
Saat pasukan Organisasi Lin tersisa separuh dari sebelumnya Lian Zheng memberhentikan aksinya, ia tiba-tiba berdiri didepan semua orang membuat memasang sikap waspada.
Lian Zheng tersenyum meremehkan, kemudian ia berkata, "Memangnya ada apa dengan 2 anggota sebelumnya yang kubunuh?"
Semua pun menjadi geram namun mereka menahannya karena ketua mereka belum memberi aba-aba tanda menyerang, saat ketuanya maju mereka pun memberi jalan.
"Iya, tuan kami sangat menyayangi nya karena mereka adik angkatnya, kau jangan berharap bisa kabur setelah membunuh tuan muda kedua dan ketiga."
Lian Zheng hanya tersenyum sinis, sepertinya dugaannya benar walaupun 2 anggota sebelumnya ialah terlemah namun sepertinya mereka memiliki posisi yang kuat.
"Kalau begitu aku dengan senang hati melayani kalian!"
Setelah itu Lian Zheng melaju dengan cepat, pemuda dengan cepat menebas kepala musuh, sekali tebasan bisa memotong 2 kepala sekaligus, dan juga gerakannya secepat kilat.
"Mundur! biar aku saja..." ujar ketua dari mereka.
"Tidak ketua biar kita melawan bersama-sama."
"Iya benar, lebih baik kita habisi dia bersama-sama."
"Baiklah..."
Mereka semua bersama-sama menyerang Lian Zheng, dengan taktik yang sulit membuat Lian Zheng di posisi bertahan, tampaknya pemuda itu dibuat kesulitan dengan serangan di setiap sisi.
__ADS_1
Lian Zheng mencoba mengambil celah namun para musuh dengan cepat menghalanginya, sepertinya mereka handal dalam kecerdasan.
Saat-saat Lian Zheng semakin terpojok, pemuda itu terpikir oleh sesuatu, ia membuat gerakan aneh ditangannya seketika Array Formasi berwarna hitam mengelilingi mereka semua.
Lian Zheng mencoba menggabungkan dengan elemen petir, ia membuat akar-akar petir di bawah membuat musuh yang terkena akar petir itu seketika hangus dan menjadi abu.
Lian Zheng menggerakkan tangannya menciptakan akar petir mengikutinya dan menyambar semua musuhnya, Saat ketua mereka ingin disambar anggotanya pun menjadi tumbal.
Ketua musuh pun menjadi sangat emosi dan geram, ia tidak menyangka jika anggotanya menjadi korban agar dia masih hidup, tidak ingin membuang banyak korban di pasukannya, ketua itu pun maju menyerang Lian Zheng yang sedang menggerakkan jari-jemarinya.
Ketua itu memegang pedang berwarna hitam, dia menggerakkan dengan lihai namun Lian Zheng dengan mudah menghindarinya karena di mata Lian Zheng ketua itu sangat lambat.
Sampai akhirnya ketua itu membuka segel untuk menggunakan teknik terlarangnya, ia tidak menyangka jika teknik terlarang punyanya akan terpakai untuk melawan seorang pemuda.
Ketua itu pun sudah menjadi jelmaan monster, badannya yang berotot dan dengan tangan pedang di kedua tangannya.
Lian Zheng hanya mengamati perubahan itu, dia menyunggingkan senyum kecilnya, walaupun perubahan dari itu menyeramkan namun Lian Zheng tidak gentar sekalipun karena ia sudah melawan yang lebih menyeramkan dari pada yang sekarang ini.
Ketua itu pun tersenyum puas dengan kekuatan yang sekarang.
Tiba-tiba ketua itu lenyap begitu saja seperti di telan oleh bumi, Lian Zheng pun juga kebingungan namun ia tidak menyadari jika musuhnya sudah kabur begitu saja menyisakan ketua mereka di dalam tanah.
'Duaar!'
__ADS_1
Tinjuan tangan mengenai tubuh Lian Zheng, ia terpental ke atas karena tiba-tiba musuhnya muncul dari tanah, Lian Zheng juga terkejut karena ia tidak merasakan kehadiran sama sekali.
Lian Zheng akhirnya fokus karena lawannya bisa menghilang begitu saja, ia mencoba mendeteksi lebih jauh lagi namun hasilnya sama ia tidak merasakan kehadiran sama sekali.
Sampai akhirnya Lian Zheng diberitahu oleh Pecahan Jiwa.
"Dikanan!"
Lian Zheng dengan refleks menyimpangkan tangannya ke kanan, ia pun terkejut karena Pecahan Jiwa tau dimana letak lawannya, Lian Zheng langsung memukul lawannya dengan tangan dilapisi Qi yang kuat.
Lawannya juga terkejut karena Lian Zheng menyadari pergerakannya, padahal itu ialah teknik yang sudah ratusan tahun menjadi teknik andalannya, karena korban dari teknik itu tidak akan tau kehadirannya namun itu tergantikan oleh jiwanya yang seiring waktu akan habis dan bisa menjadi gila jika dipakai dengan lama.
'Baam!'
Tubuh dari ketua itu hancur tanpa sisa menyisakan darah bercucuran di tanah, Lian Zheng juga baru menyadari jika musuh yang tersisa sudah kabur, pemuda itu kembali ke penginapan dengan langkah yang cepat untuk tidak ada yang melihat jika ia habis bertarung.
Lian Zheng segera membersihkan diri, benar-benar menggangu saja saat-saat ia ingin beristirahat.
...****************...
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1