Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-62. Tugas Selesai


__ADS_3

Lian Zheng meng sepak terjang Xieye, Xieye yang di sepak oleh Lian Zheng terpental jauh sampai menabrak bangunan, Tidak ingin membuang waktu Lian Zheng segera melesat dengan membawa pedang perak di tangannya.


Melihat Lian Zheng mendekati nya, Xieye pun meminum darah yang ia siapkan di kantong bajunya, Saat meminum darah tersebut, Hal yang tidak diduga ialah Xieye menjadi raksasa, Bermata merah dan munculnya 2 tanduk di kepalanya.


"Hahahaha, Terimakasih tuanku." Gema Xieye.


Lian Zheng yang melihat hal itu, Seketika ia teringat kejadian 1 tahun yang lalu dimana ia melawan pria kekar, Namun sekarang berbeda saat itu pria kekar menusuk pedangnya ke dada namun jika Xieye meminum darah.


Lian Zheng pun tidak takut sama sekali melihat perubahan dari lawannya. Saat ingin melesat maju, Lian Zheng diberhentikan oleh Nomor 1 dengan menarik tangannya.


"Jangan melawan, Ia bisa meledakan diri jika ia sedang terpojokkan." peringatan Nomor 1.


Lian Zheng pun berkata jika ia bisa melawannya dengan sekali tebasan, si Nomor 1 hanya bisa membiarkan pemuda itu melawannya dan meninggalkan Lian Zheng karena ia ingin membantu yang lainnya.


Lian Zheng pun kembali menatap lawannya tersebut, Lian Zheng memutuskan untuk tidak menggunakan pedang peraknya, Ia mengambil pedang pemberian dari Kakek Suxian saat di goa dahulu.


Saat memegang pedang tersebut, Lian Zheng merasakan tangannya di tarik oleh pedang tersebut, Lian Zheng pun mengalirkan tenaga dalamnya seketika pedang tersebut mengeluarkan cahaya perak.


"Hahahaha, Kau ingin melawanku dengan mainan mu itu?" Ejek Xieye.


Lian Zheng pun tidak menjawab lantas ia langsung melesat maju dan bergerak zig-zag dengan gesit, Akan tetapi Xieye terus saja tertawa saat melihat Lian Zheng melesat maju ke arahnya.


Saat jarak mereka dekat, Hal yang tidak diduga ialah Lian Zheng dengan sekejap menghilang dari pandangan Xieye dan tiba-tiba Lian Zheng muncul dari belakang.


Slasssh


Kepala Xieye terpisah dari bagian tubuhnya dan mengeluarkan darah hitam dengan berbau sangat busuk.


"Ini memang mainanku." Ucap Lian Zheng dengan tersenyum sinis.


Lian Zheng pun terbang mendekati stadium yang besar, Jika dilihat-lihat stadium tersebut dipakai untuk acara turnamen. Lian Zheng pun menatap stadium tersebut, Terlihat jika ada ribuan hewan bertanduk melawan ratusan pendekar.


Lian Zheng pun mengambil ancang-ancang, Lalu ia mengeluarkan jurus ilusi nya, Jurus ilusi tersebut bisa mengeluarkan tubuh ilusi yang serupa dengan tuannya, Ilusi itu dinamakan Seribu Bayangan Raja Langit.

__ADS_1


Tiba-tiba suasana gelap, Semua orang menatap ke atas, Terlihat seorang pemuda yang di ikuti oleh bayangan dirinya dari belakang, Lian Zheng pun langsung memberi aba-aba menyerang seketika bayangan tersebut melesat maju menyerang hewan bertanduk.


Lian Zheng hanya menatap seribu bayangan dari atas langit, Ia hanya fokus untuk mengstabilkan tenaga dalamnya ke semua ilusinya, Jika ia tidak stabil maka semua jurus ilusinya akan hilang dengan sendirinya.


"Itu bukannya dia yang tadi melawan Xieye?" Gumam Nomor 1 yang melihat Lian Zheng.


"Bagaimana ia bisa terbang..."


