
"Apa ada masalah ketua?"
"Tidak ada, ayo bergegas..."
Dengan segera mereka langsung menjalan kan tugasnya sementara pria sepuh itu menunggu di atas awan seraya melihat Lian Zheng berlatih, pikirannya sekarang sangat kacau karena ia bisa merasakan darah Binatang Tuhan, apalagi ia merasakan aura monster, namun ketiak ia merasakan lebih jauh tiba-tiba kedua aura tersebut menghilang tanpa jejak.
Namun pria sepuh itu tidak terlalu menghiraukannya, ia segera melihat gerak-gerik dari anggotanya.
Disisi lain, Lian Zheng tetap berlatih, saat ia hendak berhenti sebentar ia merasakan aura yang kuat dari atas.
"Aku merasakan aura yang sama dengan Phoenix, tapi ini agak berbeda, dan lagi aura ini sangat banyak dan ada didalam rumahku?" Lian Zheng kebingungan sementara lalu ia dengan sigap menghilang dengan cepat.
Ketika sampai Lian Zheng melihat 14 orang memakai pakaian berwarna merah, mereka sedang memeriksa setiap kamar, Lian Zheng pun dengan cepat menarik mereka semua ke halaman belakang setelah itu ia melepaskan dengan kuat membuat 14 orang tersebut saling bertubrukan.
Namun 14 siluet itu langsung berdiri, tanpa mengeluarkan aura pembunuh sama sekali membuat Lian Zheng bertambah heran.
"Siapa kalian!"
Namun 14 orang tersebut saling memandang setelah itu mereka berpencar segala arah membuat Lian Zheng kebingungan, akhirnya Lian Zheng terpaksa melancarkan jurusnya.
"Dasar Satu-Totok Seribu Naga Langit!"
Gerakan totok Lian Zheng sangat cepat membuat 14 orang tersebut terkena dan seketika menjadi patung tanpa bisa menggerakkan bagian tubuh apapun kecuali mata mereka.
__ADS_1
"Aku tanya sekali lagi, siapa kalian dan apa tujuan kalian!" Lian Zheng mencoba untuk menahan diri.
Lian Zheng pun melepaskan satu orang agar orang tersebut bisa menjelaskannya namun tidak sesuai ekspektasi Lian Zheng, orang tersebut memukul mundur dan membuat Lian Zheng agak termundur beberapa meter sedangkan orang yang dibebaskan itu langsung melepaskan totok segel yang ada diteman-tannya.
"Kalian! terpaksa jika begitu!" Lian Zheng cukup terpancing emosi.
"Array Formasi-Hujan Petir Naga Langit!"
Array Formasi mengelilingi 14 siluet merah tersebut dan Array itu mengeluarkan petir secara beruntun seperti hujan, namun 14 siluet merah tersebut bergerak menghindar dengan lihai dan cepat membuat mereka tidak terkena hujan petir itu sama sekali.
Lian Zheng cukup terkagum dengan kecepatan mereka, dan juga Lian Zheng tidak bisa mendeteksi kekuatan dari mereka semua seperti ada penghalang agar tidak bisa dibaca kultivasinya oleh seseorang, sebaliknya Lian Zheng juga tidak bisa di deteksi kekuatannya, bukan ada penghalang namun Lian Zheng cukup handal dalam hal seperti itu.
Namun ketika semua jurus Lian Zheng selesai, 14 orang itu bernapas dengan terputus-putus, mereka cukup kewalahan dengan petir Lian Zheng buat.
Namun Lian Zheng tidak akan membiarkan mereka semua lolos masuk kerumah, Lian Zheng memukul mundur ia tidak ingin membunuh terlebih dahulu tanpa penjelasan, walaupun Lian Zheng bisa membunuh mereka semua namun Lian Zheng berpikir cukup pandai, ia menahan semua serangan dan menyerang balik untuk menghabiskan tenaga lawannya.
Akan tetapi seorang sesepuh berpakaian merah keluar dengan gadis yang sudah terlepas dan digendong dipundaknya, Lian Zheng dan semua orang melihat itu, pemuda itu pun melihat jika gadis yang dibawa ialah Min Yu, Lian Zheng dengan segera mengeluarkan aura pembunuh yang sangat pekat membuat 14 siluet merah didepannya bergetar hebat.
Namun tidak dengan pria sepuh tersebut, ia tetap terbang tanpa terganggu dengan aura pembunuh milik Lian Zheng, Lian Zheng pun segera menyusul terbang pria sepuh itu, ia menarik pakaian lawannya lalu ia merebut Min Yu dan menggendong dipundaknya.
"Siapa kau!" Lian Zheng bertatapan dengan pria sepuh berpakaian merah itu, dengan tajam ia menelisik mata lawannya.
Pria sepuh itu hanya tersenyum ramah, lalu ia berkata, "Maaf tuan, aku hanya menjalankan apa yang harus kulakukan."
__ADS_1
"Lalu apa kaitannya dengan gadis ini?"
"Itulah tugas kami, membawa kembali Permaisuri..."
"Permaisuri?" Lian Zheng mencoba bertanya pada Pecahan Jiwa namun tidak ada jawaban sepertinya Pecahan Jiwa sedang tertidur.
"Ya... kembalikan dia jangan sampai kami merebut secara paksa, anak muda..."
14 Siluet merah tadi pun menyusul ketuanya yang sedang di atas langit bersama Lian Zheng.
"Apa mereka ras Feniks? tapi bagaimana bisa mereka berubah wujud? apa kekuatannya sangat kuat?" gumam Lian Zheng.
"kalau begitu tahanlah!" Lian Zheng berniat untuk menguji kebenaran mereka yaitu apakah mereka ras Feniks dengan cara mengeluarkan aura panas sang Phoenix.
"Aura ini! Ba-bagaimana bisa?!" terkejut pria sepuh tersebut.
"Ketua Gun Bai, aura ini--!" salah satu mereka menyadarinya.
"Ya, ini aura raja Phoenix, pantas saja aku merasakan aura Binatang Tuhan sejak tadi..."
...****************...
Dukung selalu author ya, gratis kok cuma Like, Share dan juga rating, tapi kalau para readers Vote karya ini saya mengucapkan terimakasih, Peace 😉✌️
__ADS_1