
Setelah itu Lian Zheng dan Dewa Laut pamit undur diri karena ingin menemui Dewa Semesta lagi.
"Apa yang kamu ingin tanyakan kepada Dewa Semesta, Kaisar?" Tanya Dewa Laut.
"Ehm, Aku ingin menanyakan mengapa Dewa Obat tidak di obati?" Jawabnya.
"Huh, Aku sendiri bisa menjawab namun aku hanya mendengar rumor, Jadi jawaban dari ku tidak tahu tepat atau salah, Ya sudah kita ke Yang Mulia saja." Ucap Dewa Laut.
Lian Zheng pun mengangguk setuju dan mereka berdua menuju ruang tahta Dewa Semesta.
"Yang Mulia." Hormat serempak Lian Zheng dan Dewa Laut.
"Haih, Tidak usah begitu kaisar, Ayo ke ruang istirahat ku." Ucap Dewa Semesta sambil tertawa canggung.
Pantas jika Dewa Semesta canggung saat Lian Zheng memberi hormat, Karena kedudukan Dewa Langit saat dulu sangat dihormati, Walaupun ia hanya seorang komandan dari para prajurit namun ia sangat berjasa pada Alam Dewa.
Bahkan dulu Dewa Semesta takut kepada Dewa Langit saat Dewa Langit menantang latihan duel pada saat itu.
Setelah sampai di ruang istirahat, Lian Zheng angkat bicara, "Ehm, Aku ingin menanyakan sesuatu."
Dewa Semesta mengangguk dan mempersilahkan untuk melanjutkan bicaranya kepada Lian Zheng.
"Kenapa Dewa Obat tidak di obati?" Tanya Lian Zheng.
Mendengar hal itu Dewa Semesta tersedak air ludahnya sendiri, dan berbisik, "Itu karena Dewa Obat terkena kutukan."
Mendengar itu Lian Zheng menengok ke Dewa Laut.
Seolah tahu apa yang dipikirkan Lian Zheng, Dewa laut berkata sambil tersenyum canggung, "Saat itu hanyalah rumor."
"Baiklah, Kenapa Kamu tidak mengobatinya?" tanya Lian Zheng.
"Andai kutukan itu tidak menular pasti aku bisa mengobati nya." Ucap Dewa Semesta dengan nada menyesal.
"Oh seperti itu rupanya." Ucap Lian Zheng.
"Baiklah, Aku akan mengobati jika begitu." Ucap Lian Zheng.
__ADS_1
Mendengar itu Dewa Laut dan Dewa Semesta mencegah Lian Zheng agar tidak mengobatinya karena bisa tertular, Lian Zheng pun berkata jika ia bisa mengobati nya tanpa tertular sedikit pun.
Sebenarnya Lian Zheng tidak tau cara mengobatinya namun Phoenix Api dan Es memberi tau cara mengobati Dewa Obat. Dengan itu Lian Zheng percaya diri untuk mengobati Dewa Obat.
Karena Lian Zheng bersikeras memaksa untuk mau mengobati, Dewa Laut dan Dewa Semesta hanya menghembuskan nafas berat dan membiarkan Lian Zheng mengobati Dewa Obat.
Saat mereka bertiga sampai di rumah Dewa Obat, Terdapat Tabib yang sedang meneliti dari kejauhan, Yang dipikir tabib tersebut ialah untuk tidak menular.
Namun dengan santai seorang pemuda mendekati dengan tangan yang diselimuti Es, Saat Es tersebut menyentuh tubuh Dewa Obat, Terjadi yang tidak hal biasa yaitu Kulit Dewa Obat kembali normal, Keluar Cairan hitam di seluruh tubuhnya dan keluar permata hitam dari mulut Dewa obat dan hancur berkeping-keping.
Seorang pemuda tersebut tidaklah lain yaitu Lian Zheng, Sebelumnya Lian Zheng diberitahu jika khasiat Phoenix Es bisa menyembuhkan dan bisa melukai, Hal tersebut bisa di atur dengan pemiliknya, Seperti Lian Zheng.
Semua orang yang ada di ruangan tersebut seketika hening dan dengan mulut terbuka, Karena dihadapan mereka Dewa Obat kembali normal seperti sebelumnya walaupun ia masih belum sadar dari pingsannya.
