Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-85. 'Akhirnya...'


__ADS_3

Setelah itu Lian Zheng melanjutkan memakan makanannya, Lalu pemuda itu berencana untuk esok menjalankan tugasnya namun yang menjadi beban pikiran ialah Ji Chen, pemuda itu tampak berpikir dibawa atau tidak.


"Ji'er, paman nanti ingin pergi, Apa Ji'er tidak keberatan?" ujar Lian Zheng.


"Paman mau kemana?" tanya Ji Chen seraya mengunyah makanan dimulutnya.


"Paman ingin pergi jauh..."


Ji Chen yang masih mengunyah makanannya dimulut seketika berhenti setelah mendengar pamannya ingin pergi jauh, Tentu walaupun Ji Chen akan diberikan teman tapi jika pamannya pergi jauh maka rasa rindunya tidak bisa di obati.


Mata Ji Chen berkaca-kaca, Seolah meminta permohonan kepada Lian Zheng untuk mengizinkannya ikut, Lian Zheng akhirnya mempunyai ide.


"Ji Chen apa tidak masalah berteman dengan hewan?"


"Tidak masalah paman!" jawab Ji Chen.


Ji Chen memang hobinya sangat suka memelihara hewan, Hobi itu sudah mendarah daging dengan Ji Chen.


Ide dari Lian Zheng ialah dimana Ji Chen akan ditaruh di ruang dimensi kehidupan dari Cincin Samudra Langit yang dimana akan ada banyak binatang Ilahi Rubah Hitam disana.


"Ji'er tutup mata!"


Ji Chen pun menurutinya ia menutup mata dengan perlahan sesekali ia mencoba mengintip namun pamannya terlebih dahulu mengetahuinya.


Saat diminta untuk membuka mata Ji Chen dikejutkan dengan portal berwarna transparan, portal tersebut yang menghubungkan ke ruang dimensi kehidupan Cincin Samudra Langit.


Lian Zheng menyuruhnya masuk kedalam portal tersebut, Anak kecil tersebut melangkah dengan ragu menuju portal, setelah masuk Ji Chen dikejutkan dengan bangunan besar dan pemandangan alam yang indah sekali.


Lian Zheng juga masuk kedalam portal tersebut karena ada hal yang ingin ia sampaikan kepada Le Wu.

__ADS_1


Lian Zheng menggandeng tangan kecil milik Ji Chen dan menuju istana pohon, Penjaga yang melihat tuannya pun membukakan gerbangnya, dan mempersilahkan Lian Zheng dan Ji Chen masuk kedalam.


Le Wu pun begitu ketika ia mendengar ada Lian Zheng di Istana Pohon nya, Le Wu manyambutnya dengan ramah, Walaupun berbentuk rubah namun bentuk badan Le Wu menyerupai tubuh orang dewasa hal itu membuatnya seperti manusia.


Sesaat sampai di ruangan Le Wu, Lian Zheng tanpa banyak berbicara dengan segera ia memberitahu tujuannya kemari.


"Aku kesini untuk menitipkan adik ku ini."


"Apa tidak apa-apa Yang Mulia? Anak ini seorang manusia aku takutnya ia terkena penyakit mental."


Ji Chen pun tambah semangat ketika Le Wu bisa berbicara manusia, Hal tersebut membuatnya ingin menetap disini.


"Kau lihat, Ia ingin sekali disini, benar bukan Ji'er?"


"Iya paman, Aku suka." jawab Ji Chen seraya menampilkan barisan gigi kecil nya.


"Ah tidak masalah Yang Mulia, Aku akan senantiasa merawatnya."


"Sesekali ajarkan ia Array Formasi, Kau tau bukan?"


"Baik."


Lian Zheng pun kembali ke portal untuk mengambil barang-barang yang ia beli untuk Ji Chen, Setelah itu Lian Zheng pamit dan kembali ke dunia nyata untuk bergegas menyiapkan perjalanan nanti.


"Aku sampai lupa jika Dewa Iblis telah bangkit." ujar Lian Zheng seraya menggeleng kan kepalanya.


***


Ke esokan harinya Lian Zheng tengah menunggu Dewa Laut menjemputnya, Pemuda itu sesekali menyerap energi alam untuk mengurangi rasa bosannya.

__ADS_1


Setelah sekian lama akhirnya Lian Zheng melihat portal yang muncul didepannya, pemuda itu pun masuk ketika tangan Dewa Laut nongol dan melambaikan kepada Lian Zheng.


"Kenapa lama sekali?"


"Maaf tadi aku dihukum oleh istriku."


Lian Zheng hanya menghembuskan napasnya dengan panjang, Lalu ia berjalan ke arah ruang portal berbeda.


"Nah ini portal menuju Nirwana Agung, dan ingatlah disana tidak kalah kuat dengan Alam Dewa."


Lian Zheng mengangguk, Lalu pemuda itu melangkah memasuki portal berwarna biru itu, Namun anehnya dirinya tiba-tiba muncul di dalam hutan.


"Ah kebiasaan..."


Lian Zheng berjalan dengan cepat untuk menuju tempat penginapan yang terdekat, Sesekali ia bertemu dengan siluman namun anehnya siluman itu tidak menyerang Lian Zheng melainkan kabur begitu saja.


Lian Zheng juga kebingungan terhadap hal tersebut namun jika dipikir-pikir dirinya tidak harus mengeluarkan tenaga.


Walaupun begitu Lian Zheng tetap menjaga rasa kewaspadaan nya, Sudah 2 hari dirinya berjalan namun belum ada tanda-tanda desa terdekat.


Hanya saja Lian Zheng berjalan mengikuti cahaya biru terang dari kejauhan, Akhirnya perlahan cahaya tersebut semakin terang dan juga terlihat jelas bangunan tinggi dengan dipenuhi cahaya obor di sekelilingnya.


"Akhirnya..."


...****************...


See you in the next chapter


Jangan lupa Vote, Like, Rating bintang 5 nya.

__ADS_1


__ADS_2