
Lian Zheng dan Ji Chen keluar dari ruang pengobatan, sesaat Min Yu melihat Ji Chen dengan tatapan bingung.
"Lian Gege... siapa dia?" Min Yu kebingungan dengan sosok baru dirumahnya.
"Kakak benar-benar tidak mengenaliku?" tanya Ji Chen dengan tatapan kecewa.
Min Yu terdiam beberapa saat saat mendengar suara yang sangat ia kenali, kemudian ia menatap Ji Chen dan meraba wajah Ji Chen.
"Apa ini Ji'er? bagaimana bisa?"
"Hahaha, sekarang aku sudah terlihat dewasa bukan?" Ji Chen terkekeh kecil.
Kemudian Min Yu menatap Lian Zheng dengan tajam, pemuda itu pun menyadarinya segera memalingkan arah pandangannya.
"Apa yang kau lakukan pada nya Lian Gege!?"
"Tidak-tidak, tidak ada... benarkan Ji'er." Lian Zheng memberi kode agar Ji Chen mengiyakannya.
"Be-benar, itu benar kak, hanya saja paman memberikan pil penambah tinggi badan..."
"Lalu ada apa dengan rambut mu dan lenganmu itu?"
"Ahh, tadi aku..."
"Sudahlah, aku akan pergi sebelum itu aku akan ke kamar mu Min Yu..." setelah mengucapkan itu Lian Zheng melesat ke kamar Min Yu, lalu ia menyimpan bak mandi kedalam Cincin Samudra Langit.
***
__ADS_1
"Aku tidak mungkin harus berdiam disini terus menerus, aku harus melanjutkan perjalanan untuk menyusuri marabahaya dan menambahkan pengalaman bertarung... lalu sehabis itu aku akan membangun sekte dan membangun prajurit sampai ratusan juta atau mungkin lebih karena juga aku tidak membutuhkan kekuatan saja kedepannya, dan membangkitkan kekasih Naga Langit."
"Setelah itu menemukan lokasi peradaban binatang Tuhan, bagaimana juga aku membutuhkan mereka, lagi pun juga aku tidak tau kemungkinan kekuatan dari musuhku..." sambung Lian Zheng yang terus memikirkan rencananya.
Namun beberapa saat tiba-tiba ada energi besar yang mengarah padanya.
'Duaarr!' ledakan besar itu membuat separuh rumah Lian Zheng hangus tanpa sisa dan menciptakan kawah kecil yang ditengahnya terdapat pemuda tergeletak lemah.
"S-sial-!" Lian Zheng bangun dengan susah payah kemudian menatap sosok bertudung hitam yang sedang melayang di atas langit.
Tapi setelah itu sebuah cahaya hijau menyerang sosok bertudung hitam itu, namun ditahan dengan mudah, kultivator yang mempunyai energi hijau tersebut terbelalak karena serangan yang sudah di isi dengan energi besar ditahan dengan mudah.
"Pergilah, ini urusan ku dengannya walaupun ku tak tau dia siapa." Lian Zheng mencoba mengusir kultivator dari turnamen Surgawi yang bertugas mengawalnya.
"Tapi tuan..."
"Cepat, aku tidak mau ada korban!"
"Siapa kau!"
Sosok tersebut membuka tudungnya dan terlihatlah manusia setengah iblis seraya tersenyum seringai pada Lian Zheng.
"Kau tidak perlu tau aku..."
Sosok tersebut langsung menyerang Lian Zheng dengan serangan dan kecepatan yang sangat diluar nalar, Lian Zheng pun terpojok dan tidak bisa membalas serangan musuhnya itu.
Setelah beberapa menit Lian Zheng sudah bertukar 20 jurus pada sosok bertudung hitam tersebut namun ia hanya bisa memberikan goresan pada wajahnya dan tidak bisa melukainya dengan parah.
__ADS_1
Junhao yang melihat tuannya kesakitan ia pun langsung keluar, dan segera menahan kekuatan yang dahsyat ke arah tuannya. kemudian setelah itu ia menyerang habis-habisan dengan sosok bertudung hitam tersebut.
Namun tidak berselang lama ruh Junhao dengan sendirinya kembali ke tuannya, karena telah terluka parah oleh sosok bertudung hitam tersebut bahkan ia mengalahkan Junhao dengan 3 serangan saja.
Karena situasi yang tidak memungkinkan Lian Zheng segera melesat ke dalam rumah dengan cepat, tanpa permisi ia memasukkan Min Yu, Ji Chen ke cincin Samudra Langit, setelah itu Lian Zheng langsung terkena terjangan yang sangat kuat.
'Buuumm!'
Suara ledakan beberapa kali telah membangunkan warga sekitar, mereka segera kearah rumah Lian Zheng yang sudah hampir hancur dan kehancuran itu kemungkinan dimulai dari halaman belakang, karena juga kamar Lian Zheng berapa dekat halaman belakang.
Lian Zheng mengeluarkan darah beberapa kali dari mulutnya, pakaian sudah robek habis menyisakan celananya, kedua bahunya sudah berwarna hitam seperti racun namun tidak berefek apa-apa.
Lian Zheng kembali bangkit kemudian mengaktifkan darah Phoenix nya karena ia tahu jika ia mengaktifkan darah binatang Tuhan yang lebih kuat dari itu kemungkinan dirinya akan mengalami luka dalam yang parah karena tidak bisa menampung energi yang besar.
Namun ia ternyata salah, energinya telah habis tanpa sisa membuat dirinya memuntahkan darah sekali lagi dan mengalami kekuatan turun secara bertahap.
Saat bertudung hitam itu menerjang Lian Zheng sekali lagi tiba-tiba langit bergemuruh dan menyambar sosok bertudung hitam namun ia dengan mudah menghindar.
Delapan, tidak lebih tepatnya 10 burung Phoenix berwarna merah dan biru terbang di atas langit, di sisi langit yang lain terdapat cahaya merah api yang ditutupi awan saat awan itu menghilang menampilkan elang Emas dengan bersuara keras.
Sosok bertudung hitam itu menampil wajah keterkejutan sekaligus ketakutan, karena ia tahu jika tidak ada jalan keluar ia dengan cepat menerjang Lian Zheng kembali.
'Buumm!' Lian Zheng menabrak puing rumahnya beberapa kali sampai tak sadarkan diri.
...****************...
See you in the next chapter
__ADS_1
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
Heyyo!✨