Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Sebuah Kerinduan


__ADS_3

Setelah selesai mengajar di kelas 2, Lika masuk ke ruang guru, dia beristirahat sejenak disana.


Tok ... tok... tok...


Sebuah ketukan pintu mengejutkan Lika, seorang gadis kecil manis menyembulkan kepalanya.


"Bu Lika....aku masuk ya..." Tanpa menunggu jawaban gadis kecil itu masuk dan langsung duduk di depan Lika.


"Ada apa Kezia...?" Tanya Lika.


"Dua Minggu lagi aku akan ujian nasional...doain aku ya bu..." Kata Kezia.


"Hmm....tentu dong sayang, ibu pasti doain kamu..." Sahut Lika tersenyum. Tiba-tiba dia teringat wanita yang terbaring di rumah sakit, dia adalah Sarah, Mama kandung Kezia dan Nando.


Saat kondisi seperti ini Sarah pasti sangat membutuhkan anak-anaknya ada di sisinya, Lika terus berpikir bagaimana caranya? Sedangkan Ricky seolah sudah tidak perduli lagi terhadapnya.


"Kok Bu Lika bengong...?!" Suara Kezia mengagetkan Lika.


"Eh...Kezia...apa Kezia suka kangen sama Mama?" Tanya Lika spontan.


"Sebenarnya sih iya...tapi Papa gak pernah ijinin kita buat ketemu Mama..." Tukas Kezia.


"Waktu Kezia ketemu Mama terakhir...Bagaimana Mama Kezia?"


"Mama lebih kurus dari yang dulu...kami cuma jalan-jalan, tapi kelihatannya Mama senaaang sekali...Mama bilang aku dan Nando harus jadi anak yang baik dan nurut sama Papa..." Jelas Kezia.


"Apa Kezia mau ketemu Mama lagi? Pasti Mama senang lihat Kezia yang udah mau lulus SD..."


"Mau Bu...tapi...Papa gimana?"


"Ya gak usah cerita lah sama Papa...pokoknya Kezia dan Nando ketemu Mama di temani Bu Lika...setelah itu kita pulang..." Ajak Lika. Kezia tersenyum senang.


"Oke bu...deal...! Tapi kapan Bu...?" Tanya Kezia semangat.


"Hmm...Bagaimana kalo besok siang sepulang sekolah? Kezia bilang sama Papa kalo mau jalan-jalan sama Bu Lika ya...nanti pulangnya biar ibu yang antar..." Ujar Lika.


"Siap Bu...jangan lupa ya besok...."


"Oke..."


***************


Malam itu saat Lika hendak merebahkan tubuhnya di pembaringan, tiba-tiba ponselnya berdering, lalu ia segera meraih ponselnya, kemudian mengusap layar ponselnya.


"Halo Pak Ricky..." Sapa Lika.


"Halo Bu guru....sudah tidur belum...?"

__ADS_1


"Belum pak...tumben nih malam-malam telepon, ada apa pak?" Tanya Lika.


"Tadi Kezia bilang, besok mau jalan-jalan sama Bu guru...bener Bu?"


"Iya pak...refreshing dulu menjelang ujian...biar gak stress..." Jawab Lika.


"Trimakasih ya Bu sudah memperhatikan anak-anakku...tanpamu, aku tak bisa membayangkan apa jadinya mereka..." Ungkap Ricky.


"Tugas seorang guru memang seperti itu pak..."


"Aku percaya anak-anakku aman bersamamu Bu guru..."


"Jangan terlalu berlebihan pak..."


"Kau bukan hanya guru...tapi calon ibu bagi mereka..." Kata Ricky. Lika terhenyak mendengarnya. Kembali dia teringat akan Sarah yang kini berbaring di rumah sakit.


"Pak...seandainya nih...mantan istri bapak mau rujuk dan kembali kepada bapak dan anak-anak bagaimana?" Tanya Lika spontan. Beberapa saat Ricky terdiam.


"Apa maksudmu Bu guru?"


"Tidak ada maksud apa-apa...hanya sekedar bertanya..."


"Berulang kali aku katakan, aku sudah tidak mau tau lagi kabar tentangnya, sedikitpun, dia sudah tidak berarti lagi bagi kami...jadi ku mohon jangan kau ungkit lagi tentang dia..." Tegas Ricky.


"Baiklah pak..." Sahut Lika.


"Oke pak...sudah malam, aku mengantuk...trimakasih pak..." Kemudian dia menutup teleponnya.


Lika duduk di tepi tempat tidurnya, merenungkan setiap perkataan Ricky, Lika tidak mengerti harus bagaimana dan berbuat apa.


Walau bagaimana saat ini Sarah sangat membutuhkan keluarganya, kemarin pun tidak ada seorangpun yang menunggunya di rumah sakit, sehingga timbul belas kasihan Lika terhadap Sarah.


************


Sepulang sekolah, Lika menggandeng Kezia dan Nando keluar dari gerbang sekolah, hari ini Lika sengaja tidak membawa motor, tadi pagi dia naik ojek online ke sekolah.


