Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-93. Sedikit Masalah


__ADS_3

Lian Zheng sudah berjalan selama 2 hari penuh, pemuda itu sekarang sedang beristirahat untuk mengembalikan tenaga yang sempat habis.


Lalu Lian Zheng membuat api unggun di depannya agar udara malam tidak terlalu terasa, Lian Zheng rasa jika Nirwana Agung sendiri iklim cuacanya sangat terlalu beda dengan tanah kultivator nya.


Dimana malam hari terlalu dingin, namun jika di siang hari cuaca terlalu panas, sehingga tadi saat siang hari Lian Zheng membuat balok es di tangannya agar tidak terlalu kepanasan.


Pemuda ini juga sempat membeli bekal di pasar agar diperjalanan tidak repot mencari hewan liar untuk santapan, Lian Zheng sendiri membeli daging ayam yang sudah dipotong dan kemudian ia membakar dengan bumbu yang ia racik sendiri.


Lian Zheng menikmatinya dengan rasa lapar yang begitu terasa, sampai akhirnya ia terlelap tidur karena ke kenyangan.


Lian Zheng tidur dengan posisi bersender di batang pohon.


'Traak... traak..'


"Berhenti disini-!, Tuan putri ingin beristirahat..."


"Baik!"


Kereta kuda nan mewah berhenti didekat Lian Zheng sedang asik tidur, Lian Zheng sendiri cukup pulas jadi pemuda itu tidak mendengar derap kaki kuda itu.


"Tuan Putri, biar aku yang mencari santapan!"


"Tidak perlu, aku masih kenyang."


"Baiklah..."


Penajag dari kereta kuda itu sendiri berjumlah 15 orang dengan tahap kultivasi yang luar biasa, dimana 10 dari 15 tersebut di tingkat Grand Master sedangkan 5 orang lainnya di tingkat master.


Pengawal pribadi dari tuan purtri tersebut sudah di tahap Dewa Hijau, sepertinya orang dikawal tersebut mempunyai posisi yang sangat hebat sehingga dikawal dengan kekuatan yang hebat.


"Apa itu?" seru salah satu penjaga.


Semua orang lansgung menoleh ke arah yang ditujukan, dan benar saja 5 orang berpakaian menutup sedang mengarah ke mereka dengan membawa aura membunuh yang hebat.


"Itu bandit-! Perketat pengawalan tuan putri-!" perintah pengawal pribadi.


Setelah jarak antara mereka sudah mendekat, salah satu bandit langsung menyerang dengan kultivasi Dewa Kuning.

__ADS_1


Tentu itu membuat penjaga yang di tingkat Grand Master sampai kebawah menjadi sedikit menciut nyalinya, sepertinya bandit yang mereka hadapi ini bandit profesional, lagi pun juga bandit itu bisa dibayar oleh seseorang untuk melakukan perintahnya.


Dan juga para bandit biasanya jarang ikut campur dengan keluarga bangsawan atau keluarga yang terpandang, jika salah satu dari mereka ikut campur pasti mereka akan diburu setiap harinya sampai mereka ketemu.


Tapi jika sekarang? mereka sepertinya dibayar oleh seseorang untuk melakukannya jelas-jelas itu membuat pengawal pribadi itu sedikit mencerna keadaan.


"Sepertinya mereka dibayar!" gumam pengawal pribadi.


Seorang gadis nan cantik luar biasa mengangguk kecil di dalam kereta kuda ketika mendengar gumaman diluar kereta kuda.


Tidak ingin membiarkan salah satu temannya maju sendiri, para bandit pun langsung mengikuti nya, mereka menyerang dari sisi bersamaan, itu membuat para penjaga semakin mendesak karena kultivasi mereka cukup terbilang rendah dari para bandit.


Para bandit sendiri tidak berucap atau menyusun rencana saat menjalankan tugasnya, pasti rencana dari mereka sudah ditanggung oleh seseorang yang membayarnya, sedangkan mereka hanya menjalankan tugasnya saja.


Suara berbenturan pedang terdengar sampai membuat Lian Zheng sedikit terganggu.


Para bandit masing-masing melawan 3 penjaga Gran Master, walaupun begitu para bandit juga kesusahan karena melawan 3 Gran Master sekaligus.


