Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-100. Roh Pedang


__ADS_3

"Saudara Lian, kau pergi kemana dihutan semalam?" tanya Ku Liang.


Lian Zheng tau pasti yang mengikutinya ialah Ku Liang, kemudian ia menjawab, "Aku hanya mengambil beberapa barangku yang tertinggal."


Ku Liang hanya mengangguk walaupun ia merasa Lian Zheng berbohong namun ia tidak memperpanjang masalah kecil seperti itu, kini tanah sudah bergetar dan juga gerbang besar perbatasan sudah mulai dibuka.


Namun para kultivator mendadak menjadi suram karena monster yang lebih awal datang ialah monster tingkat emas, walaupun hadiahnya banyak jika membunuh monster emas namun mereka juga membutuhkan tenaga yang banyak untuk membunuhnya.


Belum sempat lari mereka semua dikejutkan lagi dengan ribuan monster crystal datang dari arah barat, membuat para kultivator lagi-lagi ingin menyerah, Lian Zheng pun juga sama ia terkejut karena monster crystal setidaknya setara dengan kultivator tahap Master Putih.


"Bagaimana mungkin mereka mengeluarkan kekuatan yang sebesar ini-!?" histeris salah satu anggota kelompok elang emas.


Semua pun juga begitu tak terkecuali dengan Lian Zheng pemuda, walaupun mereka kekuatannya dibawah Lian Zheng namun mereka semua memiliki jumlah yang banyak, jika dibandingkan dengan kultivator pembasmi monster yang sekarang sangat terpaut jauh kekuatan maupun jumlah.


Namun seketika mereka sedikit bahagia karena mereka kedatangan beberapa kultivator S, dimana biasanya kultivator tersebut mendapatkan penghargaan dan juga mestinya kekuatannya sangat kuat.


Lian Zheng sedikit bingung ketika melihat para temannya sedikit bahagia namun pemuda itu langsung mengerti karena ia melihat beberapa orang yang memiliki kekuatan yang cukup kuat.


Namun itu semua seketika sirna karena datangnya lagi ribuan monster crystal dari arah timur, membuat orang melotot tak percaya, walaupun mereka kekuatannya tadi sedikit bisa membantu sebelumnya namun mereka sekali lagi tidak bisa menandingi kekuatan dan jumlahnya sekarang.


Pada akhirnya mereka harus berjuang hidup dan mati karena para monster sudah mulai mendekati gerbang perbatasan, mereka maju tanpa berpikir, Lian Zheng pun sedikit iba namun jika ia mengeluarkan kekuatan sebenarnya ia bisa menarik perhatian masalah kedepannya pasti.


"Fokuslah, sekarang kau hanya harus mengambil mahkota inti dari para monster namun berhati-hati disana ada yang lebih kuat dari pada monster yang sekarang ini." ucap Pecahan Jiwa.


'Ada yang lebih kuat?!' batin Lian Zheng.

__ADS_1


"Dasar kedua-Pasukan Raja Langit!"


'Wusshhh!'


Jutaan orang memakai jubah perang lengkap dengan peralatan perang melayang diatas tiba-tiba, membuat semua orang seketika memberhentikan pertempuran para monster pun juga sedikit melihat namun mereka semua segera melanjutkannya, walau begitu para manusia kultivator bertanya-tanya darimana asal mereka semua.


"Salam hormat pada raja Langit!"


Semua tunduk pada Lian Zheng, tiba-tiba Lian Zheng dikelilingi cahaya putih saat cahaya itu menghilang seketika penampilan dan pakaian Lian Zheng berubah drastis yang tadi hanya memakai pakaian biasa sekarang ia memakai jubah armor yang memiliki segel pertahanan yang kuat.


Lian Zheng cukup terkejut dengan penampilannya yang sekarang, bahkan ia melihat jika armor yang ia pakai ini pasti sangat berat namun siapa sangka jika armor yang ia pakai ini sangat ringan sekali bahkan ia terlihat terbantu karena armor tersebut juga menambah kecepatannya saat berlari.


"Baiklah sekarang waktunya perang, siapkan busur! Tembak!"


Anak panah dengan mata pisau berbentuk batu runcing memiliki cahaya biru diujungnya meluncur dengan cepat dan mengenai semua para monster emas seketika ia juga para monster yang terkena lenyap tanpa sisa.


"Aku harus memberitahu kaisar jika ada orang kuat di kekaisaran ini, dan pastinya aku akan mendapatkan harta yang banyak." ucap salah satu orang kultivator S.


Balik kesisi Lian Zheng, pemuda itu berkata lantang, "Siapkan pedang! Serang!"


Lian Zheng berteriak dari bawah walaupun begitu para pasukannya mendengar jelas dan juga para kultivator yang di sekeliling Lian Zheng juga mendengar nya karena Lian Zheng mengalirkan Qi pada pita suara nya.


Lian Zheng melesat bagaikan kilat, ia memegang pedang pemberian Kakek Suxian, bahkan hanya percikan atau lesatan garis angin yang terlihat jika Lian Zheng mengayunkan pedangnya.


"Bagus-!"

__ADS_1


Suara itu selalu berulang-ulang di otak Lian Zheng saat Lian Zheng membunuh para monster dengan pedangnya, Lian Zheng cukup terganggu dengan suara itu.


"Guru bisakah kau diam!"


"Hey aku tidak mengucapkan apa-apa!"


Lian Zheng memberhentikan aksinya lalu ia menatap pedang ditangannya yang sudah banyak bercak darah di setiap sudutnya.


"Guru apakah pedang mempunyai roh?" tanya Lian Zheng melewati telapati.


"Tentu bisa dan itu hanya tertentu saja yang memiliki roh."


Lian Zheng sekarang tau siapa yang berbicara diotaknya tadi seketika itu juga suara itu berhenti saat Lian Zheng membunuh para monsternya, Lian Zheng akhirnya fokus dan terus maju sambil membunuh para monster.


Namun jika dipikir itu terlalu kelamaan karena ia selalu dihalangi oleh monster pada akhirnya Lian Zheng memutuskan untuk terbang dengan cepat saat lokasinya sudah berjauhan dan juga sedikit sepi.


Disisi lain.


"Apa ini, aku merasakan energi yang sangat kuat melaju sangat cepat menuju kesini-!"


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.

__ADS_1


Terimakasih para readers yang setia membaca novelku sampai saat ini, terimakasih juga yang udah dukung novel author ini, the best lah buat kalian semua! 😉👍🏻


__ADS_2