Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-169. Pelantikan Tahta


__ADS_3

Asap yang mengepul disekitar Lian Zheng mulai menghilang, tampak dari tanah begitu hancur lebur di tengah-tengah nya terdapat seorang pemuda yang sedang duduk sila namun dari pakaiannya hancur hanya menyisakan celana panjangnya saja.


Lian Zheng pun berdiri kemudian ia menggerakkan sendi-sendi nya seperti orang yang baru bangun tidur, Pemuda itu pun berjalan santai dan melewati gerbang ia mengabaikan semua orang yang ada di Istana itu lagipula semuanya tunduk tidak ada yang berani menatap nya tidak terkecuali Zhishu.


Setelah disambar petir merah Aura Lian Zheng nampaknya berbeda dari sebelumnya manakala Auranya bertambah mencengkam.


Setelah keluar gerbang Lian Zheng langsung berlari cepat menuju ketempat Ji Chen dan Feng berada, sepertinya ia sedang menahan sesuatu di dalam dirinya.


***


Setelah sampai ditempat Ji Chen dan Feng berada pemuda itu menemukan kedua sosok tersebut sedang menunggu ikan yang dibakar, mereka terlihat kelaparan terlihat dari raut mukanya itu.


"Apa ada gangguan?" tanya Lian Zheng seraya berjalan ke arah Ji Chen sebelum itu ia menutup kembali Auranya.


Lian Zheng mengecek Ji Chen sepertinya meraka tidak ada gangguan ataupun masalah selama ia pergi tadi, Lian Zheng pun menghembuskan nafas leganya selama ia bertarung Lian Zheng memang terlihat sangat fokus namun dirinya mencemaskan Ji Chen dan Feng, walaupun ia tahu jika Feng itu kuat dan bisa melindungi Ji Chen namun ia tidak tahu akan hal masalah yang datang pada mereka.

__ADS_1


"Baiklah Feng tugas mu selesai." Lian Zheng bersiap mengembalikan Feng lagi.


Namun dengan cepat Feng berbicara pada tuannya seraya tersenyum konyol, "Tapi tuan aku ingin memakan ikan bakar yang didepan ini terlebih dahulu."


"Cepat kembali disana sudah ku siapkan makanan untuk mu." Lian Zheng langsung mengembalikan Feng tanpa basa-basi lagi.


Kemudian pemuda itu mengajak Ji Chen untuk pulang setelah menyantap ikan bakar.


***


Lian Zheng mengecek tubuh Min Yu setelah itu ia melihat ke kanan dan kiri kemudian ia menepuk keningnya dan tertawa kecil, melihat itu Ji Chen pun kebingungan dan bertanya pada pamannya itu.


"Kakak mu ini hanya tidur sepertinya ia telah menghabiskan dua ekor ayam setelah bangun tidur saat itu dan sekarang... ia tertidur lagi karena kekenyangan." Jawab Lian Zheng.


Ji Chen pun terkekeh kecil dan menggeleng pelan, sungguh Ji Chen ini memiliki pengertian seperti orang remaja.

__ADS_1


Namun tidak lama dari itu terdengar suara kaki dari banyak orang, dan juga seperti suara dari suatu pasukan, Lian Zheng pun menyuruh Ji Chen untuk diam di tempat kemudian pemuda itu keluar dari Goa.


Setelah di luar Goa ia melihat dari kejauhan terdapat pasukan Istana Phoenix yang sepertinya sedang mencari sesuatu, Lian Zheng pun kembali melihat lagi ia mengenali salah satu dari pasukan itu yaitu jendral tingkat lima, Fang Xuan.


Lian Zheng segera menghampiri mereka itu dengan cepat,namun nampaknya setelah berada di depan pasukan itu semua orang langsung terkaget-kaget karena tiba-tiba melihat Lian Zheng di depannya, sedikit jeda waktu namun mereka langsung berlutut hormat pada Lian Zheng.


Fang Xuan selaku jendral yang memimpin pasukannya itu memberanikan diri untuk berbicara pada Lian Zheng, pemuda itu pun menerima obrolan dari Fang Xuan kemudian mereka sedikit menjauh dari pasukannya.


"Yang Mulia saya ingin menyampaikan pesan dari Tuan Zhishu untuk memanggil Yang Mulia kembali ke Istana Phoenix, karena sebentar lagi akan ada acara pelantikan Tahta Phoenix, ku harap Yang Mulia datang... maaf Yang Mulia jika lancang namun tuan Zhishu berharap Yang Mulia menampilkan kekuatan Phoenix Yang Mulia agar rakyat percaya jika Yang Mulia bisa melindungi ras Phoenix yang ada di planet ini..." ujar Fang Xuan seraya menangkupkan tangannya dan menundukkan kepalanya.


"Baiklah lagipun juga aku akan menyampaikan GT informasi sebelum aku kembali memperkuat kekuatan lagi."


Setelah perbincangan itu, Fang Xuan dan pasukannya kembali ke Istana Phoenix sedangkan Lian Zheng duduk disalah satu pohon yang dekat dengan luar Goa yang ia tempat, ia termenung memikirkan masalah setelah ia tersambar petir merah saat itu.


See you in the next chapter

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


__ADS_2