
Setelah mengelilingi dan mengenal Sekte Gunung Petir, Koji Cen dan Chao Guo menuju ke arah ruang istirahat Koji Cen.
Setelah sampai di depan ruang istirahat Koji Cen, Chao Guo bisik kepada Koji Cen, "Temui aku di sebelah timur ada yang ingin aku tujukan padamu."
Koji Cen pun mengangguk dan masuk ke ruang istirahatnya karena hari sudah mulai gelap.
Ke esok kannya tepat pagi hari.
Tok... tok... tok...
Koji Cen yang lagi tidur terpaksa bangun karena mendengar ketukan pintu itu, Ketika ia membuka pintunya Terdapat seorang pemuda yaitu, Chao Guo.
Chao Guo memasang senyuman ramah lalu berkata, "Haiss... Cepat mandi, aku akan menunggu di sebelah timur."
Koji Cen pun mengangguk lemas dan beranjak ke kamar mandi dengan keadaan kantuk berat.
Setelah mandi Koji Cen memakai baju berwarna hitam dengan kepala di ikat menjulang ke atas, Setelah itu ia menuruti perkataan Chao Guo yang tadi.
"Aku akan memberitahumu tentang rahasia Sekte Gunung Petir." bisik Chao Guo ke Koji Cen.
"Memang nya apa rahasia nya." Ucap Koji Cen.
"Sstts... Jangan kencang-kencang bicaranya."
Ucap Chao Guo sambil menutup mulutnya dengan telunjuk.
Koji Cen mengangguk mengerti dan dua pemuda itu berjalan ke arah taman yang luas.
"Apa kau tahu kenapa Sekte ini dinamakan Sekte Gunung Petir?."
"Tidak... Mungkin Di sekte ini ada Gunung yang banyak petir?."
"Hmm... Kurang lebih begitu, Aku pernah mendengar kalau di sekte ini terdapat Gunung yang terus menerus di sambar Petir, Konon di Gunung tersebut terdapat binatang yang sangat buas bahkan katanya patriak kami tertekan oleh aura yang dipancar dari goa di Gunung tersebut, Sekarang Gunung Petir di cap oleh Kekaisaran Xin sebagai tempat terlarang." Ucap panjang Chao Guo sambil melirik kanan kiri untuk memastikan jika tidak ada yang mendengarnya.
__ADS_1
"Lalu?." Tanya Koji Cen.
"Kita kesana, Gimana apa kamu mau?." Ujar Chao Guo.
"Aku tidak bisa, Bukan aku penakut dengan goanya tetapi aku belum mendapat izin dari kakek angkat ku, Jika ketahuan kita kesana tanpa izin, Habis kita berdua." Ucap Koji Cen.
"Tenang lah, Aku memakai ini, Hanya saja yang dapat melihat kita harus Pendekar tingkat Raja dan seterusnya." Ujar Chao Guo sambil mengeluarkan 2 botol giok.
Koji Cen pun menggaruk kepala yang tidak gatal, Sebenarnya pemuda itu ingin melanjutkan perjalannya ia teringat jika ingin mengambil Kitab yang ada di Hutan Kematian.
"Aku tidak bisa lama-lama, Tapi jika kita sudah di dalam goa itu, Kita melakukan apa?." tanya Koji Cen.
"Emm... Aku tidak tahu, Tapi sepertinya binatang buas itu sedang menjaga sesuatu di dalam goa atau itu tempat istirahat nya." Jawab Chao Guo.
"Tapi aku tidak bisa lama-lama."
"Tenang saja, Aku tahu kau pasti takut, Hahaha... " Ujar Chao Guo dengan nada candaan.
Setelah 10 menit akhirnya dari kejauhan di depan 2 pemuda itu terdengar suara gemuruh Petir yang menyambar Gunung.
"Nah itu dia Gunung nya, Aih... siapa itu?."
Ujar Chao Guo sambil melihat seseorang gadis yang sedang ke Gunung Petir.
"Itu.. Itu bukannya salah satu gadis yang kemarin di ruangan terakhir sekte?." Ucap Koji Cen.
Chao Guo yang mendengar itu jelas terkejut karena Koji Cen mempunyai mata yang tajam dan gadis yang koji Cen maksud ialah anggota inti perempuan Sekte Gunung Petir.
Chao Guo dan Koji Cen menghampiri gadis yang sedang jalan ke arah Gunung Petir berada.
"Heii... " Teriak Chao Guo.
Mendengar teriakan dari arah belakang, gadis tersebut menoleh dan melihat Chao Guo dengan disamping nya ada pemuda yang memakai baju hitam, Koji Cen.
__ADS_1
"Chao Guo... " gumam gadis tersebut.
"Yin Su? Ada apa kamu disini?." Tanya Chao Guo.
"Kamu ada apa disini juga?." Balik tanya Yin Su.
"Eu-eu... Ak–"
"Jangan bilang kalian berdua ingin ke goa yang ada di Gunung petir itu?." potong Yin Su.
"I-iya... Kami berdua ingin kesana, kalau kamu mau kemana Yin Su?."
"Hmphh... Ya aku juga ingin kesana." Ujar Yin Su.
"Kebetulan, Ayo kita bersama-sama." Ujar Chao Guo.
Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju goa yang ada di Gunung Petir, Setelah sampai di Gunung Petir.
"Ada apa Chao Guo kelihatan nya kau takut dengan Petir itu?."
"Eu... Tidak-tidak, Aku tidak takut." Jawab Chao Guo sambil memasang ekspresi tenang.
Koji Cen terkekeh kecil karena melihat ekspresi Chao Guo yang ketakutan dan herannya Koji Cen melihat gadis yang bernama Yin Su itu tidak takut sama sekali dengan Petir nya.
...****************...
Mau tau Visual nya Koji Cen
nih dia Koji Cen untuk ilustrasi pemain yang lainnya nanti di episode selanjutnya.
Bye" , Jangan lupa Vote, Like, Dan rate bintang 5 nya 😉👍.
__ADS_1