Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-126. Jinlong


__ADS_3

Biasanya wujud dari seorang pemimpin binatang Tuhan berbeda, begitu pula wujud yang mempunyai kekuatan besar. semua pasti ada perbedaan.


Namun siapa sangka, wujud dari Elang Emas yang di depan Lian Zheng sangat sama dengan wujud pemimpin Elang Emas yang ada di dantian, namun yang berbeda tidak ada motif aksara kuno di kepalanya membuat Lian Zheng terheran.


"Sudah ku bilang, dia di anugrahi oleh Tuhan dengan kekuatan yang besar..." ujar Pecahan Jiwa.


"Guru kenapa wujud nya sama dengan Elang Emas yang ada di dantian ku namun ada yang berbeda yaitu dikepalainya, apa maksudnya guru?"


"Semua binatang Tuhan akan ada bedanya di setiap wujud hal itu bisa ditentukan dengan keturunan, kekuatan, dan masih banyak lagi. namun didepan kita wujud ini ditentukan oleh kekuatan yang dimana akan menjadi legenda di ras Elang Emas."


"Legenda?!"


"Kau harus merawat nya nak, karena jika ia sudah besar, maka ia akan menuruti tuannya dan itu ialah anugrah besar dari Tuhan untuk penunggangnya. karena hal itu sangat jarang, Binatang Tuhan biasanya tidak memiliki penunggang sama sekali kecuali orang tersebut sudah ditakdirkan, mungkin seperti mu, bukan kau mewarisi kekuatan ku saja namun kau hampir semua nya ditakdirkan oleh mu, walaupun begitu ingatlah, Ashura mempunyai kekuatan yang tidak tertandingi jika ia sudah mengumpulkan kekuatannya penuh..."


Lian Zheng menggerakkan giginya, ia sudah benci dengan ras Iblis, dirinya menganggap Iblis ialah musuh terbesar karena sudah mengacaukan umat Manusia yang membuat umat Manusia terpecah belah.


Disisi lain, Elang Emas mengedarkan kepalanya melihat sekitar saat melihat Lian Zheng sedikit berlutut dengan cepat ia menghampiri Lian Zheng, pemuda itu pun sedikit terkejut saat Elang Emas menghampiri namun ia harus tenang agar dirinya tidak dikenal sebagai musuh.


Elang Emas dengan tiba-tiba merubah wujudnya menjadi lebih kecil ukurannya seperti burung gagak, kemudian Elang Emas itu pun hinggap di pundak Lian Zheng dan berteriak kencang membuat Lian Zheng menutup sebelah telinganya.


"Hey apa-apaan ini, dia membuat ku pusing saja..."


"Halo tuan..."


Lian Zheng terkesiap dan menoleh kesana-kemari, namun tidak menemukan orang yang memanggilnya tadi.


"Tuan, aku ada di pundak mu..."

__ADS_1


Lian Zheng langsung melihat Elang Emas.


"Eh, kenapa dia bisa berbicara?"


"Apa kau lupa nak, dia kan Binatang Surgawi tidak perlu mempunyai kekuatan besar akan tetapi karena dirinya masih kecil ia hanya bisa berbicara untuk tuannya saja sama seeprti Binatang Tuhan." ujar Pecahan Jiwa yang menyadari sikap Lian Zheng.


Lian Zheng mengangguk kecil seraya mengelus dagunya secara perlahan.


"Bisa kau tunjukan kekuatan mu?" tanya Lian Zheng dengan Elang Emas.


"Bisa tuan!"


Elang Emas itu kemudian terbang menjauhi Lian Zheng setelah berada cukup tinggi ia dengan cepat membuka sayapnya.


'Jdeerrr!'


"Warna nya emas, begitu pula namanya namun tidak sesuai keistimewaan nya, hidup ini memang mempunyai misteri..." ujar Lian Zheng seraya menggeleng kecil.


Kemudian Lian Zheng bersiul ala memanggil peliharaannya, dengan cepat pun Elang Emas kembali ke pundak Lian Zheng, walaupun kuku Elang Emas itu sangat panjang namun Lian Zheng tidak merasakan sakit apapun saat Elang Emas mencengkram pundaknya.


"Guru apa Elang Emas ini bisa berubah warnanya? aku tidak mau ada yang tertarik atau ada yang menyadari jika ia Binatang Tuhan..."


"Bilang saja padanya..." Pecahan Jiwa malas menanggapi pertanyaan Lian Zheng, ia lelah membuat nya lupa tidur.


Lian Zheng mengabaikannya kemudian ia menatap Elang Emas yang ada dipundaknya, 'Ah iya aku lupa memberi nama padanya.'


"Mau kuberi nama? juga apa kau bisa merubah warna mu seperti elang umum lainnya?"

__ADS_1


"Aku mau nama tuan..." setelah mengucapkan seperti itu Elang Emas pun merubah warnanya seperti Elang umum lainnya.


"Baiklah nama mu ialah Jinlong, apa kau menyukainya Jinlong?


"Aku sangat suka tuan..."


Perilaku Jinlong memang sesuai seperti manusia remaja 14 tahun lainnya, Lian Zheng pun menyadarinya, kemudian setelah itu pemuda itu terbang ke rumahnya dengan cepat, Jinlong pun mencengkram lebih kuat pakaian Lian Zheng, ternyata tuannya sangat ahli dalam terbang juga.


***


"Guru apa pernah ras Iblis terpecah belah?"


"Pernah, dahulu kala ada seorang Iblis yang ingin menciptakan perdamaian namun ditolak mentah-mentah dengan ras Iblis akan tetapi ia tidak menyerah, Iblis tersebut mengumpulkan kekuatan yang sangat besar membuat alam berguncang hebat, saking hebatnya Alam Dewa pun merasakan, dan saat itu ia melawan dan menentang peraturan dari ras Iblis, akan tetapi yang aku ketahui Iblis tersebut menghilang bisa dikatakan musnah karena rumor yang berbeda banyak sekali dan sudah menyebar kemana-mana...'


"Siapa namanya guru?'


"Namanya ialah Quan Ruy."


"Namanya seperti perempuan..."


"Tidak dia laki-laki hanya saja ia dilahirkan dan di rawat oleh orang yang agak tidak waras..."


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.

__ADS_1


__ADS_2