
Pagi itu Lika sudah berada di depan ruangan pak Johan, kepala sekolah. Di tangannya, Lika sudah membawa satu berkas surat pengunduran diri. Suasana sekolah sedang sepi, hanya ada beberapa guru yang datang sebentar hanya sekedar lapor hadir sebelum liburan kenaikan kelas.
Perlahan Lika membuka pintu ruangan itu, nampak pak Johan sedang fokus di depan laptopnya. Melihat kedatangan Lika Pak Johan tersenyum.
"Pagi pak Johan..." Sapa Lika.
"Pagi Bu Lika...silahkan duduk..." Sahut Pak Johan. Lika segera duduk di hadapan pak Johan.
"Ada apa nih pagi-pagi sudah nongol di sini...?" Tanya pak Johan.
"Begini pak...saya mau menyerahkan ini..." Kata Lika sambil menyodorkan berkas yang sudah dia persiapkan itu.
Pak Johan membuka berkas itu, kemudian membacanya dengan seksama.
"Apa? Kau mau berhenti mengajar?" Seru pak Johan dengan mata melotot.
"Benar pak...saya mau mengundurkan diri...trimakasih atas kesempatan yang bapak berikan selama ini...dan saya minta maaf apabila selama mengajar banyak kesalahan..." Ucap Lika.
"Coba jelaskan padaku, apa alasan Bu Lika mengundurkan diri...bukan karna aku pernah memberimu surat peringatan kan?" Tanya pak Johan sambil menatap wajah Lika.
"Bukan Pak...kami sekeluarga berencana akan pindah ke luar kota...mungkin nanti saya akan mengajar di sana..." Jawab Lika. Pak Johan nampak mengerutkan keningnya.
"Baru kemarin Miss Bella pergi...sekarang kau malah mau menyusulnya..." Wajah pak Johan terlihat sendu.
"Maafkan saya pak...saya memang harus pergi dan meninggalkan sekolah ini..." Ujar Lika.
"Padahal baru saja aku menemukan guru ideal seperti Bu Lika...guru penuh tanggung jawab dan sangat menyayangi anak-anak..." Ucap Pak Johan lirih. Lika hanya menundukkan wajahnya.
"Baiklah kalau memang itu keputusanmu...aku doakan Bu Lika dapat sekolah yang terbaik dan menemukan kebahagiaanmu dimanapun kau berada...oya, apa kau tidak ingin pamit dengan guru-guru yang lain?" Tanya Pak Johan.
"Tidak pak...aku mohon jangan beritahu siapapun perihal kepergian ku, nanti saatnya aku akan memberitahu mereka..." Jawab Lika.
"Baiklah...kalau memang itu keinginanmu..." Sahut Pak Johan.
"Trimakasih pak...aku mohon diri...selamat pagi..." Ucap Lika yang kemudian langsung berdiri dan berlalu meninggalkan ruangan itu.
Lika terus berjalan cepat menyusuri koridor sekolah yang tampak sepi, hatinya sedih meninggalkan begitu banyak kenangan disini walaupun dia baru beberapa bulan mengajar di sekolah ini.
Sesampainya Lika di depan gerbang, Lika tak kuasa menahan air matanya yang sedari tadi sudah menggenang di matanya. Kemudian Lika membiarkan air mata itu mengalir membasahi pipinya.
Tiba-tiba terdengar suara ponselnya yang berdering, segera Lika menghapus air matanya dan mengambil ponselnya dari dalam tasnya.
__ADS_1
"Halo..."
"Halo...Bu Lika...ayo kesini...Papa pergi Bu belum pulang..." Ternyata itu suara Nando. Lika teringat Ricky yang ada di rumah sakit, pasti anak-anak sendirian di rumah, apalagi sekarang sudah tidak ada pengasuh lagi, mbak Marni sudah pergi.
"Nando? Di mana kakakmu Nak?" Tanya Lika.
"Kakak sedang menjemur baju Bu...dari subuh papa sudah gak ada..."
"Apa kalian sudah makan?" Tanya Lika kuatir.
"Sudah Bu...papa sudah siapkan dari subuh tadi...cuma sekarang aku dan kakak kesepian... Bu Lika ayo dong kerumahku...temani aku dan kakak..." Kata Nando.
Lika terkesiap, hatinya selalu tidak tega melihat anak-anak ini, baru saja dia mau melupakan mereka.
"Nando...kalian kan sudah besar...bisa kan bermain sendiri tanpa ibu...nanti papa juga akan pulang kok..."
"Tapi Bu..."