Namun saat mereka menjadi terdesak, para bandit meniupkan peluit kecil hingga seseorang masuk dalam pertarungan dengan kultivasi yang sedikit membuat gentar penjaga.


Kultivasi seseorang tersebut sudah di Dewa Ungu, sampai akhirnya seseorang tersebut menerobos dan menuju ke arah kereta kuda, namun belum sempat mencapainya 5 orang penjaga dengan tahap Master mencegat ia.


Disisi lain, Lian Zheng lama kelamaan terganggu dengan suara pertarungan pada akhirnya ia terbangun dari tidurnya.


Pemuda itu sedikit terkejut dengan adanya pertarungan di dekat lokasi istirahat nya, pemuda itu meneliti kultivasi dari mereka dan membuat Lian Zheng kagum.


"Sepertinya mereka diserang sekelompok bandit..." gumam Lian Zheng seraya melihat perbedaan dari dua kelompok tersebut.


Balik kesisi pertarungan, pengawal pribadi tuan putri itu harus melawan seseorang yang di tingkat Dewa Ungu, dengan kekuatan penuh pengawal pribadi itu membuat luka di tangan lawannya.


Ia sudah mengeluarkan tenaga dengan jumlah yang cukup besar membuatnya sempoyongan karena hampir kehabisan tenaga.


Seseorang bandit tersebut hanya tersenyum sinis dibalik penutup wajahnya, walaupun ia terkena luka namun dengan mudah ia bisa mengobatinya.


Bandit itu langsung menyerang pengawal pribadi tuan putri dengan cepat, karena pengawal pribadi itu sudha kehabisan tenaganya, saat ia ingin membuka tirai dikereta kuda, seseorang melaju dengan cepat dan menyrang dengan brutal sampai ia terpental jauh.


'Bummm!'

__ADS_1


Semua orang langsung terpengaruh ke arah kereta kuda, penjaga tersebut lengah sampai membuat para bandit memanfaatkan situasinya untuk melukai mereka.


"Kau!" teriak para penjaga karena terkena lesatan pedang para bandit.


Lian Zheng menyerang seseorang yang tadi melawan pengawal pribadi itu, ia melemparkan api biru dengan jumlah yang banyak.


Seseorang tersebut merasakan panas yang luar biasa saat api biru itu mendekat padanya.


Ia membuat perisai dengan cepat, dan api biru itu hilang tanpa sisa namun sebagi gantinya tenaga seseorang tersebut sekarat.


Ia benar-benar sudah kehabisan tenaga, mau tidak mau ia harus menggagalkan tugasnya agar ia masih hidup kedepannya, ia menyempatkan energi untuk membuat Lian Zheng terpengengah dengan serangan itu.


Tapi bandit itu salah orang untuk melabui Lian Zheng, karena Lian Zheng memiliki otak yang cerdas sehingga tidak mudah untuk dibodohi.


Lian Zheng lebih dahulu membuat bayangan persisi seperti dirinya mematung ditempatnya, sedangkan dirinya ia sudah di atas pohon sedang melihat bandit itu mengumpul kan energi ditangannya.


'Wusshh'


'Duaarr!'


Bertepatan dengan ledakan dan asap mengepul bandit itu langsung melarikan diri, namun sebelum itu ia sudah dihempas dengan kasar sampai membuatnya terbentur dengan pohon.


'Braak!'


Lian Zheng langsung mendekati bandit itu, ia mencoba menggali informasi, namun ia melihat jika bandit itu sedang mencoba membuat serangan diam-diam secara tidak langsung Lian Zheng membuatnya mati seketika.


Para bandit lainnya melihat pecahan giok di pegangnya meredup dan hancur, menandakan pemimpin mereka mati, dan mereka pun melarikan diri.


"Cegah mereka semua jangan sampai ada yang lolos!" seru salah satu penjaga.


Mereka mencoba untuk bertarung kembali dan menahannya, akan tetapi 4 orang tersebut sudah melarikan diri dengan cepat sedangkan 1 lainnya sudah ditahan dan dipingsankan agar tidak memberontak.


...****************...


Halo readers, selamat menjalankan aktivitas baru ditahun 2021, semoga pada betah ya di novel PLYA yang sederhana ini. Semoga Virus Corona cepat menghilang, Aamiin.


See you in the next chapter

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


__ADS_2