Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Hubungan Jarak Jauh


__ADS_3

Ricky melajukan mobilnya cepat menembus kegelapan malam itu, raut wajahnya masih terlihat kesal, baru saja ia bahagia menemukan pujaan hatinya, sudah ada berita yang sedikit menguras pikirannya.


"Pak...antarkan aku dulu ke hotel...maaf aku tidak bisa menemanimu membawa mbak Sarah ke rumah sakit, besok pagi aku dan tim ku harus pulang...lagi pula kondisi nenekku juga kurang baik...dia baru kena serangan struk ringan..." Kata Lika di tengah perjalanan.


"Iya Lika...asalkan aku bisa menghubungimu tiap waktu, itu tidak masalah buatku...kita berhubungan jarak jauh saja ya Sayang..." Jawab Ricky sambil menggenggam hangat tangan Lika.


"Tapi pak...aku tidak ingin Mbak Sarah tau...waktu itu aku sempat berjanji padanya untuk menjauhi mu..."


"Apa urusannya dengan Sarah...lagipula dengan kondisinya yang seperti itu, dia tidak akan sanggup melakukan apapun..." Ucap Ricky.


"Berlakulah baik terhadapnya pak...walau bagaimana dia ibu kandung dari anak-anakmu..." Tambah Lika.


"Aku sudah tau...aku malah mau menambah anak lagi..."


"Hah...tapi...rahim mbak Sarah kan sudah diangkat..."


"Siapa bilang aku mau punya anak dari dia lagi? Dasar bodoh... aku mau punya anak dari mu Bu guru cantik..." Ujar Ricky gemas sambil mencium tangan Lika. Wajah Lika mendadak berubah warna.


Tak lama mereka sudah sampai di parkiran Hotel tempat Lika menginap, Ricky turun dan membukakan pintu mobil untuk Lika.


"Sudah pak...aku bisa sendiri ke atas, cepatlah pulang...sebelum terlambat...mbak Sarah membutuhkanmu saat ini...selamatkan lah dia demi anak-anakmu..." Ujar Lika sambil melangkah ke arah lobby.


"Tunggu...!" Ricky mengejarnya.


"Lika...simpan nomor ponselmu di ponselku...siap-siap aku akan menghubungimu...jangan pakai perantaraan mbok Narti lagi..." Kata Ricky sambil menyodorkan ponselnya. Kemudian dengan cepat Lika menyimpan nomornya di ponsel Ricky, lalu dia menyerahkannya.


"Sudah Pak... aku naik ya..."


"Tunggu...cium aku dulu, atau aku tetap menunggu di sini..." Rajuk Ricky sambil tetap berdiri di tempatnya.


"Huh.. dasar bayi tua manja!" Cetus Lika sambil berjalan maju ke arah Ricky, kemudian dia melingkarkan tangannya di leher Ricky, lalu mencium bibir pria tampan itu dengan lembut. Ricky menahan bahu Lika agar Lika tak segera menjauh, dia membalas ciuman Lika dengan lebih dalam lagi.


"Tunggu aku sayang...aku akan menyusulmu..." Bisik Ricky dengan napas terengah-engah, sepertinya pria itu hampir tak dapat mengendalikan nafsunya yang kian bergejolak.


Perlahan Lika melepaskan diri dari pelukan Ricky.

__ADS_1


"Iya Pak...sekarang ku mohon cepatlah pergi...ada hal yang lebih penting dari pada ini...tolong jangan seperti ini terus..." Pinta Lika.


"Itu karena aku begitu mencintaimu...aku tak mau lagi kehilanganmu..." Jawab Ricky.


"Sudah...aku lelah mau tidur...besok pagi aku harus bersiap pulang...good night pak Ricky ganteng..." Ucap Lika sambil mengecup pipi Ricky, kemudian setengah berlari dia meninggalkan Ricky yang masih berdiri mematung.


Lika naik menggunakan lift, suasana sangat sepi karena memang sudah malam, saat mendapati kamarnya, dia menggesek kartu otomatis, kemudian pintu kamarnya terbuka. Wati masih nampak duduk santai sambil menonton TV.


"Bu Wati belum tidur? Ku kira sudah di alam mimpi..." Kata Lika sambil menaruh tasnya di meja, lalu menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Wah...Bu Lika dari mana aja nih...itu kenapa bibir jadi pada belepotan lipstik dan agak bengkak?" Tanya Wati sambil memperhatikan. Lika langsung menyambar handuk nya dan segera masuk ke kamar mandi. Terdengar suara Wati tertawa cekikikan meledeknya.


