Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-74. Pergi


__ADS_3

Setelah itu Lian Zheng pamit undur diri, Pemuda itu langsung terbang dengan kecepatan tinggi.


"Pendekar itu mirip seperti tuan Lian Zheng dan pendekar yang ada di stadium seleksi muda-mudi." Ucap Ling Tin yang menatap kepergian Lian Zheng.


Disisi lain, Lian Zheng mempunyai sedikit Qi pemuda itu terbang dengan cepat untuk lekas sampai di sektenya.


Lian Zheng mendarat tepat dihalaman belakang untuk tidak ada yang melihatnya, Sembari hari sudah malam Lian Zheng ke ruang istirahat nya untuk mengumpulkan kembali Qi miliknya lagi.


Malam hari penuh Lian Zheng terus mengumpulkan tenaga nya lagi, Tidak terasa malam hari terganti menjadi pagi yang cerah Lian Zheng pun membuka matanya saat tenaganya sudah terkumpul sepenuhnya.


Saat Lian Zheng sudah membersihkan diri, Pemuda itu kembali ke kamarnya karena ada hal yang ingin ia ambil dan diserahkan kepada kakek Suxian.


Tapi saat ia duduk di ranjangnya tiba-tiba Lian Zheng tersedot oleh portal.


"Sepertinya aku kenal tempat ini." gumam Lian Zheng.


"Hah, Benar anak muda kamu pernah kesini sebelumnya. Sebelum itu aku ingin kamu belajar lebih giat lagi karena Dewa Iblis sebentar lagi akan bangkit, dan aku mengingat kekuatan mu itu masih sangat lah lemah." ucap pecahan jiwa.


"Tapi bukannya sekarang aku sudah kuat, Siapa Dewa Iblis itu? dan jika Dewa Iblis bangkit lagi pula ia masih lemah bukan?" tanya Lian Zheng.


"Kamu ini masih lemah Lian Zheng, Bahkan saja kamu itu masih dibawah raja iblis dan juga walaupun Dewa Iblis saat bangkit masih lemah namun dengan kekuatan itu ia bisa menghancurkan 1 kekaisaran dengan usahanya sendiri."


Lian Zheng pun tersentak kaget, Ternyata dengan kekuatannya masih tergolong lemah untuk mendamaikan dunia.


"Lalu bagaimana aku meningkatkan kekuatan dengan cepat?"


"Bisa saja, Tapi kamu perlu meminjam kekuatan Naga Abadi, Mengingat sifat dari Naga Abadi itu sangatlah sulit untuk mendapatkannya."


"Apa tidak ada cara lain?"


"Ada, Kamu harus mempelajari sepenuhnya Kitab Langit Keabadian."


"Aku sudah mempelajari 2 dasar dari kitab itu tapi saat aku ingin mempelajari dasar yang ke tiga tidak bisa, saat aku ingin melihat dasar yang ketiga seketika mataku buram."


"Tentu saja, Pada saat itu kamu belum membangkitkan darah Binatang Tuhan, dan juga belum membangkitkan pecahan jiwa ku tapi sekarang kamu bisa mempelajari nya."


Lian Zheng pun sekarang mengerti mengapa pada saat itu ia tidak bisa mempelajari dasar yang ketiga dari Kitab Langit Keabadian.


"Cepatlah waktumu tersisa 10 tahun lebih, Tapi waktu itu bersifat sementara mengingat Yanglu bersikeras untuk mempercepat membangkitkan Dewa Iblis."


Lian Zheng pun mengangguk mengerti lalu ia dikembalikan kedunia nyata.

__ADS_1


"Huh, Baiklah sekalian saja... "


Lian Zheng pun membawa gelang giok dan berniat untuk mengembalikannya.


***


"Kakek aku ingin mengembalikan gelang ini, dan juga aku harus pergi lagi, Kek."


"Apa kamu bosan disini Cen'er?"


