Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Pertemuan


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Lika bergegas menuju ke kamarnya, ia berganti pakaian, meraih tasnya, kemudian kembali keluar dari kamarnya.


Lika terus berjalan menyusuri lorong hotel dan mulai turun menggunakan lift, sesampainya di lobby hotel, dia melihat pak Ferry sedang berbincang-bincang dengan rekan sesama kepala sekolah.


Lika menghentikan langkahnya, sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari jalan lain agar pak Ferry tidak mengetahui kepergiannya.


Setelah berapa lama akhirnya Lika bisa keluar dari hotel itu tanpa sepengetahuan pak Ferry, dengan langkah terburu-buru Lika mencegat taksi yang kebetulan lewat di depan hotel, terlalu lama jika ia harus memesan taksi online.


Hingga taksi yang di tumpangi Lika berhenti di sebuah sekolah, sekolah tempat Lika pernah mengajar di sana.


"Sebentar ya pak..." Kata Lika kepada supir taksi yang masih menunggunya di pinggir jalan. Lika segera turun dan mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.


"Halo pak Alan...tolong bantu aku...!" Ujar Lika di telepon.


"Bu Lika? Ada apa?"


"Sekarang aku ada di depan gerbang sekolah, tolong antarkan Nando bertemu denganku di depan gerbang...sekarang pak...waktuku tidak banyak..." Mohon Lika.


"Hah? Sejak kapan kau ada di Bandung? Mengapa tidak mengabariku?" Tanya Alan.


"Panjang ceritanya pak...aku disini dalam rangka mengikuti seminar pendidikan, sekarang ku mohon bantu aku...karena aku juga akan ke sekolah Kezia...waktuku mepet...!"


"Wah ...kau sudah gila Bu Lika...baiklah...aku akan cari alasan agar Nando bisa pulang cepat..."


Kemudian telepon di matikan, Lika masih menunggu di depan gerbang, tak berapa lama nampak Alan keluar gerbang sambil menuntun Nando.


"Nandoo....!" Seru Lika sambil menghambur memeluk anak itu.


"Bu Lika? Ibu kemana aja...kita cari-cari Bu guru kemana-mana tapi ibu gak ada...kita kangen tau sama ibu!" Kata Nando sambil menangis.


"Sudahlah Nando.. kan ibu sudah ada di sini...ayo kita ke sekolah kakakmu...ibu kangen sama dia..." Lika kemudian menggandeng Nando untuk naik ke dalam taksi.


"Tunggu...!" Panggil Alan.


"Oh...maaf pak Alan...trimakasih sudah membantu..."


"Lika...nanti Nando akan di jemput Papanya... apa yang akan ku katakan? Nanti dia akan berpikir Nando di culik seperti dulu..." Kata Alan. Lika menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Benar juga katamu pak...lalu aku harus bagaimana?" Tanya Lika.


"Makanya jangan gegabah mengambil tindakan...ya sudah...nanti aku akan tunggu pak Ricky dan bilang padanya Nando ada Outing class...ini aku terpaksa berbohong demi kamu Bu Lika..." Ujar Alan.


"Terimakasih Pak Alan..." Lika segera naik ke dalam taksi. Perlahan taksi mulai bergerak dan melaju meninggalkan Alan yang masih berdiri mematung.


"Bu Lika..aku mau sama Bu Lika yang lama...aku gak mau sebentar..." Ucap Nando.


"Tapi ibu cuma punya waktu sebentar sayang...besok ibu harus kembali ke tampat ibu yang baru..."


"Aku mau ikut Bu Lika saja...!"


"Jangan Nak...kan Nando ada papa, mama, mbok Narti..."


"Aku tidak mau...dirumah berisik, papa dan mama sering bertengkar...aku dan kakak takut..." Kata Nando. Lika merengkuh tubuh anak itu.


Tak lama mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah Kezia, setelah membayar taksi, Lika dan Nando turun dan berjalan menuju ke dalam, karena di sekolah ini tidak ada yang mengenal Lika, maka Lika bisa leluasa masuk kedalamnya.


"Selamat siang..." Sapa Lika kepada guru piket yang ada di depan lobby sekolah.


"Siang..."


"Ini dari mana ya?" Tanya guru itu.


"Saya...saya tantenya..." Sahut Lika bohong. Ketika guru itu melihat Nando yang di gandeng Lika, maka dengan mudahnya ia percaya.