Sementara Ricky yang masih dalam perjalanan pulang kerumahnya, terpaksa menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Ada suara ponselnya yang berbunyi sejak tadi. Mbok Narti yang meneleponnya.


"Halo...ada apa mbok? Aku masih di jalan, sebentar lagi sampai..." Kata Ricky.


"Pak...bapak langsung kerumah sakit saja...tadi suster sudah pesan taksi duluan, soalnya bapak lama..." Jawab Mbok Narti.


"Baguslah...sekarang apakah anak-anak ada sama mbok Narti?"


"Bagus mbok...itu gagasan yang pintar, rumah sakit bukan tempat untuk anak-anak yang sehat... ya sudah, sekarang aku segera meluncur kerumah sakit..."


Kemudian Ricky mulai menyalakan mesin mobilnya dan melaju perlahan menuju ke rumah sakit.


Tidak sampai 15 menit, Ricky sudah sampai di rumah sakit, dia berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang UGD, di depan ruangan nampak suster yang biasa merawat Sarah di rumah sedang berdiri di sana.


"Bagaimana kondisinya suster?" Tanya Ricky.


"Ibu Sarah over dosis pak....tadi saya memberi obat sesuai takaran...entah dari mana ibu Sarah tiba-tiba mengambil obat lalu meminumnya dalam jumlah besar...sekarang lagi di tangani oleh dokter..." Jelas Suster.


"Baiklah, tolong kau jaga dia, kalau ada apa-apa hubungi aku..." Ujar Ricky.


"Lho...bapak mau kemana?" Tanya Suster.


"Aku mau istirahat dulu di lobby, sambil menyelesaikan administrasinya..." Jawab Ricky sambil berjalan meninggalkan tempat itu, sama sekali tidak melihat Sarah.

__ADS_1


**************


Keesokan harinya, pagi-pagi betul Lika sudah mandi dan bersiap-siap akan kembali ke Jogja, pak Ferry menunggu di restoran bawah untuk sarapan.


"Bu Lika, yang kemarin itu pacarnya ya?" Tanya Wati ingin tau.


"Menurut Bu Wati?"


"Menurutku sih iya lah...orang dia nungguin Bu Lika...ngomong-ngomong pacarnya ganteng amat sih Bu...di Jogja jarang ada yang seperti itu lho...Bu Lika pinter milihnya..." Seloroh Wati sambil memasukan barang-barangnya ke dalam tasnya.


"Ah..Bu Wati bisa saja...dia itu duda beranak dua tau...udah gede-gede lho anaknya ..." Ujar Lika.


"Oh...ya ya...aku inget...Bu Lika pernah bilang mantan murid itu anaknya pria yang kemarin kan...ya ampun...udah punya buntut aja masih ganteng gitu...sampe iri aku Bu..." Celoteh Wati. Lika hanya tertawa menanggapi.


"Sudah deh Bu...kita turun sekarang, pak Ferry kasian sudah nungguin dari tadi... nanti dia keburu bete..." Ujar Lika.


Kemudian mereka berdua segera meninggalkan kamarnya dan turun dengan menaiki lift menuju restoran hotel.


Pak Ferry terlihat menunggu di sudut meja makan dengan tidak sabar.


"Dari mana saja kalian ? Wanita selalu lama kalo berdandan...!" Gerutu pak Ferry.


"Ah...bilang saja bapak sudah lapar...ayolah kita sarapan..." Ledek Lika sambil mengambil piring dari meja dan mulai menyendok makanannya.


Tak lama ponsel Lika berdering, Lika merogoh dari dalam tasnya.


"Halo..."


"Halo...good morning sayang....I Love U..." Ternyata Ricky yang meneleponnya.


"Oh my God...baru semalam... malu pak...di depanku ada rekanku dan kepala sekolah..." Bisik Lika.


"I love U...kenapa kau tak membalas ku...?" Kata Ricky yang nampak seperti anak ABG yang baru jatuh cinta.


"Iya sayang I Love You...!" Sahut Lika gemas dengan suara agak keras. Pak Ferry dan Wati nampak saling berpandangan.

__ADS_1


__ADS_2