
Lian Zheng melesat maju ke arah 5 orang yang di tahap Dewa Merah, saat jarak mendekat Lian Zheng membalikan badan nya dan tertusuk pedang lawan.
Namun bukannya mati, orang yang tertusuk itu menjadi abu, Lian Zheng yang asli ternyata sudah di belakang para lawan, ia memegang pedang energi emas itu.
'Trang!'
Pedang antara pedang berbentur, Lian Zheng sangat lincah membuat ia bisa mengimbangi pergerakan dari 5 lawannya itu.
Bahkan para lawannya terlihat sangat sulit untuk mengimbangi pergerakan Lian Zheng itu, di sela-sela waktu Lian Zheng membuat 1 bayangan dirinya, kemampuan bayangan itu sendiri setengah dari kekuatan Lian Zheng miliki.
Hal itu membuat para lawannya semakin terdesak, mereka benar-benar susah mengimbangi pergerakan Lian Zheng, mereka hanya bisa menahan saja bahkan menggores Lian Zheng saja tidak bisa.
Namun mereka tidak menyerah.
"Dasar tiga-Kelopak Kematian!"
"Dasar satu-Rantai Neraka!"
Mereka mengeluarkan masing-masing jurusnya yang terkuat untuk melawan Lian Zheng. dan benar saja Lian Zheng tidak bisa berkutik lagi.
Lian Zheng melihat bayangannya hanya bisa menahan sedangkan dirinya.
"Dasar ketiga-Baja Dewa Langit-!"
Tubuh Lian Zheng berubah menjadi keperakan, saat pedang lawan mengenai tubuh Lian Zheng seketika pedangnya hancur menjadi pecahan-pecahan kecil.
Lian Zheng tersenyum puas, kemudian ia maju tanpa ragu sekalipun, ia mengayunkan pedang dengan gesit.
"Tebasan Pembelah Hati-!"
Saat itu lawannya mengetahui jika jurus itu mengincar hati mereka untuk dihancur, mereka pun menahannya dengan Qi yang besar agar tidak terkena efek itu.
Lian Zheng cukup terkejut karena efek jurusnya bisa ditahan.
__ADS_1
"Tunggulah!" ucap Pecahan Jiwa.
Dan benar saja, nampaknya mereka mulai kesakitan, jurus dari itu memang benar-benar mematikan, ditahan pun membutuhkan Qi atau tubuh yang spesial untuk itu.
Lian Zheng cukup kagum dengan jurus yang ia pelajari dari Pecahan Jiwa Dewa Langit, ia benar-benar tidak salah memilih Dewa Langit sebagai gurunya.
"Terimakasih guru!" ujar Lian Zheng melewati telapati.
"Untuk apa?"
"Bimbingan mu guru."
"Sudahlah, sekarang sudah beres lalu kau keluar dari keluarga ini dan berlatih lebih keras agar kau bisa menemukan jati dirimu sebenarnya, dan tentang jurus yang tadi ialah jurus terlemah yang kumiliki."
Lian Zheng terkejut, namun ia tidak menampakkan di raut wajahnya, jika benar begitu berarti kekuatan Dewa Langit sangat kuat.
***
"Tidak masalah, dan hati-hati lah, aku menemukan seseorang yang mencoba berkhianat-!" bisik Lian Zheng.
Han Zilong terkejut dengan bisikan Lian Zheng itu, Han Zilong hanya mengangguk kecil, kemudian setelah itu Lian Zheng pamit undur diri.
Lian Zheng keluar dari gerabang perak keluarga Han, lalu ia berlari secepat mungkin karena tenaga nya sudah terisi kembali, walaupun gelap gulita Lian Zheng masih bisa melihat karena ia mengaktifkan mata dari Tupai Mata Hijau, dengan begitu ia bisa melihat sampai radius meter dengan jelas.
Lian Zheng melihat penjaga dan banyak sekali orang-orang yang sedang menunggu di depan gerbang, nampaknya hutan itu dibuat untuk menjadi latihan para kultivator.
Seorang sekelompok pemuda mendatangi Lian Zheng berdiri.
"Hei bung, apa kau mau bergabung bersama kami?"
"Maaf tidak."
"Ayolah bung, kita akan cepat mengalahkan monster perak dan mendapat uang dengan mudah jika semakin banyak yang bergabung."
__ADS_1
"Memangnya monster ada tingkatannya ya?"
"Kau tidak pernah ikut ya? monster disini terbagi menjadi 4 yaitu monster kayu, monster perak, monster emas dan paling terkuat yaitu monster kristal, jika bedanya itu dari warna tubuhnya."
"Oh begitu, baiklah aku akan bergabung."
Semua orang nampak senang, mereka akan mudah membunuh monster jika banyak anggota yang bergabung, Lian Zheng sudah menekan auranya hingga ia hanya di tingkat Master tahap Biru.
Rata-rata para pemuda kultivator ini di tingkat Master dengan tahap Ungu, walaupun Lian Zheng dilihat lebih rendah tingkat kultivasi nya namun mereka semua menghargainya dan ramah menyambut kedatangan pemuda itu.
"Boleh ku tau kau berasal dari mana?"
"Aku dari kota Liejin, sebenarnya aku hanya pengelana biasa saja yang lewat." bohong Lian Zheng.
"Nama mu siapa? aku Ku Liang, ketua dari kelompok elang emas."
"Aku Lian Zheng."
Mereka berbicara-bicara ringan seperti asal, tujuan, sampai akhirnya Lian Zheng jika nama kelompok ini sama seperti Binatang Tuhan.
"Kenapa kelompok ini dinamakan Elang Emas?"
"Karena leluhurku pernah mengatakan jika ada Binatang Tuhan yang mempunyai kekuatan yang setara dengan dewa, dan Elang Emas ialah Binatang Tuhan, jadi ku namakan saja dengan itu."
Lian Zheng mengangguk mengerti, jika informasi tentang Elang Emas ia sudah tau namun ia hanya penasaran saja kenapa dinamakan seperti itu.
...****************...
See you in the next chapter.
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
Note : Novel ini terinspirasi oleh Novel-novel yang terpopuler dari readers, Mohon bantuannya!
__ADS_1