Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-132. Pertandingan Turnamen Surgawi ( 4 )


__ADS_3

Seraya berlari Yu An membuat bola hitam di tangannya. siapa saja yang melihat bola hitam dengan lama atau terkena efek bola hitam tersebut maka ia akan terjerumus dalam ilusi milik Yu An, namun itu jika si targetnya dekat dengan pengguna jurusnya.


Tang Lui pun menyadari sejak perasaan buruk mulai menghantuinya, kemudian ia menghindari melihat bola hitam milik Yu An.


Tang Lui pun langsung melesatkan tombatnya ke Yu An, kemudian ia mengeluarkan jurus Baja Hitam nya dan melesat maju ke arah Yu An, dengan kombinasi tombaknya dan jurusnya ia berpikir hal ini cukup untuk melemahkan Yu An.


Namun siapa sangka saat tombak milik Tang Lui hampir mengenai Yu An, secara mendadak Yu An berpindah tempat ke 1 bayangan yang berdiam diri tadi, walaupun begitu Yu An membutuhkan Qi yang lumayan besar untuk membuat bayangan tersebut.


Bayangan milik Yu An berguna untuk melarikan diri, mengecoh lawan dan sebagainya, berbeda dari bayangan Lian Zheng bayangan milik Yu An ini ada sesuatu membuatnya banyak kegunaannya hal tersebut karena Yu An memasang sesuatu terhadap dantian nya.


Tang Lui pun melebarkan matanya saat melihat Yu An dengan mudah berpindah tempat, jika dipikir jurus Baja Hitamnya akan sebentar lagi akan otomatis tidak aktif, dan juga memerlukan beberapa menit untuk menggunakannya lagi.


Disitulah kelemahan jurus Baja Hitam yaitu waktu kegunaan, tidak perlu memang mengeluarkan Qi yang banyak terhadap jurus tersebut akan tetapi memerlukan waktu, jika dipikir jurus ini harus memerlukan kecerdasan otak karena nantinya akan membutuhkan hal tersebut untuk menentukan kapan kita menyerang.


Tang Lui pun tidak ingin menyiakan jurusnya, ia dengan cepat melangkah dengan keterampilan ringan tubuh agar ia bisa berlari dengan cepat menyusul ketempat Yu An.


Yu An melihat Tang Lui berlari pada nya dengan cepat ia melemparkan bola hitamnya, tidak sempat menghindar Tang Lui pun terkena Ilusi membuat seperti orang gila.


Ilusi milik Yu An akan mempengaruhi otak milik si korban nanti, dan nanti Ilusi tersebut akan menyusuri apa yang ditakuti si korban tersebut dan nantinya Ilusi Yu An akan membuat persis apa yang ditakuti si korban tersebut.


Disisi Tang Lui.

__ADS_1


"A-apa... itu?!"


Seekor bertanduk dengan bermata empat menusuk kedua orang yang sangat dikenali oleh Tang Lui yaitu kedua orang tuanya.


"Tidak, ini pasti tidak nyata!" teriak Tang Lui.


Monster bertanduk dengan bermata empat yaitu seekor hewan Iblis, hewan Iblis tersebut menoleh pada Tang Lui dengan wajah seramnya ia berjalan ke arah Tang Lui berdiri.


"Tidak...!"


Disisi nyata, Tang Lui berteriak histeris seperti melihat kejadian terburuknya, semua penonton pun kebingungan namun tidak dengan panitia dan Lian Zheng mereka tau apa yang sekarang dialami oleh Tang Lui.


Tersadar bahwa ia terkena Ilusi, Tang Lui pun menatap Yu An yang sedang tidak karuan karena energi hitam menyelimuti dirinya.


Dengan tiba-tiba Yu An menyerang Tang Lui dengan bringas, Tang Lui pun terkesiap ia langsung menghindar dan menyerang balik. dengan tombak yang sudah kembali di tangannya, Tang Lui bisa mengendalikan situasi dimana Yu An mulai terpojok di garis pinggir arena.


Tang Lui pun langsung melepaskan tombaknya, hari ini memang keberuntungan nya karena tadi Yu An menyerang dengan bringas namun perempuan itu menyerang Tang Lui secara asal-asalan, entah apa yang membuatnya seperti itu namun akhirnya Tang Lui pun menang.


"Sepertinya ada yang salah di dalam dantian nya..." gumam Lian Zheng.


"Pemenangnya Tang Lui, berikutnya ialah Ten Pin melawan Lian Zheng."

__ADS_1


Lian Zheng pun tersadar dalam pemikirannya kemudian ia naik ke panggung arena, seperti biasa para perempuan terpesona dengan ke tampanan Lian Zheng membuat Lian Zheng sendiri agak risih.


"Eh, bukankah pria itu yang tadi?"


"Sempat terkejut karena memiliki elemen Es namun kita tidak tau kekuatannya, dan juga Ten Pin ini bukankah seorang anak dari penatua sekte Darah Iblis?"


"Pastinya Ten Pin ini memiliki kekuatan yang sangat kuat sangat disayangkan jika lawannya seorang pemuda seperti ini..."


"Diamlah! kita tidak tau siapa yang menang nantinya, walaupun aku begitu yakin jika Ten Pin ini akan menang..."


Seorang pemuda dengan pakaian merah darah naik ke atas panggung, di punggungnya terdapat dua pedang.


"Hehehe, ternyata kau lawan ku, baiklah aku tidak akan berlama-lama bermain dengan mu nanti..." ujar Ten Pin seraya tersenyum seringai.


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


Maaf kemarin g up, kemarin WiFi ku error, ga ada paketan jadi ga bisa nulis deh, Maaf ya 🙂

__ADS_1


__ADS_2