"Tidak sama sekali kek, Hanya saja aku belum sepenuhnya mendapat pengalaman bertarung."


"Baiklah jika keputusan mu itu, Berjanjilah untuk menemui kakek lagi!"


Lian Zheng mengangguk mengerti, Walaupun rasanya berat untuk meninggalkan kakek angkatnya lagi namun demi keselamatan Kakek Suxian dan orang sekitarnya Lian Zheng perlu berlatih giat lagi.


"Apa yang harus kulakukan Dewa Langit?" ucap Lian Zheng lewat telapati.


"Tinggallah di dimensi mu agar tidak ada yang mengganggu..." ucap pecahan jiwa Dewa Langit.


"Baiklah... "


Lian Zheng pun berkemas bersiap untuk meninggalkan sektenya terlebih dahulu dan berniat membeli sesuatu.


Lian Zheng pun membuka pintunya karena pintu ruang istirahat nya diketuk oleh seseorang.


"Saudara Cen kamu mau kemana?" tanya Chao Guo.


"Eu... Aku hanya ingin pergi sebentar." jawab Lian Zheng.


"Bolehkah aku ikut saudara Cen?" tanya Chao Guo.


"Aku juga mau ikut!" ucap Yin Su.


Chao Guo dan Lian Zheng tersentak kaget dengan kedatangan Yin Su dan perkataannya.


"Ada apa denganmu Yin Su?" tanya Chao Guo.


"Em... Aku hanya ingin ikut."


"Maaf saudara Chao dan Yin Su, aku tidak bisa mengizinkan kalian berdua ikut mengingat kalian masih ikut serta dalam seleksi muda-mudi." ucap Lian Zheng dengan melangkupkan kedua tangannya.

__ADS_1


Kedua orang yang dimohonkan oleh Lian Zheng itu langsung menoleh ke arah Lian Zheng, terlihat diwajah mereka ada kekecewaan.


"Kalau begitu aku tidak akan ikut di seleksi muda-mudi." ucap Chao Guo.


"Ya, aku juga kalau begitu." sambung Yin Su.


Lian Zheng pun menghela napas yang panjang kemudian ia berkata dengan tegas, "Aku tidak bisa! Maafkan aku."


Kemudian setelah itu ia berjalan keluar ruangan, Namun sebelum itu ia kembali menoleh ke arah Chao Guo dan Yin Su yang masih menundukkan kepalanya.


"Buat kalian, Semangatlah berjuan untuk ku dan sekte Gunung Petir."


Lian Zheng memberikan sebuah permata yang berkilauan Chao Guo dan Yin Su pun menatap permata tersebut, banyak pertanyaan yang ingin mereka sampaikan kepada Lian Zheng namun mereka menutup mulutnya saat Lian Zheng melanjutkan perjalannya.


***


Setelah keluar dari sekte Gunung Petir, Lian Zheng langsung berlari ke arah hutan untuk membuka portal dimensi miliknya.


Setelah sampai Lian Zheng dengan cepat membuka portal dimensi lalu masuk ke portal.


"Yang Mulia?" ucap Le Wu yang melihat portal dari kejauhan.


Le Wu pun mendekati portal tersebut lalu ia melihat Lian Zheng menampakkan dirinya.


"Yang Mulia... "


"Sepertinya banyak perubahan."


Le Wu pun menundukkan kepalanya, Ia tersenyum mendengar hal itu, Memang benar setelah para Rubah Hitam dipindahkan ke dimensi milik Lian Zheng para Rubah Hitam membangun lebih banyak bangunan dan menanam pohon sumber daya milik Lian Zheng lebih banyak lagi.


"Aku kesini untuk mendiam lebih lama, Jangan ganggu aku terlebih dahulu."


"Baik Yang Mulia..."


...****************...


Ayo


Vote


Like

__ADS_1


Rating bintang 5 nya.


__ADS_2