"Kenapa kamu tidak bilang jika Dewa Langit sudah membangkitkan Darah Phoenix nya." Bisik Dewa Semesta.
"Aku juga tidak tau." Jawab Dewa Laut.
Walaupun mereka berbisik namun tetap saja di dengar oleh orang yang ada di ruangan tersebut, Kini semua orang kebingungan karena Dewa Semesta memanggil seorang pemuda dengan sebutan Dewa Langit.
"Kaisar." Gumam Dewa Laut karena takjub.
Apa yang sedang mereka lihat ialah munculnya tanda Api dan Es di kening Lian Zheng, Sekarang semua orang selain Dewa Laut dan Dewa Semesta kebingungan karena seorang pemuda dipanggil oleh Dewa Laut dengan sebutan Kaisar.
Tanda Api dan Es tersebut ialah tanda keberhasilan suatu pengguna Phoenix Api dan Es yang melakukan hal baik seperti Lian Zheng yang dilakukan.
Lian Zheng pun diberitahu jika Dewa Obat akan sadar saat beberapa menit yang akan mendatang dan hal tersebut terjadi setelah 5 menit.
"Yang... Mulia?" Gumam Dewa Obat yang melihat Dewa Semesta dengan mata yang masih buram.
Semua orang yang mendengar gumaman itu langsung menoleh ke arah Dewa Obat, Dewa Semesta pun ingin maju namun dengan rasa ragu.
Seolah tau apa yang dipikiran Dewa Semesta, Lian Zheng pun berkata jika Dewa Obat sudah sepenuhnya normal dan tidak akan menularkan kutukan.
"Maaf kan aku yang mulia jika aku tidak berguna." Ucap Dewa Obat dengan nada menyesal.
"Tenang saja, Ada Paolin di istana, Apa sekarang kamu tidak apa-apa?" Ujar Dewa Semesta.
__ADS_1
"Ya aku baik-baik saja, Aku ingin tau siapa yang mengobati ku, Aku ingin berterimakasih banyak kepadanya." Ucap Dewa Obat.
Dewa Laut pun menyenggol bahu Lian Zheng tanda jika disuruh maju, Setelah maju, Dewa Obat mengerutkan keningnya.
"Yang Mulia, Aku ingin tau siapa yang mengobati ku bukan pemuda ini." Ucap Dewa Obat.
"Kau lancang sekali Dewa Obat." Bisik Dewa Semesta.
"Maksud Yang Mulia apa?" tanya Dewa Obat.
"Di depan mu itu Kaisar Langit." Bisik Dewa Semesta.
Dewa Obat pun tambah pusing karena dirinya hanya ingat jika Kaisar Langit sudah mati, Dan juga ia terbaring lemah selama beberapa tahun jadi ia tidak tau pengumuman pada saat dulu.
"Jika kamu tidak percaya lihat keningnya." Bisik Dewa Semesta.
Dewa Obat pun melihat kening Lian Zheng seketika Dewa Obat terkejut.
"I-ini Bagaimana bisa." Ucap Dewa Obat.
Tentu ia tau ciri khas dari Dewa Langit yaitu tanda binatang tuhan yang ada di kening Dewa Langit, Seketika Dewa Obat meneteskan air matanya dan turun dari kasur lalu memeluk Lian Zheng.
"Kaisar." Ucap Dewa Obat dengan menangis.
Sungguh Dewa Obat sangat rindu, Bagaimana tidak dahulu ia ialah teman terdekat, pada saat dahulu Dewa Langit sering mengunjungi Dewa Obat hanya sekedar mengobrol atau belajar alkemis, Dan dahulu juga ia berperang satu tempat bersama Dewa Langit.
Semua orang kini tau didepannya ialah Kaisar Langit dan seketika berlutut hormat.
"Salam Kaisar." Ucap serempak tabib dan orang yang ada di ruangan tersebut.
Lian Zheng pun mengangkat tangannya, dan semua orang kembali berdiri.
...****************...
Gimana ya rasanya, Terkecoh juga sih saat mau nulis Lian Zheng tapi gapapa lah kalau buat readers 😉.
Jangan lupa Vote, Like, dan Rate bintang 5 nya 👍
__ADS_1