Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-25. Jurus Baru ( 1 )


__ADS_3

*Tranggg * Suara Pedang Berbenturan


pengawal Pribadi Win long Dengan Mudah Menebas Satu-satu Kepala Perampok , Dalam Sekejap Semua Perampok Tumbang Tak Bernyawa.


Tidak Ingin Melihat Tuan Putri Trauma Ia Langsung membawa Ke diakan Kepala Desa.


***


"Bagus Cen'er, Kakek Bangga Padamu Tetapi Apa Jurus Yang Kau Gunakan Tadi?"


Ucap Kakek Suxian


Mendengar Hal Itu, Jantung Koji Ven Langsung Berdetak Kencang Ia Tidak Tahu Apa Yang Harus Dikatakan Kepada Kakek Angkatnya.


"Ahh.. Itu, Nanti Saja Kita Bicarakan Kek" Jawab Koji Cen


"Baiklah.. " Ucap Kakek Suxian


Selepas Mereka Sampai Dirumah, Koji Cen Dan Kakek Suxian Melihat Seekor rusa Yang Sudah Tak Bernyawa, Ya Itu Dikarenakan Siluman Serigala Emas.


"Sebaiknya Sekarang Kau Belajar Jurus Yang Lain Cen'er"


"Baik Kek"


Mereka Berdua Menuju Tempat Latihan.


Setelah Sampai Kakek Suxian Memberi arahan.

__ADS_1


"Kau Perlu Mengalirkan Tenaga Dalam Mu Ke pedang Itu Lalu Menebas Kearah Yang Kamu Tujui Berbarengan Dengan Melepaskan Tenaga Dalam" Arahan Kakek Suxian


Koji Cen Mengangguk Mengerti, Lalu Ia Mengikuti Arahan Yang Dikatakan Kakek Suxian.


"Bentar, Kau Perlu Menyebut Nama Jurus Itu"


"Baik Kek"


Jurus Tersebut Bernama Pedang Angin, Angin Tersebut Ialah Tenaga Dalam, Lalu Angin Itu Melaju cepat Sehingga Tidak Terlihat.


"Pedang Angin"


Angin Dari Jurus Tersebut Melaju Cepat Menghantam Batu Besar, Tetapi Batu Tersebut Tidak Terbelah, Bahkan Retakan Tidak Nampak Di Batu Itu.


"Latihlah Dengan Giat, Tujuan Mu Harus Menghancurkan Batu Besar Itu" Teriak Kakek Suxian Yang Sambil Duduk Di Batu Besar Lainnya.


Sore Sampai Malam Ia Terus Berlatih, Namun Hasilnya Tetap Saja, Batu Tersebut Tidak Hancur, Hanya Saja Nampak Goresan-goresan Di Batu Itu.


Koji Cen Yang Sudah Terkuras Tenaga Dalam nya Ia Memberhentikan Latihannya Lalu Pulang Ke Gubuknya Untuk Beristirahat.


Esok Harinya, Matahari Yang Sudah Ingin Menampakkan Dirinya, Koji Cen Mandi Di sungai Terdekat.


"Aku padahal Sudah Mengalirkan Banyak Tenaga Dalam, Tetapi Batu Itu Tetap Saja Tidak Hancur" Kesal Koji Cen


Selepas Mandi Dirinya Ingin Mengisi Perutnya Sebentar Dengan Telur Yang Sempat Di Beli Di desa Vengse.


Ia Kemudian Memecahkan Telurnya Dengan Penggorengan Yang Se Adanya.

__ADS_1


Lalu Ia Teringat Dengan Latihannya, Ia Sekarang Sudah Mengerti Mengapa Batu Tersebut Tidak Hancur.


Koji Cen Makan Dengan Buru-buru Karena Ingin Melanjutkan Latihannya Lagi.


"Uhuk-Uhuk.. " Tersedak Koji Cen


"Jangan Terlalu Buru-buru kalau Makan, Minum ini" Ucap Kakek Suxian Sambil Menyodorkan Air Putih


Koji Cen Menerima Air Itu Lalu Meminumkan Dan Terasa Lega Di Dahaga Nya.


Sehabis makan Koji Cen Ber Istirahat 5 Menit


Lalu Dirinya Melangkah Menuju Tempat Latihannya.


Ia Berlatih Dari Pagi Sampai Sore Lalu Ia Beristirahat Sejenak , Memulihkan Tenaga Dalamnya Lalu Melanjutkan Latihannya.


Semenjak Ia Melawan Pria Kekar Pemuja Iblis Ia Menjadi Percaya Diri Karena Bisa Mengalahkan nya.


Hal Itu Semakin Berambisi Ingin Menghabisi, Dan Menghancurkan Kejahatan Dan Hal-hal Yang buruk Lainnya.


Tidak Terasa Sudah Hampir Malam, Tetapi Koji Cen Juga Belum Menghancurkan Batu Besar Itu. Ia Tidak Fokus Karena Memikirkan Hal Yang Tadi.


...****************...


Halo, Jika Ada Saran Kasih Ya Karena Author Juga Butuh Masukan Biar Memperbagus Lagi Kedepannya.


Terimakasih Yang Sudah Membaca Apa Lagi Vote, like Dan Ratingnya. šŸ™

__ADS_1


__ADS_2