"Aku saja yang mempunyai element angin belum bisa mengontrol nya namun pemuda itu dengan mudah melayang di atas langit, Memang mengagumkan sekali."


Semua orang melihat Lian Zheng dengan kagum, semua pendekar yang melihat hal tersebut tidak ingin kalah kuat dengan Lian Zheng lantas semuanya menyerang hewan bertanduk dua tersebut.


Dalam beberapa menit semua hewan tersebut habis tanpa sisa, Bercak darah tersebar dimana-mana, Bau anyir darah tercium sampai di luar stadium tersebut.


Semua pendekar yang melihat Lian Zheng turun lantas mendekatinya lalu mengucapkan terimakasih.


"Terimakasih pendekar." Ucap semua pendekar.


Xim Bai yang di datangi oleh pemuda yang menolong melawan hewan bertanduk tersebut ia mengucapkan terimakasih.


Lian Zheng pun bertanya, "Acara apa ini?"


'Suara ini...' Batin Xim Bai.


"Ah ini, Acara turnamen pemuda-pemudi, Senior." Ucap Xim Bai.


Memang kalau di dunia persilatan siapa yang kuat patut dihormati maupun ia lebih muda ataupun lebih tua.


Lian Zheng pun pergi dengan cepat tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, Ia hanya tidak ingin memperpanjang urusan dan kembali pada alam dewa, Namun saat ia terbang, Lian Zheng melihat desa dari kejauhan yang sedang di serang.


Lian Zheng pun ter ingat pada masa kecilnya dimana desanya diserang dan keluarganya tewas dibunuh oleh perampok yang menyerangnya, Lian Zheng langsung melesat ke desa tersebut dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di desa tersebut, Para perampok yang menyerang desa tersebut terkejut karena kedatangan pemuda dari atas langit.

__ADS_1


Belum sempat mengucapkan sepatah kata pun, Para perampok tersebut tewas dalam sekejap mata, Para warga yang melihat hal tersebut tambah ketakutan karena melihat hal yang kejam dimana kepala para perampok tersebut terpisah dari badannya.


"Tenang, Aku bukan orang jahat, Keluarlah aku ingin melihat pejuang dari desa ini." Ucap Lian Zheng dengan mengalirkan tenaga dalamnya.


Dengan bantuan tenaga dalam, semua para warga mendengar hal tersebut dengan jelas, dan para pejuang dari desa tersebut keluar dari tempat persembunyiannya.


"Tuan pendekar, Saya sangat terimakasih." Ucap pejuang dari desa tersebut dengan nada gemetar.


Lian Zheng mengangguk mendengar hal tersebut, Lalu ia memberikan suatu barang, Barang tersebut untuk keadaan darurat, Jika desanya terserang kembali maka pejuang tersebut harus menghancurkan barang tersebut maka bala bantuan akan datang.


Pejuan tersebut mengangguk dan terus menerus mengucapkan terimakasih, Lalu para warga mendekati Lian Zheng, Masing-masing para warga membawa sesuatu.


"Tuan pendekar terimalah hadiah kecil ini..."


"Ya terimalah hadiah dari semua warga desa ini, Tuan pendekar..."


"Tuan pendekar tolonglah nikahkan anak saya, Saya ingin menjamin keselamatan anak saya."


Lian Zheng yang mendengar itu hanya tersenyum lalu ia menerima hadiah kecil dari para warga dan ia menolak halus penawaran yang harus menikahkan anaknya tersebut, Lian Zheng beralasan jika ia didekatnya maka anaknya akan bertambah masalah, dan juga Lian Zheng berkata jika ia akan datang jika desanya terserang lagi, Maka jangan khawatir.


Mendengar perkataan dari Lian Zheng, Semua warga lantas bahagia dan kembali tenang, Lian Zheng pun pamit undur diri lalu ia melesat terbang dengan kecepatan tinggi, Ia sekarang menuju portal yang menghubungkan bumi dengan alam dewa.


...****************...


Sampai sini dulu para readers 😉, Bye-bye 👋.


Oh ya Jangan lupa


Vote,


Like,


dan rate bintang 5 nya.

__ADS_1


__ADS_2