Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Sebuah Permohonan


__ADS_3

Siang itu pada jam istirahat di sekolah, pada saat makan siang, Lika dikejutkan dengan suara ponselnya yang ia letakan di laci meja, kemudian dia membuka laci meja dan mengambil ponselnya.


Ada sebuah pesan yang tertera pada ponsel Lika, dari nomor yang tidak ia kenal, lalu kemudian dengan perlahan Lika mengusap layar ponselnya dan membacanya.


'Slamat siang...aku mohon datanglah ke rumah sakit Persada jalan Mawar lantai 3 nomor 124...datanglah...aku mohon...'


Lika terkesiap membaca pesan itu yang ditujukan kepadanya, siapakah orang yang mengirimkan pesan itu? Apakah ini ada hubungannya dengan pesan yang lalu ? Apakah ini berkaitan dengan Kezia dan Nando ?


Bebagai pertanyaan terus bergelayut dalam pikiran Lika, siapa sebenarnya sang pengirim pesan tersebut?


Saat ini Lika sangat membutuhkan teman untuk curhat, sebenarnya pak Alan adalah tipe orang yang enak diajak bicara, namun Lika harus menjaga jarak dengan Alan.


Walau bagaimana Lika sudah menaruh hatinya pada Ricky, dia tak ingin berhubungan dengan lawan jenis yang akan menimbulkan masalah, bukan hanya bagi Ricky, juga bagi Bella, Jang jelas-jelas sangat menyukai Alan.


Perlahan Lika mendekati Bu Ina, yang saat itu sedang memeriksa ulangan anak-anak.


"Ehem...Bu Ina...ada waktu sebentar?"


"Sekarang?"


"Hehe...iya Bu..."

__ADS_1


"Nanti aja gimana Bu...aku banyak banget kerjaan siang ini...ini aja belum kelar..." Sahut Ina sambil menunjuk tumpukan buku di meja kerjanya.


"Oh...maaf Bu Ina...nanti saja deh sepulang dari sini..." Kata Lika.


"Boleh Bu...kita pulang sama-sama ya sambil makan somay di depan sekolah yang mangkal itu..." Jawab Ina.


"Oke siap..." Kemudian Lika kembali ke meja kerjanya.


*************


Sepulang mengajar, pada pukul 4 sore, Lika dan Ina bergegas keluar gerbang menuju tukang somay yang letaknya tidak jauh di depan sekolah, suasana sore itu lumayan ramai, Lika sengaja memarkirkan motornya di parkiran sekolah, karena dipinggir jalan itu lahannya sangat sempit.


"Ayok Bu Lika mau cerita apa...?" Tanya Ina setelah memesan somay.


"Waduh.. ini siapa ya Bu...?" Ina nampak mengerutkan keningnya.


"Aku gak tau Bu...tapi menurut Bu Ina, apakah aku harus menuruti permohonannya untuk datang kerumah sakit?"


"Datang saja Bu Lika...biar jelas sekalian..." Usul Ina.


"Bisa temani aku gak Bu...?"

__ADS_1


"Oh...bisa lah...kapan mau datang Bu...?" Tanya Ina antusias.


"Sekarang yuk Bu...mumpung masih sore..." Jawab Lika.


"Oke...kita habiskan dulu makannya, setelah itu kita langsung menuju rumah sakit...aku juga penasaran sebenarnya siapa sih yang sakit.. " Ujar Ina.


"Iya Bu ..apalagi aku...ini nomor yang kirim pesan juga ganti-ganti, kemarin sih aku menduga itu mamanya Kezia dan Nando...tapi kali ini aku gak berani menduga apapun...kita liat aja nanti..." Jelas Lika.


"Bu Lika...aku mau tanya jawab jujur ya...sebenarnya apa sih hubunganmu dengan papanya Kezia dan Nando? Dulu aku cuma anggap itu gosip murahan, tapi sepertinya kalian memang ada hubungan spesial...dugaanku betul atau salah Bu?" Tanya Ina. Lika tersedak tiba-tiba.


"Maaf Bu Ina...jujur hubungan aku dengan pak Ricky memang lebih dari sekedar teman...beberapa kali dia mengungkapkan perasaannya padaku..." Ungkap Lika.


"Lalu apa tanggapan Bu Lika?"


"Entahlah Bu...aku masih dibayang-bayangi dengan mantan istrinya...walaupun dalam hati aku ada perasaan terhadapnya, namun pikiranku masih ragu-ragu..." Ucap Lika. Ina mendengarkan cerita Lika dengan seksama.


"Kalau kalian saling mencintai....kenapa harus bimbang Bu..."


"Makanya aku butuh support Bu Ina nih...eh kita jalan yuk Bu...nanti kesorean..." Ujar Lika yang kemudian berdiri dan membayar somay.


Tak lama kemudian motor mereka sudah melaju menuju rumah sakit yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat itu.

__ADS_1


Setelah mereka memarkir motornya di tempat parkir, mereka masuk kedalam sesuai dengan alamat kamar yang tertera di dalam ponsel Lika. Lalu mereka mulai naik ke lantai 3 dengan menggunakan lift.


******


__ADS_2