
Setelah beberapa menit para tetua kembali menuju ruang istirahat patriak dari arah yang berbeda.
"Apa kalian menemukan cucu ku?" Tanya kakek Suxian dengan wajah pucatnya.
Semua para tetua menggeleng kan kepalanya, Para tetua tidak berani menatap patriak nya karena takut dimarahi oleh patriak mereka.
Kakek Suxian sebenarnya kesal dengan para tetua, namun ia juga di ikuti kecemasan dan rasa sedih jadi ia tidak bisa membentak orang yang tidak salah.
Semua para tetua pulang ke ruang istirahat nya masing-masing karena patriak mereka menyuruh mereka untuk balik ke tempat masing-masing.
"Sebenarnya ada apa ini?!" Gumam kakek Suxian, kakek itu sudah tidak tau lagi harus bertindak apa, karena tidak ada satupun petunjuk, Bahkan katanya hanya Koji Cen yang berada di halaman belakang.
"Chao Guo, Ya Chao Guo... Aku harus menanyakan nya." Ucap kakek Suxian sambil berjalan menuju ruang istirahat para murid.
Setelah sampai di depan pintu ruang istirahat nya Chao Guo, Kakek Suxian dengan segera mengetuk pintu.
"Patriak!?" Terkejut Chao Guo.
"Masuk patriak, Silahkan." Sambung Chao Guo.
"Ada hal yang ingin ku tanyakan padamu-!" Ucap kakek Suxian sambil memasang ekspresi serius.
Melihat ekspresi keseriusan dari patriak, Chao Guo bertanya, "Tentang apa patriak?"
"Cucu ku, Koji Cen." ucap kakek Suxian.
"Memang nya ada apa?"
Memang wajar jika Chao Guo tidak tau apa terjadi karena ruang istirahat nya berada sedikit lebih jauh dari tempat kejadian.
Kake Suxian menjelaskan apa yang baru terjadi, Terlihat perubahan ekspresi dari Chao Guo ketika mendengar jika Koji Cen hilang.
Kakek Suxian juga menanyakan beberapa pertanyaan tentang Koji Cen selang beberapa saat yang lalu. Chao Guo juga sedikit agak janggal ketika beberapa hari yang lalu dimana Koji Cen seperti berbicara sendiri di halaman belakang atau ditempat yang lainnya.
"Begitu ya, Kenapa dia berbicara sendiri?"
"Aku tidak tahu patriak, Namun ketika aku berada di dekatnya seperti ada aura yang keluar dari tubuhnya."
"Seperti apa Auranya?"
"Campur aduk."
"Campur aduk?, Maksudnya?"
"Ya, Dia kadang-kadang terlihat bangsawan namun tidak jarang juga ada aura yang menekan keluar dari tubuhnya." Jawab Chao Guo.
Setelah itu kakek Suxian ijin pamit dan ia tidak lupa berterima kasih.
***
Alam Dewa
__ADS_1
Koji Cen bangun dari tidurnya, ia bertanya dimana letak toilet karena pemuda itu ingin segera membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri, Koji Cen dibawa oleh Junhao ke suatu ruangan yang katanya amat sangat menakjubkan.
"Ada apa ini? Semakin lama aku merasakan tebalnya aura hangat dan nyaman." Ucap Koji Cen.
Setelah sampai, Koji Cen disuruh masuk ke ruangan tersebut.
Bushhh
suara ketika pintu ruangan tersebut dibuka.
Terlihat Batu biru es yang mengeluarkan asap terus menerus, Disampingnya juga terdapat batu berwarna oren.
Koji Cen mendekat ke arah 2 batu tersebut dan menanyakan, "Junhao, Batu apa ini?"
"Itu adalah inti dari darah Phoenix api dan es."
Koji Cen langsung memasang ekspresi terkejut karena di depannya ialah batu inti dari darah Phoenix api dan es, Jika ia bisa menyerapnya maka ia akan membangkitkan lagi salah satu dari darah binatang tuhan yaitu, Darah Phoenix Api dan Es.
"Tunggu apa lagi tuan, Cepat serap 2 batu itu." Ucap Mahkota Ular Hitam lewat telapati.
Ketika Koji Cen hendak mengambil kedua batu tersebut tiba-tiba Junhao menahannya dan berkata, "Yang Mulia tidak bisa sekarang, Jika gegabah maka tuan akan lenyap."
"Memangnya kenapa?" Tanya Koji Cen.
"Yang Mulia, Setidaknya harus membangkitkan 1 darah binatang tuhan yang lainnya terlebih dahulu, Agar tidak terkena efek samping dari batu inti Phoenix Api dan Es."
