Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir
Sebuah Pertanyaan


__ADS_3

Lika masih di depan Laptopnya, mengecek kurikulum yang di buat oleh Bu Maura dan Pak Wahyu, juga mengecek laporan bagian penerimaan murid baru, ternyata di luar dugaan, jumlah yang mendaftar untuk tahun ajaran baru ini melebihi target, Lika tersenyum puas.


"Bagus juga kinerja guru yang merangkap jadi marketing sekolah itu...mereka gencar promo di media sosial..." Gumam Lika.


"Kenapa senyum-senyum sendiri?" Tanya Ricky yang tiba-tiba sudah ada di sebelah Lika.


"Eh...Papa, Given masih bobok? Tumben dia belum bangun minta susu..." Sahut Lika.


"Ibu nya lagi sibuk liat laptop terus sih..." Cetus Ricky.


"Aku cuma kontrol saja kok...ini calon murid baru melebihi target lho Pa...di tahun ajaran baru ini sekolah kita bakal ramai..." Sahut Lika antusias.


"Aku senang mendengarnya....itu semua milikmu sayang...terserah kau mau melakukan apa untuk sekolah itu..."


"Trimakasih Pa...oya, aku baru membuka kadonya Nando yang dari orang tak dikenal itu Pa...ternyata isinya laptop...kira-kira seumuran Nando apa pantas pakai Laptop ya..." Tanya Lika.


"Siapa sih pengirim yang tak jelas itu? Bikin kepalaku pusing saja memikirkan itu..." Sungut Ricky.


"Tapi setidaknya itu bukan mayat kucing Pa...hadiah kan hal yang positif...."


"Iya...tapi tetap saja....tidak jelas!"


"Besok coba ku tanya sama Miss Bella?" Gumam Lika.


"Bella? Apa hubungannya dengan Bella?" Tanya Ricky.


"Siapa tau dia yang memberikan atas suruhan Mbak Sarah....secara kan mereka itu sepupu..." Jawab Lika.


"Ya memang masuk akal sih...tapi selama ini Sarah tidak pernah memberikan hadiah untuk Nando..." Sanggah Ricky.


"Siapa tau Pa...ih si Papa nih...masa ibu tidak pernah kasih anaknya hadiah sih..."


"Dulu tiap Nando ulang tahun memang tidak pernah ada hadiah...paling makan di mall dan tiup lilin saja...Sarah memang keterlaluan dari dulu..." Ungkap Ricky.


"Jadi gimana nih....laptopnya jadi di kasih Nando atau tidak?" Tanya Lika.


"Jangan! Nando masih kelas 3 belum boleh pakai laptop..."


"Ya sudah kalau begitu laptopnya aku simpan saja..." Ujar Lika yang langsung berdiri dan berjalan keluar kamarnya.

__ADS_1


Di lantai bawah, Nando nampak masih membuka kado dari Nenek, Kezia, Lia dan mbok Narti, wajah anak itu begitu bersemangat.


"Ibu...lihat! Aku banyak dapat hadiah...semua orang sayang padaku...!" Seru Nando. Lika tersenyum dan segera menghampiri Nando dan membelai rambut anak itu.


"Kalau anak pintar dan baik pasti banyak yang sayang...Ibu senang kalau Nando bahagia...ayo teruskan buka kadonya..."


"Ibu mau kemana?" Tanya Nando.


"Ibu mau kebelakang temani Mbok Narti siapkan makan malam buat kita..."


"Asyiik....malam ini pasti makan enak..." Kata Kezia antusias.


"Lia...dimana Burhan?" Tanya Lika.


"Lagi cuci mobil kak...." Jawab Lia.


"Ajaklah dia makan malam juga...supaya dia juga tidak merasa tersisih...besok Papa Ricky mau ke kampusnya Burhan...bayar administrasinya kemudian Burhan sudah bisa kuliah..." Kata Lika.


"Benar Kak? Terimakasih Kak....dia pasti senang..."


"Sekarang kau beri tau Burhan....besok bersiaplah pakai baju yang rapi...kalian harus sungguh-sungguh belajar yang baik...masa depan ada di tangan kalian..." Ujar Lika.


*********


Keesokan harinya setelah anak-anak berangkat ke sekolah, Lika berangkat ke sekolah baru untuk mengontrol para guru, Ricky mengedrop Lika di sekolah, sementara dia dan Burhan Naik mobil menuju ke kampus Burhan.


