namun terasa sebentar bagi mereka.


Semester baru sudah akan di mulai, sekarang Kezia sudah menjadi seorang mahasiswi cantik, kuliah di salah satu universitas ternama di Jogja.


Ricky menghadiahi Kezia sebuah mobil, untuk transportasi selama Kezia kuliah, namun terkadang Kezia masih di antar jemput oleh Ricky dan Lika.


Sementara Lika kini sibuk mengurus ketiga anaknya yang masih kecil-kecil, Given, Gavin dan Tasya.


Sore itu Ricky baru pulang dari meninjau lokasi proyek terbarunya yang baru di bangun di kota Surabaya, dia langsung duduk di depan meja makan.


Lika yang baru menyuapi Tasya bergegas menghampirinya.


"Papa Ricky cepat juga sampainya, Given dan Gavin juga belum selesai mandi ... !" Kata Lika saat menyambut suaminya pulang.


"Iyalah, hari ini aku mau mengajak kalian semua makan malam di luar, aku berhasil membuat proyek ini go internasional, aku dapat penghargaan lho dari pak Bupati!" Seloroh Ricky bangga.


"Wah, suaminya siapa ya yang hebat dalam dunia properti! Jadi makin cinta deh!" Lika berdiri dan mengecup pipi Ricky hingga wajah Ricky menjadi cerah seketika.


"Ah, kalau bukan karena istri yang selalu membuat suaminya bahagia...mungkin aku tidak akan seberhasil sekarang ini ... " Ucap Ricky sambil membelai rambut Tasya yang berada dalam pangkuan Lika.


Mbok Narti muncul sambil mendorong kursi roda Nenek.


"Mbok Narti, malam ini tolong siapkan nenek untuk ikut makan malam di luar, nanti Burhan dan Lia juga juga di undang ... !" Kata Ricky. Mbok Narti Menganggukan kepalanya.


"Iya Pak, nanti Nenek Darmi akan saya siapkan..." Jawab Mbok Narti.


"Lho, mana Kezia? Itu mobilnya sudah ada di garasi...!" Tanya Ricky.


"Kezia belum pulang Pa, tadi pagi kan dia tidak bawa mobil, dia di jemput temannya!" Jawab Lika.


"Di jemput teman? Teman yang mana?" Tanya Ricky curiga.


"Iih si Papa, sekali-kali tidak apa-apa kan kalau Kezia di jemput temannya, kau selalu memperlakukan Kezia seperti anak SD saja!" Sungut Lika.


"Hei Ricky! Kau mandi dulu sana! Bau keringatmu tercium sampai sini tau!" Ujar Nenek tiba-tiba.


Ricky langsung mengangkat tangannya dan mencium aroma tubuhnya sendiri.


"Nenek bisa mencium keringatku dengan jarak dua meter lebih? Hebat Nek! Penciumanmu boleh juga!" Sahut Ricky.


"Ya, tapi hanya keringatmu saja yang bisa tercium olehku, bahkan bau masakan lezat pun aku tidak pernah menciumnya..." Jawab Nenek.


"Ah, pendengaran Nenek juga sepertinya sudah ada kemajuan, aku senang akhirnya nenek bisa kembali pulih juga!" Ricky segera berlalu meninggalkan mereka menuju ke kamarnya hendak mandi.


Perlahan Lika maju mendekati Neneknya yang masih duduk di kursi rodanya.


"Sekarang Nenek istirahat saja dulu, supaya nanti ada tenaga!" Ucap Lika.

__ADS_1


"Kenapa kau menyuruh Nenek olah raga Lika? Nenek ini sudah tua, mau olah raga apa lagi?" Sengit Nenek.


"Tenaga Nenek! Bukan olah raga! Nenek kenapa sih, kala bicara padaku selalu tidak nyambung!" Sungut Lika kesal.


"Ya...ya...terserah Nenek lah, aku mau menyiapkan anak-anakku dulu!" Lika langsung bergegas meninggalkan nenek yang masih nampak kesal.


*******


Ricky mulai menyalakan mesin mobil besarnya, sudah jam 6 sore, namun Kezia belum juga pulang. Ada kecemasan dalam wajah Ricky.


"Lika, Kezia kemana belum pulang juga? Apa kau sudah menghubungi ponselnya?" Tanya Ricky.


"Sudah Pa, kata Kezia kita berangkat duluan saja, nanti dia menyusul ke restoran!" Jawab Lika.


"Dia akan berangkat dengan siapa?" Tanya Ricky makin cemas.


"Katanya sih dia mau mengajak temannya, Papa tenang saja sih, Kezia kan sudah besar!" Ujar Lika.


Akhirnya dengan wajah masam Ricky segera melajukan mobilnya menuju ke sebuah restoran yang cukup besar.


Sebuah meja besar sudah di siapkan atas nama keluarga Ricky, berbagai menu makanan juga sudah di pesan. Namun Kezia belum juga muncul.


Burhan dan Lia juga sudah datang ke restoran itu, mereka datang dari rumahnya yang agak jauh dari rumah Ricky dengan naik motor.


Ricky nampak gelisah, sesekali dia melirik ke arah jam tangannya, makanan sudah terhidang di meja, matahari sudah tenggelam tapi Kezia belum juga muncul, Lika juga sudah berkali-kali menelepon ke ponsel Kezia.