"Baik...silahkan tunggu disini, saya akan sampaikan pada wali kelasnya, lagi pula jam pelajaran sudah hampir selesai..." Kata guru itu sambil melangkah pergi meninggalkan tempat itu.


"Kok Bu Lika bilang Tante aku sih? Aku gak punya Tante tau...bilang saja kalau ibu adalah ibuku..." Celetuk Nando.


"Tidak sayang...ibumu itu kan Mama..."


Tak lama Kezia sudah muncul dan berjalan kearah lobby, melihat Lika dan Nando, Kezia langsung berlari kearah mereka, dengan penuh kerinduan mereka saling berpelukan.


"Bu Lika kemana saja? Jangan pergi lagi Bu...kami butuh ibu ...kami sayang sama Bu Lika...papa juga selalu kangen sama ibu...papa selalu pandangin foto ibu...jangan pergi lagi ya...huu...huu..." Tangis Kezia. Lika tak dapat lagi membendung air matanya.


"Ibu juga kangen dan sayang sama kalian...tapi...ibu gak bisa lama-lama bertemu dengan kalian..."

__ADS_1


"Kenapa Bu?"


"Ibu harus kembali ke hotel Cempaka...ibu ada seminar disana...dari sekolah ibu yang baru..." Ucap Lika. Wajah Kezia dan Nando nampak kecewa.


"Yuk kita makan... di depan jalan ada rumah makan...kelihatannya enak..." Lika menggandeng keduanya meninggalkan lobby sekolah Kezia.


Mereka menyebrang jalan kemudian masuk kesebuah rumah makan Padang yang cukup besar.


"Kezia...kamu pilih makanan yang kamu suka...Nando juga ya...setelah ini ibu akan mengantar kalian pulang kerumah..."


Akhirnya mereka memesan makanan yang mereka suka kemudian, mereka mulai makan dengan wajah ceria.


"Bu Lika gak mau ketemu papa?" Tanya Kezia. Lika menggelengkan kepalanya.


"Tidak sayang...waktu ibu tidak banyak... lagi pula...lebih baik ibu tidak bertemu dengan papa..."


"Kenapa?" Tanya Nando.


"Ibu gak kangen sama papa? kasihan papa Bu...tiap malam aku lihat, Papa suka pandangin foto ibu di ponsel....terus...dicium ponselnya...ha ha...papa lucu banget...pas ketahuan sama aku...papa jadi malu..." Cerita Kezia sambil tertawa.


"Masa sih?" Tanya Lika.


"Beneran Bu...Papa bilang Papa cinta sama Bu guru...papa sedih banget bu Lika tinggalin Papa..." Jelas Kezia.


"Mama gimana kabarnya?, kalian kan senang sekarang bisa dekat Mama terus...apalagi Mama sedang tidak sehat...harusnya kalian selalu ada di dekat Mama..." Ujar Lika.


"Mama... sekarang sudah berubah...gak sayang lagi sama kami... tiap hari mama selalu marah-marah, melempar barang...sampai aku dan Nando takut...Papa juga jadi kesal terus sama Mama...makanya papa sering pulang malam...gak seperti dulu lagi yang buru-buru pulang kantor untuk temani aku dan Nando...papa selalu menghindar dari Mama...lama-lama kami gak betah di rumah Bu...kami ikut ibu saja!" Ungkap Kezia. Nando hanya mengangguk menyatakan persetujuan.


"Sabar ya sayang... badai pasti akan berlalu...Bu Lika akan selalu doain buat kalian..." Ucap Lika.


"Bu Lika kenapa gak mau ketemu Papa? Memangnya Bu Lika tidak sayang sama Papa?" Tanya Nando.


"Tidak seperti itu sayang...tapi Bu Lika kan ada tugas dari sekolah...waktunya tidak banyak...oh iya...sekarang sudah jam 3 sore...ayo cepat dihabiskan makanannya, ibu akan antar kalian...jam 4 ibu harus mengikuti seminar sesi 2...nanti ibu terlambat..." Kata Lika sambil mengeluarkan uang dari dalam tasnya untuk membayar.


**********


Hi readers...Jangan lupa dukung author dengan Like, vote and comment yaaaa...

__ADS_1


Jangan lupa juga mampir ke karya baru author yang lain...


Trimakasih...🙏🤗❤️


__ADS_2