Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-130. Pertandingan Turnamen Surgawi ( 2 )


__ADS_3

Hujin Ru tersenyum licik, kemudian ia menyarankan kembali pedangnya.


Disisi penonton.


"Gadis itu... sangat cantik."


"Apakah dia Dewi?"


"Dia sangat cantik, membuat ku ingin menikahinya..."


"Apa kau tidak liat pemuda sebelumnya yang disamping gadis itu?"


"Mungkin dia kekasihnya..."


"Aku harus menikahinya bagaimana mungkin!"


"Hey-hey apa kau tidak berkaca sebelum menikahinya?"


Penonton pria saling berbicara, mereka sangat terpesona dengan ke anggunan Min Yu sebab sekarang Min Yu tampil dengan pakaian yang kemarin ia beli itu.


Disisi Min Yu, gadis itu terheran dengan apa yang dilakukan Hujin Ru namun ia tetap bersikap waspada, takut-takut nantinya ada serangan mendadak dengan dirinya.


Dengan sebilah pedang, Min Yu siap bertanding pada siapapun itu walau sebelumnya ia ragu.


"Siap... Mulai-!" ujar Num Dong.


Min Yu langsung melesat maju dengan cepat mengarah pada Hujin Ru yang masih berdiri seraya tersenyum seringai, entah apa yang ada di otaknya sekarang namun Min Yu masih tetap menyimpan rasa waspada.


"Kena!" teriak Min Yu.


Min Yu menebaskan pedangnya pada area kaki Hujin Ru namun kejadian selanjutnya ialah Hujin Ru tiba-tiba menghindar dengan cepat, kemudian Hujin Ru mengeluarkan secarik bunga dan melemparkannya pada Min Yu.


Min Yu pun menoleh ke belakang, ia melihat bunga yang sudah dekat mengarah padanya.

__ADS_1


'Bumm!'


Serbuk bunga menyebar.


Hidung Min Yu terasa sangat gatal saat serbuk bunga menyentuh hidung nya, alhasil beberapa kali Min Yu bersin berkali-kali.


Hujin Ru pun memanfaatkan situasi tersebut, ia kemudian mengeluarkan pedangnya dan maju mengarah pada Min Yu yang sedang bersin beberapa kali.


Min Yu pun menyadarinya, kemudian ia mengeluarkan api Feniks nya walaupun begitu ia belum tentu bisa langsung menguasainya sepenuhnya, alhasil pun api Feniks nya membesar sebesar genggaman tangan.


"Panas..." Hujin Ru yang mencoba ke Min Yu pun langsung bergerak mundur karena merasakan panas yang luar biasa.


Di sisi penonton pun merasakannya, mereka merasakan panas yang berasal dari api Feniks milik Min Yu, Num Dong pun mencoba memberhentikan Min Yu namun dirinya duluan mendapatkan luka bakar pada tangannya.


Disisi Min Yu, gadis itu bertambah panik saat api Feniksnya bertambah besar.


Para tetua pengawas dari Turnamen Surgawi pun langsung menciptakan Array pelindung pada penonton. Di Num Dong pun langsung menarik Hujin Ru untuk menjauh.


Lian Zheng yang menyadari situasinya, ia langsung menerobos pada Array pelindung, kemudian setelah keluar ia membuat Array pelindung yang lebih kuat dari para tetua pengawas, ia menyadari jika Array pelindung yang dibuat para tetua Turnamen Surgawi itu tidak akan bertahan lama pada api Feniks milik Min Yu.


"Jangan mendekat!" ujar Num Dong.


Namun terlambat Lian Zheng sudah dekat dengan Min Yu, Lian Zheng langsung menciptakan es Phoenix nya, kemudian ia membekukan Min Yu dan berhasil Min Yu pun pingsan dan api Feniks nya mati dalam sekejap saat menyentuh es Phoenix milik Lian Zheng.


Lian Zheng langsung menghancurkan es Phoenix nya dan membawa Min Yu ke ruang pengobatan.


Lian Zheng langsung merebahkan tubuh Min Yu pada ranjang pengobatan.


"Hukum Cahaya tahap 2 pengobatan."


Kedua tangan Lian Zheng diselimuti oleh cahaya hijau dan putih kemudian Lian Zheng menempelkan kedua telapak tangannya ke kening Min Yu.


Setelah kedua cahaya di tangan Lian Zheng meredup, Min Yu pun membuka matanya perlahan, ia melihat Lian Zheng dan langsung memeluknya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, jangan bersedih kau hanya mencobanya..."


"Tapi pasti aku tidak akan boleh mengikuti turnamen ini lagi...hiks..."


"Baiklah aku akan membujuk panitia agar mereka mengizinkan mu."


Lian Zheng keluar dari ruang pengobatan, saat sebelumnya diluar ruang pengobatan terdapat tabib disana yang melihat cahaya di kedua tangan ia pun melotot tak percaya.


***


"Tolong, dia hanya tidak sengaja saja..."


Lian Zheng mencoba membujuk para panitia turnamen Surgawi.


"Maaf tuan, kami sudah sudah menyepakati jika gadis itu tidak bisa mengikuti turnamen ini lagi..."


"Tetua ku mohon..."


"Tidak bisa tuan! jika tidak bisa memahami keputusan kami maka kau juga akan kami diskualifikasi..."


Lian Zheng menghela napas dirinya tidak bisa memaksa dan mengubah keputusan dari para tetua Turnamen Surgawi, jika ia memaksa maka ia akan didiskualifikasi dan tidak bisa mendapatkan apa yang ia incar nanti.


Lian Zheng kembali ke ruang pengobatan dengan wajah yang bersalah karena tidak bisa membujuk para tetua agar Min Yu bisa lanjut mengikuti turnamen Surgawi.


"Maafkan aku..."


"Tidak apa-apa Lian Gege, ini adalah kesalahan ku..."


Lian Zheng menatap Min Yu dan mengangguk pelan.


...****************...


See you in the next chapter

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


Maaf ya kalau ada kesalahan kata


__ADS_2