"Pokoknya mulai sekarang Nando dan kakak harus belajar mandiri ya... Bu Lika tidak bisa selamanya menemani kalian...Nando mengeri kan?" Tegas Lika. Terdengar suara isak tangis Nando di telepon. Hati Lika semakin sakit.
"I...iya Bu..." Sahut Nando lirih sambil terisak. Kemudian Lika mematikan ponselnya.
Air mata Lika kembali mengalir deras, belum pernah dia membuat Nando sampai menangis, padahal dia tidak sampai hati bicara seperti itu, namun apa daya, semuanya harus Lika lakukan, kalau Lika mau melepas Ricky, Lika juga harus melepas Nando dan Kezia.
*********
Nenek masuk ke kamar Lika sambil membawakan teh hangat.
"Lika...kelihatannya wajahmu sedang lesu, minumlah dulu supaya pikiranmu tenang..." Ucap Nenek sambil menyodorkan gelas teh itu.
"Iya, Nek...trimakasih...aku baru dari sekolah tadi, mengajukan pengunduran diri...jadi sementara aku tidak mengajar dulu...nanti di Jogja aku akan melamar lagi di sekolah..." Jelas Lika.
"Yah.. lakukanlah apa yang menurutmu baik Lika...Nenek hanya bisa mendukungmu..." Jawab Nenek.
Tok...tok...tok...
Lika dan nenek saling berpandangan mendengar suara pintu di ketuk.
"Siapa Nek?" Tanya Lika.
"Mana nenek tau...kalo Lia gak mungkin pulang secepat ini..." Kata Nenek.
__ADS_1
"Ya sudah aku kedepan, biar aku yang buka pintunya Nek..." Ujar Lika sambil bangkit dan berjalan menuju ruang tamu. Kemudian Lika membuka pintunya.
"Hah...Kezia? Nando? kenapa kalian bisa kesini?" Seru Lika terkejut.
Kezia dan Nando berdiri di depan pintu dengan membawa tas mereka masing-masing.
"Bu Lika...kata Nando Bu Lika tidak mau kerumah kami lagi...kenapa Bu? apa ibu marah karena kami kurang mandiri?" Tanya Kezia. Spontan Lika memeluk kedua anak itu.
"Tidak sayang...ibu gak pernah marah sama kalian...kalian anak-anak yang baik...cuma ada hal yang kalian belum mengerti..." Ucap Lika. Kemudian Lika merangkul keduanya masuk ke dalam.
"Apa yang kami tidak mengerti Bu? Aku sudah cukup besar untuk mengerti..." Sergah Kezia. Lika membelai rambut keduanya.
"Oya...kalian naik apa kesini?" Tanya Lika.
"Kami naik angkutan umum Bu...mau pesan taksi online gak ada ponsel...tadi pake uang celengan bayarnya...nih masih banyak sisa uangnya..." Kata Kezia sambil menunjukan tasnya yang padat.
"Ah...kalian memang pintar..."
Tiba-tiba Nenek datang membawa pisang yang baru di goreng.
"Halo anak-anak...udah kangen nih sama Bu guru...ayo makan pisangnya dulu..." Tawar Nenek sambil meletakan piring di meja. Kemudian masuk lagi kedapur melanjutkan aktifitasnya.
"Bu Lika...aku bawa banyak baju lho..." Kata Nando.
"Iya Bu...kami takut dirumah sebesar itu sendirian...kami mau nginap saja di rumah ibu..." Tambah Kezia.
"Hmmm....kalian sudah ijin sama papa kalian belum?" Tanya Lika.
"Sudah Bu...malah Papa yang suruh..." Cetus Nando.
"Papa kalian memang ya... tapi gak apa-apa Nak...karena Mama lagi butuh papa saat ini...biarkan papa menemani Mama di rumah sakit ya..." Ucap Lika. Matanya berubah sendu.
Kezia beringsut mendekati Lika. Di sandarkan kepalanya di bahu Lika dengan manja.
"Bu...Bu Lika sayang Papa ya...?" Tanya Kezia polos. Lika terkesiap mendengar pertanyaan gadis kecil yang baru lulus SD ini.
"Ah...Bu Lika sayang sama kalian kok..." Jawab Lika sekenanya. Jujur dia belum siap menjawab pertanyaan Kezia tadi.
"Aku senang kalo Bu Lika sayang sama Papa...Nando juga pasti senang...iya kan Do?" Kezia mengguncang bahu adiknya yang asyik mengunyah pisang goreng.
************
__ADS_1
Hai readers...Jangan lupa ya like, vote and comment yang selalu di tunggu author...🙏🤗❤️ Trimakasih...