"Memangnya Bu guru tau Mama ada dimana?" Tanya Nando polos.


"Ya...pokoknya kalian ikut saja ya...ingat apa pesan ibu tadi?" Tanya Lika mengingatkan.


"Jangan bilang sama Papa!" Jawab keduanya hampir bersamaan.


"Bagus...kalian ingat ya, ini bukan untuk membohongi Papa, tapi demi kalian bisa bertemu dengan Mama kalian...kalo tidak dengan cara begini, ibu kesulitan untuk membawa kalian bertemu dengan Mama..." Jelas Lika. Tak lama kemudian sebuah taksi online yang di pesan Lika sudah ada di hadapan mereka.


Taksi online itu membawa mereka ke sebuah rumah sakit, setelah mereka turun dari mobil, mereka berjalan menuju lobby rumah sakit dan mulai menaiki lift menuju ke lantai 3.


"Mama sakit apa Bu...?" Tanya Kezia.

__ADS_1


"Sakit kangen sama kalian...kalo nanti lihat Kalian...mama pasti cepat sembuh..." Kata Lika mencari jawaban yang tepat.


"Bener Bu?" Sambung Nando.


"Iya dong...kan kalian jarang ketemu Mama...makanya nanti baik-baik ya sama Mama..." Tambah Lika.


Akhirnya mereka sudah sampai di depan ruangan Sarah. Perlahan Lika membuka pintu itu, Kezia dan Nando mengikutinya.


"Slamat siang mbak Sarah...ini Lika mbak...dengan...anak-anak..." Sapa Lika terhadap Sarah yang berbaring lemah. Sarah menoleh perlahan sambil tersenyum.


"Mama...!" Pekik Kezia yang langsung memeluk Sarah, Nando mengikutinya. Ada raut kerinduan di mata Sarah.


"Kezia...Nando...anak-anak Mama...Mama kangen Nak..." Ucap Sarah lirih.


"Mama...cepat sembuh ya...kata Bu Lika Mama kangen aku sama kakak...makanya Mama sakit, sekarang kita sudah ketemu...Mama pasti sembuh kan..." Ucap Nando. Sarah merengkuh kepala Nando dan cairan bening mulai menetes di pipinya. Lika membantu menyeka air mata itu dengan tissue yang ada di dekat situ.


"Mbak Sarah tenang saja...aku akan sering membawa anak-anak datang kepadamu..." Ujar Lika yang duduk di tepi ranjang Sarah.


"Bu Lika...trimakasih..."


"Iya mbak...tetaplah semangat, mereka ada di dekatmu sekarang..." Lika menggenggam jemari Sarah yang kurus dan dingin.


"Mama sembuh ya...sebentar lagi aku akan ujian nasional...aku akan jadi anak SMP Ma...nanti Mama liat aku pake seragam SMP..." Kata Kezia.


"Iya sayang...putri yang dulu Mama tinggalkan sudah berubah menjadi gadis remaja yang cantik...maafkan Mama ya Nak..." Tangis Sarah tak terbendung lagi. Lika mendekat dan memeluknya.


"Sudahlah mbak Sarah...tak usah lagi mengungkit masa lalu...yang penting sekarang mbak Sarah tetap semangat demi anak-anak..." Hibur Lika.


"Lika...kamu benar-benar malaikat yang Tuhan Kirim buat anak-anakku..." Ucap Sarah.


"Kezia, Nando...kalian duduklah di sofa itu...makan dulu makanan yang kita beli tadi...kalian pasti lapar dari pulang sekolah..." Kata Lika. Kezia dan Nando mengangguk patuh lalu duduk di sofa yang ada di sudut ruangan.


"Kamu benar-benar guru yang hebat Lika..." Kata Sarah sambil tersenyum.


"Semua guru mungkin akan seperti itu Mbak..."


"Dulu saat sehat...aku meninggalkan mereka, aku lebih memilih mencari kebahagiaanku sendiri, setelah aku mulai sakit...orang yang aku andalkan justru meninggalkan aku...tapi mungkin itu karma buatku...yang pernah menyia-nyiakan keluarga yang dulu begitu menyayangiku..." Cerita Sarah Lirih.


"Masih ada kesempatan mbak..."


"Tidak, semua sudah terlambat...bahkan mantan suamiku sudah tidak mau lagi berurusan denganku..." Kilah Sarah.


"Aku akan membantu sebisaku mbak..."


"Jangan buang waktumu Lika..aku tau sekarang Ricky mencintaimu...anak-anak juga membutuhkanmu...aku ikhlas....tapi sebelum aku pergi...aku hanya ingin bersama mereka..." Sarah menangis. Lika memeluk tubuh Sarah yang mulai gemetar menahan kesedihan.


"Mama! Mama kenapa....?" Kezia tiba-tiba sudah ada di samping Lika.

__ADS_1


"Mama sangat terharu dan bahagia bisa bertemu dengan kalian...ayo lanjutkan lagi makannya..." Sergah Lika.


__ADS_2