"Kau dari mana saja Kezia?? Kau tidak tau kami dari tadi menunggumu??" Tanya Ricky dengan suara keras. Lika mengusap dada Ricky untuk menenangkannya.


"Tenang Pa, Kezia, duduklah...makanan sudah siap, kita akan segera mulai makan bersama!" Ujar Lika lembut.


Kezia duduk bersama dengan pria itu di sebelahnya. Ricky menatap dengan pandangan tidak suka, sepanjang makan Ricky tidak berbicara sepatah katapun.


"Ini temannya Kezia siapa namanya?" Tanya Lika.


"Saya Robby Tante!" Sahutnya.


"Robby satu kelas dengan Kezia?" Tanya Lika lagi.


"Tidak Tante, saya kakak kelasnya Kezia." Jawab Robby.


"Ooh...kok kalian bisa saling kenal ya, jurusan Robby sama dengan Kezia?" Tanya Lika penasaran.


"Tidak Tante, Robby jurusan teknik industri..." Sahut Robby.


Setelah acara makan malam berlangsung, Robby pamit pulang. Dia bersalaman dengan Lika dan Ricky. Namun Ricky terlihat jutek dan ketus.


"Saya pamit ya Om...!" Ucap Robby sambil mencium tangan Ricky.

__ADS_1


"Hmm!" Gumam Ricky cuek.


Kemudian Robby sudah melangkah pergi meninggalkan Kezia dan keluarganya.


"Kezia! Siapa yang mengijinkanmu jalan dengan laki-laki!!" Sentak Ricky tiba-tiba saat Robby sudah pergi.


"Pa, aku kan sudah di atas 17 tahun, masa sih tidak boleh punya pacar?!!" Sahut Kezia.


"Tidak! Papa tidak mengijinkanmu, kau kuliah saja yang serius!" Ujar Ricky.


"Iiih, Papa otoriter banget jadi orang! Ibu saja tidak masalah kok!" Seru Kezia cemberut.


"Pokoknya tidak boleh!!" Sentak Ricky.


"Papa kuno, masa punya pacar saja tidak boleh? Aku kan sudah besar!!" Bantah Kezia.


Setelah itu mereka keluar dari restoran itu menuju ke mobil mereka yang terparkir, sementara Lia dan Burhan sudah pulang duluan.


Sepanjang jalan wajah Kezia nampak murung. Begitu pun wajah Ricky. Mereka saling diam dengan pikirannya masing-masing. Hingga tanpa terasa mereka sudah sampai di rumah.


Tanpa banyak bicara Kezia langsung berjalan menuju ke kamarnya dan mengunci pintunya rapat-rapat. Sementara Ricky menghempaskan tubuhnya di sofa. Lika duduk di sebelah Ricky, Tasya terlihat sudah tertidur, Given dan Gavin juga sudah masuk ke kamar masing-masing.


"Papa jangan terlalu keras dengan Kezia, dia bukan anak kecil lagi Pa, sekarang Kezia sudah menjadi seorang gadis cantik ... !" Ucap Lika.


"Semakin hari aku merasa semakin tua! Aku belum siap melihat anak-anak dewasa...bagaimana mungkin aku tega memberikan Kezia adik lagi kalau begitu?" Tanya Ricky sedih. Tiba-tiba Lika tertawa.


"Oooh, ternyata Papa hanya tidak siap kalau Kezia sudah terlanjur punya pacar, setelah itu lulus kuliah dan menikah, lalu punya anak dan Papa Ricky akan menjadi seorang kakek!" Goda Lika.


"Jangan katakan itu lagi! Aku masih muda kok!" Cetus Ricky kesal.


"Papa Ricky sayang, kau harus sadar, Kezia dan Nando sudah besar-besar, jadi jangan punya keinginan untuk memiliki bayi lagi, Tasya masih sangat kecil, usiaku juga sudah tak muda lagi...akan sulit untuk kembali melahirkan...kecuali Papa Ricky punya istri muda lagi...!" Ucap Lika.


Tiba-tiba Ricky memeluk Lika dengan erat. Dia benamkan kepala Lika ke dadanya.


"Kau jangan bicara begitu lagi, sampai kapanpun kau yang akan menjadi pelabuhan terakhirku, kita akan terus bersama sampai maut memisahkan!" Ucap Ricky dengan suara bergetar.


"Kalau begitu, sekarang kita temui Kezia, kita bicara baik-baik dengannya, kita dukung apa yang menjadi keputusannya selama hal itu masih positif..." Bisik Lika.


"Iya sayang, tapi besok antarkan aku kerumah sakit ya..." Ucap Ricky.


"Lho, untuk apa ke rumah sakit?" Tanya Lika.


"Aku mau melakukan operasi vasektomi, supaya aku tidak bisa lagi membuahimu..." Jawab Ricky.


"Oalaa.....Papa Ricky ada-ada saja, baiklah, besok aku akan menemanimu, tapi sekarang kita temui Kezia dulu yuk...!" Ajak Lika sambil mengurai pelukannya dan menarik tangan Ricky menuju ke kamar Kezia.


*****

__ADS_1


__ADS_2