"Huftt, Ku kira apa, Aku sudah membangkitkan 1 darah binatang tuhan sebelumnya, Apa aku boleh menyerap sekarang?"
Koji Cen menyampaikan permohonan Junhao tersebut ke Ular Mahkota Hitam, Ular Mahkota Hitam langsung menerima karena ia tidak ingin tuannya terkena efek samping.
Ketika Koji Cen menyentuh kedua batu tersebut seketika keadaan berubah drastis dari sebelumnya seperti ruangan tiba-tiba dingin, dan Suhu tubuh Koji Cen seketika panas dan dingin.
Membutuhkan beberapa jam untuk melawan efek samping tersebut, Ketika 2 jam berlalu akhirnya keadaan terganti seperti sebelumnya.
Jelas-jelas Ular Mahkota Hitam sangat senang karena dirinya punya teman berbincang di alam sadar Koji Cen.
Terlihat patung Phoenix dengan warna berbeda yaitu api dan biru, patung Phoenix tersebut seperti sedang mengepakkan sayapnya.
Koji Cen dengan segera masuk ke alam sadarnya.
Patung Phoenix api dan es tersebut melihat tuannya yang sedang menatapinya, Dengan segera patung tersebut menundukkan kepala dengan arti salam hormat.
"Salam Tuanku, Terimakasih sudah membangkitkan aku kembali." Ucap Phoenix Api dan Es.
Sekarang Koji Cen sudah tidak terkejut karena ia sudah mengalaminya.
Setelah berbincang ini dan itu, Koji Cen kembali ke alam nyata karena Junhao terus menerus memanggil nya.
"Yang Mulia, Sepertinya ada seseorang di luar."
__ADS_1
Koji Cen menaikan sebelah alisnya dan bertanya, "Bukan kah kau bisa mengatasinya?"
"Aku tidak bisa dilihat oleh orang selain Yang Mulia."
"Baiklah."
Koji Cen bergegas menuju keluar dan ingin tau siapa yang kerumahnya, Ternyata terlihat Dewa Laut sedang mengelus peliharaannya yaitu Singa Elang miliknya.
"Salam Kaisar." Ucap Dewa Laut sambil membungkuk kan tubuhnya.
Memang Dewa Langit kedudukannya seperti Dewa Semesta, bahkan pada zamannya Dewa Langit melampaui kekuatan Dewa Semesta, Saat itu para dewa menunjuk nya sebagai pengatur seluruh alam namun Dewa Langit menolak mentah-mentah karena ia hanya ingin menjadi komandan dari prajurit nya saja.
Makanya Dewa Laut sangat menghormatinya walaupun kekuatan Dewa Langit yang sekarang masih dibawah kekuatannya.
"Ada apa Dewa Laut?, Emm sebentar, Feng!" Ucap Koji Cen.
Seketika serigala berbulu emas dengan ukuran 4 kali lebih besar dari ukuran normal serigala keluar dari tubuh Koji Cen.
Melihat hal itu Dewa Laut terkejut karena ia tidak menyangka peliharaan Dewa Langit yang sekarang sama saja seperti Dewa Langit yang dulu, Sedangkan peliharaannya Dewa Laut dengan segera menghampiri serigala emas tersebut.
"Wah... Wah-wah, Ternyata si serigala emas masih hidup, Kukira kau mati setelah melawan jendral iblis." Ucap Singa Elang.
Koji Cen mendengar Singa Elang berbicara hanya terdiam, Sebenarnya dirinya terkejut namun ia tidak ingin menampakan ekspresi nya.
Sedangkan serigala emas yaitu Feng geram dan mengraung dengan keras.
"Tenang, Kau tidak rindu dengan teman lama mu ini, Hahaha." Ucap Singa Elang.
"Aku tidak menyangka juga kau masih hidup, Guora." Ucap Feng.
Tidak ingin mengganggu perbincangan antara kedua hewan tersebut, Dewa Laut dengan segera menarik pergelangan Koji Cen.
"Kaisar, Apa kamu tidak tau serigala emas itu ialah..." Ucap Dewa Laut.
"Ialah apa?" tanya Koji Cen.
"Itu, Peliharaan Dewa Langit yang dulu."
Dengan segera Koji Cen merasa pusing, Dipikirannya sekarang seperti di aliri kenangan tentang serigala emas yaitu, Feng.
Dan akhirnya Koji Cen pingsan karena tidak tahan dengan rasa pusingnya.
...****************...
Hoi... Hoi
Sampai sini dulu bai-bai 👋.
Jangan lupa
Vote 🎊
__ADS_1
Like👍
Rate bintang 5 nya ⭐.