
"Ledakan apa itu!?" tanya tetua sekte Darah Iblis.
Bukan silau saja yang meraka rasakan namun saat terkena efek saja itu membuat kulit terasa panas, untung saja saat itu para tetua pengawas dari turnamen Surgawi dengan sigap membuat perisai perlindungan agar peserta dan penonton tidak terkena efek ledakan Lian Zheng dengan lama.
Di arena, kondisi Ten Pin sudah bisa terluka parah untung saja dengan cepat Num Dong membawa ke ruang pengobatan, dan mengumumkan Lian Zheng sebagai pemenang dari duel tersebut.
"Bukankah kau berlebihan?" tanya Pecahan Jiwa melewati telapati.
"Mungkin, aku tidak tau jika efeknya sebesar itu padahal baru saja ku keluarkan 5 persen..." jawab Lian Zheng melewati telepati.
Lian Zheng kembali duduk di bangku peserta, Ji Chen melihat Lian Zheng dengan takjub karena selama ini ia belum pernah melihat kekuatan pamannya itu, karena saat itu Ji Chen meminta untuk memperlihatkan kekuatan pamannya itu namun Lian Zheng selalu saja mengelak.
Lian Zheng hanya tersenyum ramah pada Ji Chen saat anak kecil itu melihatnya.
"Lian Gege apa yang ledakan tadi?" tanya Min Yu pada Lian Zheng.
Lian Zheng terkesiap dengan pertanyaan Min Yu, tentu hukum Gonglu harus disembunyikan terlebih dahulu jika hukum Gonglu sudah tersebar luas maka sistem kekuatan di alam semesta akan teracak.
Hanya segelintir orang saja yang mengenalnya seperti Pecahan Jiwa yaitu Dewa Langit, begitu pula di Alam Dewa karena hukum Gonglu ini ialah hukum alam semesta yang tidak boleh dibuat sembarang.
__ADS_1
Hal yang Lian Zheng tadi termasuk ceroboh maka dari itu Pecahan Jiwa agak kesal terhadap Lian Zheng.
Sedangkan semua orang membicarakan perihal ledakan Lian Zheng tadi, entah mereka merasa jika kenal terhadap seperti itu.
"Apa itu elemen cahaya? tapi mengapa ada yang berbeda dan juga apa Lian Zheng ini jenius ia mempunyai 2 elemen yang langka..."
"Kau benar, aku baru menyadarinya sekarang."
Disisi lain,
"Tetua, sepertinya orang tadi ialah jenius, mengingat 2 elemen yang langka pada dirinya tadi..." tanya seseorang.
Semua tetua dari beberapa sekte mengusulkan untuk membujuk Lian Zheng agar masuk pada sektenya, namun hal itu pasti akan sulit.
Turnamen Surgawi pun berjalan lancar walaupun sebelumnya ada kendala yaitu Min Yu yang hampir membakar seisi stadiun dari turnamen Surgawi ini, hari pun mulai gelap, matahari pun mulai terbenam.
Sekarang peserta dari turnamen Surgawi tersisa 135 orang saja sebenarnya sisa dari aslinya ialah 150 orang namun akan tetapi ada beberapa yang terluka parah sehingga mengakibatkan tidak bisa mengikuti turnamen lagi.
Peserta yang masuk ke sesi selanjutnya di berikan penginapan yang wajar, semua dari fasilitas dan apapun yang ada di turnamen Surgawi ditanggung oleh kekaisaran itu sendiri. Lian Zheng, Ji Chen dan Min Yu tidur sekamar karena juga hanya Lian Zheng yang masuk ke sesi selanjutnya.
__ADS_1
Besoknya tidak dimulai ke sesi selanjutnya akan tetapi dianjurkan untuk berlatih dan beristirahat terlebih dahulu untuk menyiapkan diri ke sesi kedua.
Lian Zheng pun berlatih, bukan berarti Lian Zheng mempunyai kekuatan yang lebih besar dari lainnya tidak berlatih dirinya juga perlu berlatih lagi untuk menyempurnakan jurusnya yang ia pelajari.
Jurus yang ia tampilkan ke sesi 2 nanti ialah jurus yang ia pelajari dengan Pecahan Jiwa, Lian Zheng berlatih tanpa henti di halaman belakang, halaman belakang ini dipisah-pisah jadi tidak ada yang melihat seseorang yang sedang berlatih.
Pemuda itu sesekali menggunakan cincin Samudra Langit nya, Lian Zheng belajar sedikit tentang cincin Samudra Langit dan kegunaannya, walaupun begitu pemuda itu tidak sempat berlatih hukum Gonglu yang lainnya karena tidak cukup waktu dan ia hanya berlatih apa yang untuk ia tampilkan besoknya nanti.
Dari pagi sampai matahari terbenam Lian Zheng menyudahi latihannya, kemudian ia kembali ke penginapan nya, rasa lelah ia rasakan, bau badan pun menyengat, Lian Zheng dengan buru-buru membersihkan dirinya sebelum tidur.
Saat ke kamar penginapan, Lian Zheng melihat Ji Chen dan Min Yu sudah tidur di ranjang, Jinlong pun bertegger di salah satu besi dekat jendela sambil menutup matanya.
Memang sekarang hari sudah larut malam, tadi Lian Zheng malah asik latihan tanpa terasa hari sudah larut malam.
...****************...
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1
Note: kalau ada kalimat telepati berarti itu seperti ngebatin ya walaupun ada kutip dua ( " ) biar gampang di ubah jadi kutip satu ( ' ) atau biarin?