Lika berjalan keruangannya sambil menggendong Given, hari ini selain kontrol kinerja guru, Lika juga bermaksud untuk menemui Bella, ada hal yang sangat ingin Lika tanyakan pada Bella yang kini menjadi salah satu guru di sekolahnya.


"Selamat pagi Bu Lika..." Sapa Pak Wahyu, calon kepala sekolah SD yang sudah rapi berdiri di depan aula.


"Selamat pagi Pak Wahyu...apakah laporan yang saya minta susah siap?" Tanya Lika.


"Sudah siap Bu...laporan TK dari Bu Maura juga sudah siap....tinggal di presentasikan di depan para guru saja..." Jelas Pak Wahyu.


"Bagus Pak...semoga kedepannya tim kita makin kompak ya Pak...oya, apa Bapak melihat Miss Bella?" Tanya Lika.


"Miss Bella? Tadi saya lihat dia di ruang perpustakaan Bu...barangkali dia masih di sana..." Jawab Pak Wahyu.


"Baik Pak...saya akan keruang perpustakaan...terimakasih..." Ujar Lika yang langsung berjalan menaiki tangga ke ruang perpustakaan.

__ADS_1


Ruang perpustakaan itu cukup luas, semua rak-rak sudah terisi penuh oleh buku, sebagian dari para donatur, sebagian lagi Lika yang membelikan buku-buku berkualitas untuk calon anak didiknya nanti.


Bella duduk di bangku menghadap ke jendela, di depannya ada sebuah buku yang ia baca, perlahan Lika mendekati Bella.


"Selamat pagi Miss Bella..." Sapa Lika. Bella menoleh kebelakang.


"Eh ..Bu Lika...Pagi Bu..." Jawab Bella.


"Miss Bella tidak bergabung dengan guru yang lain?" Tanya Lika. Memang sejak di sekolah dulu waktu di Bandung, Bella cenderung menutup diri dengan rekan sesama guru, ternyata sampai hari ini sikapnya itu belum berubah.


"Lebih baik saya baca buku di sini Bu...dari pada bergosip..." Jawab Bella cuek.


"Bergosip? Mereka membicarakan rencana pengajaran...kurikulum dan kegiatan sekolah...bukan bergosip Miss Bella..." Kata Lika agak kesal.


"Ah...Bu Lika jangan terlalu idealis...itu semua kan hanya formalitas....Bu Lika tidak tau saja di belakang mereka membicarakan apa...oya, Bu Lika juga perlu memperhatikan diri...masa kesekolah sambil mengasuh bayi...apa itu yang di sebut profesional...?" Cetus Bella.


"Miss Bella lupa...aku bukan kepala sekolah ataupun guru...aku hanya mengontrol...jadi mau aku bawa bayiku atau anak-anakku yang lain...sah-sah saja menurutku..." Jawab Lika.


"Oh...ya...ya...aku lupa kau adalah pemilik sekolah ini...maaf Bu Lika...aku masih teringat saat di Bandung....kita kan rekan..."


"Sudahlah Miss...waktuku gak banyak...langsung saja aku mau tanya...apakah bingkisan untuk ulang tahun Nando itu dari Miss Bella??" Tanya Lika. Bella terdiam seperti memikirkan sesuatu, lalu dia menggelengkan kepalanya.


"Tidak....bahkan aku tidak tau kapan Nando Ulang tahun..." Jawab Bella santai.


"Aku mohon Miss Bella jawab jujur saja...aku tidak masalah kalau itikadnya baik..." Desak Lika. Bella mengerutkan keningnya seperti orang bingung.


"Jujur bagaimana? Aku memang tidak tau...kau menuduhku Bu? Apa buktinya kalau bingkisan yang kau maksud itu dari aku?"


Lika terdiam, dia memang tidak punya bukti yang kuat.


"Baiklah....kalau Miss Bella memang merasa tidak melakukannya aku minta maaf....tapi bisa jadi bingkisan itu...dari Mbak Sarah..." Ungkap Lika. Bella terperangah.


"Tunggu....tidak mungkin itu dari Sarah...tidak mungkin...." Sahut Bella.


"Mengapa kau begitu yakin Miss?" Tanya Lika.


Bella terdiam, dia tidak menjawab apapun, kemudian tanpa pamit Bella berdiri dan meninggalkan Lika di perpustakaan itu.


"Miss Bella....! Tunggu aku....aku belum selesai...!" Panggil Lika, namun Bella terus berjalan tanpa memperdulikan teriakan Lika.

__ADS_1


************


__ADS_2