Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-157. Tahap Kebangkitan Ji Chen ( 3 )


__ADS_3

"Kau akan mengetahui nya Ji'er jika sudah dewasa nanti, dan juga memang betul kau akan mempunyai kekuatan yang besar seperti yang dikatakan Roh Api namun janganlah kau menyerahkan tubuh mu itu padanya karena sama hal nya seperti bunuh diri, Untung saja Ji'er bisa membalikkan diri Ji'er pada waktu yang tepat pada saat itu." jawab Lian Zheng dengan tenang.


Ji Chen hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan, kemudian setelah itu Lian Zheng melanjutkan pembicaraan nya.


"Jika sudah siap, Paman akan memberi tahu untuk bertemu dengan Roh Api dan sedikit memberi tahu cara menguasai Roh Api itu..." Lian Zheng menjelaskan tentang cara melakukan pertemuan dengan suatu Roh untuk kedua kalinya.


Dirinya juga memberi tahu sedikit cara mengalahkan suatu Roh dengan mudah, ia yakin jika Ji Chen ini memiliki potensi yang terbilang cukup sempurna yaitu jika Ji Chen diberi suatu arahan walaupun sedikit maka anak kecil itu akan bisa membuat nya menjadi sempurna, Lian Zheng sudah mengetahui potensi itu sejak ia mengajarkannya Ji Chen suatu teknik Ahli Formasi.


Maka bisa dibilang Ji Chen termasuk kalangan jenius.


Setelah mengerti apa yang diucapkan Lian Zheng yaitu pamannya. Ji Chen segera mempraktikkan nya, Lian Zheng berkata jika ingin menemui suatu Roh dengan kedua kalinya maka ia hanya perlu seperti berkultivasi.


Ketenangan dan fokus dalam satu titik yaitu pernapasan, dengan begitu kesadarannya akan langsung berpusat pada dantiannya dan juga Lian Zheng memberi tahu posisi suatu Roh, karena setiap Roh pasti akan mendiami dantian calon tuannya.


Mereka akan menyisakan diri mereka pada dantian calon tuannya itu jika mereka merasa nyaman maka mereka akan memberi tantangan mudah bagi calon tuannya, namun jika tidak maka calon tuannya itu akan diberi tantangan yang sulit yaitu melawan Roh itu sendiri atau membuat keputusan yang berat pada Roh itu.


Karena saat pertemuan pertama Ji Chen dengan Roh Api pada saat itu Roh Api belum mengenal Ji Chen dan dantiannya anak kecil itu maka dari itu Roh Api membuat Ji Chen dalam tahap kesulitan.

__ADS_1


***


Ji Chen terus berjalan dan mengelilingi dantiannya, ia rasa dantiannya ini cukup luas, ia melihat seperti air mengalir namun melayang begitu saja dan menembus dirinya seperti air mengalir itu tidak memperdulikan sekitarnya.


Ya, sesuatu air mengalir itu ialah Qi yang sudah diserap Ji Chen, mereka akan mengalir lebih deras saat si penggunanya akan mengeluarkan suatu jurus atau apapun itu yang terbuat dari Qi, pada saat ini Qi itu sedang tenang karena juga posisi Ji Chen seperti orang berkultivasi.


Selang beberapa menit Ji Chen menemukan suatu bola berwarna biru terang dan disampingnya ada bola merah yang berwarna gelap, saat itu juga Ji Chen merasakan kedua pundaknya tertimpa batu yang sangat berat dan merasakan panas yang luar biasa menjalar ke tubuh nya.


"A-apa ini-!" ujar Ji Chen dengan nada sedikit panik.


"Perlu ku sesali karena calon tuan ku ialah seorang bocah ingusan!" tiba-tiba suara berat entah dari mana mengisi dantian Ji Chen.


Namun tiba-tiba, aura panas langsung menyebar ke dantian Ji Chen dan ada sesuatu keluar dari bola merah itu yaitu Roh Api.


"K-kau, bukankah Roh Api? jadi itu tempat mu bukankah sebelumnya kau tidak bersuara berat seperti ini?" ujar Ji Chen.


"Memang benar, namun saat itu aku belum menemukan tempat yang pas untuk meletakkan rumah ku pada dantian mu, dengan sudahnya diletakkan maka kekuatan Qi yang masuk pada diri mu bisa ku serap dengan semauku dan hal itu membuatku sedikit perubahan walaupun belum bisa menjadi bentuk ku dengan sempurna." ujar Roh Api.

__ADS_1


Sekarang Roh Api belum berwujud dalam bentuk sejatinya, ia sekarang terlihat seperti Api yang melayang, sebelumnya juga Ji Chen menjumpainya maka dari itu ia mengenali Roh Api.


"Hah cukup menjengkelkan ketika ku ingin mendengar pembicaraan kau dengan Paman mu itu, ternyata Paman mu itu cukup pintar bisa memblokir jalan rahasia ku untuk melihat kehidupan luar." ujar Roh Api dengan nada sedikit dinaikkan.


Ji Chen yang mendengar itu hanya berdiam diri dan tersadar tujuannya menemui Roh Api, dengan tekad yang bulat ia pun kembali berbicara, "Aku kesini untuk membuat mu tunduk padaku..."


"Kau terlihat lemah, jika saja aku bisa dimiliki oleh Paman mu maka aku langsung menyetujuinya karena aku bisa merasakan sesuatu yang kuat pada dirinya, namun tidak dengan kau. aku tidak merasakan apapun yang spesial pada mu." ujar Roh Api dengan nada meremehkan.


Ji Chen yang mendengar itu sedikit terbawa emosi namun ia segera meredakannya, akan tetapi tiba-tiba ada sesuatu yang keluar dari bola biru.


"Jangan berucap seperti itu pada tuan ku, kau tidak pantas berucap padanya jika kau belum bisa mengenal lebih jauh tentang dirinya." tiba-tiba suatu Roh keluar dari bola biru dan mengeluarkan aura yang menekan pada Roh Api.


"Hahaha, hanya saja aku memancing mu keluar dari tempat ku itu, aku tahu jika sebenarnya anak kecil itu memiliki yang spesial yaitu diri mu." ujar Roh Api.


Roh yang keluar dari bola biru ialah Roh Alam, secara tidak kesengajaan Roh Alam terbentuk pada Ji Chen. terbentuknya Roh Alam karena Lian Zheng, pemuda itu pun tidak mengetahui nya jika suatu Roh terbentuk pada diri Ji Chen begitu pula dengan Dewa Langit.


See you in the next chapter

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


__ADS_2