Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-102. Pertempuran Monster Berakhir


__ADS_3

Pedang Kematian sebenarnya ialah pedang turun temurun dari seorang kultivator pada saat itu, pemilik sebenarnya ialah kultivator pertama dari Nirwana Agung yang mempunyai kekuatan yang tidak bisa diukur, pada saat berumur jutaan tahun ia menderita sakit yang sangat misterius membuatnya meninggal, dan pada saat itu juga kultivator muda bertumbuh karena menggurui dari kultivator pertama itu.


Saat semua sudah menjadi kultivator hebat mereka semua ditugaskan untuk mengambil atau mengangkat saja pedang Kematian itu untuk menjadi penerusnya namun mereka semua tidak bisa mengangkat sekalipun, pada akhirnya seseorang anak kecil yang masih tidak mempunyai kekuatan ia mengangkat pedang dengan mudahnya tanpa rasa beban sekalipun.


Pada akhirnya semua murid kultivator pertama menjadi iri, ingin memperebut dari seorang anak kecil, saat mereka menjalankan pembunuhan terhadap anak kecil tersebut ialah mereka semua mati secara misterius, tidak ditemukan jejak atau mayat sekalipun.


Dan pada saat itu juga Pedang Kematian menjadi pedang turun temurun karena hanya seseorang mempunyai darah daging turun temurun saja yang bisa mempunyainya.


Namun rasa dengki, iri, manusia tidak bisa terobati, tapi mereka hanya bisa merelakan saja walau hati tidak karena percuma mereka memperebutkannya dari seorang pemilik pedang Kematian, dan apda saat itu juga siapa saja pemilik Pedang Kematian maka ia akan menjadi seseorang yang terkuat.


Kini pedang Kematian ada ditangan seorang pemuda, pemuda yang masih 20 tahun, Lian Zheng pemuda inilah yang pemilik pedang Kematian yang sekarang, seharusnya jika ia memiliki pedang tersebut maka ia akan dihormati seluruh Nirwana Agung namun sekarang, orang-orang belum menyadarinya.


"Tuan yang Agung, ampuni kami yang tidak mengenali anda!" ujar sang ratu monster dengan membungkukkan dan menundukan kepalanya.


Lian Zheng turun dengan ekspresi yang kebingungan, Pecahan Jiwa yang melihat ekspresi tersebut menjelaskan situasi dan tentang pedang Kematian sebernarnya.


Tentu saat penjelasan itu selesaikan Zheng menjadi sangat terkejut, padahal dirinya bukanlah seseorang yang mempunyai darah turun temurun dari seorang Kultivator pertama.


"Tapikan aku bukan orang bereinkarnasi, bagaimana aku bisa memilikinya, jika seseorang tersebut dari Nirwana Agung bukankah bukan aku yang pemiliknya, pasalnya kan aku berasal dari Bumi atau tanah kultivator..." tanya Lian Zheng kepada Pecahan Jiwa.


"Aku tidak tau, mungkin jika kau mau tau kenapa, kau bisa menemui rohnya..." jawab Pecahan Jiwa.

__ADS_1


Lian Zheng menatap kembali sang ratu monster, pasalnya jika seluruh monster menghilang bukannya jika ia tidak membunuh ia tidak bisa mendapatkan kekuatannya lagi, sekarang pemuda itu benar-benar bingung dengan situasi sekarang ini.


"Aku tau apa yang kau pikirkan, tenang saja kau bisa mengampuni mereka pasalnya dengan mahkota Suci kau bisa dijamin mempunyai kekuatan secara instan, namun kau harus melakukan sesuatu."


"Melakukan apa guru?"


Tidak ada jawaban, Lian Zheng mengerti jika sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk menjawab pertanyaan itu.


"Baiklah aku akan memaafkan kalian, sekarang hentikanlah monster-monster yang sekarang!" ujarnya dengan tegas.


Sang ratu monster mengerti, ia mengangkat tangannya dengan itu para monster pun lenyap dan hilang tanpa jejak, sang ratu monster pun ikut dan menjadi permata diantara 5 cabang di mahkota Suci.


Tentu hal itu membuat kultivator menjadi kebingungan karena lawannya menjadi menghilang, jika menghilangnya monster bukannya mereka tidak mendapatkan upah lagi nantinya?


***


Berita tentang monster sudah tersebar dengan cepat, tentu itu membuat rakyat menjadi senang gembira, semua kultivator yang saat itu membasmi monster mendapatkan upah masing-masing dengan kinerjanya.


Disisi lain, Lian Zheng sedang beristirahat di depan kemahnya, ia sedang memikirkan tentang Pecahan Jiwa yang ucapkan tadi, tentu pada saat itu ia ragu namun ia yakin jika pilihan gurunya ialah pilihan yang terbaik.


Sebelum balik ke perkemahan Lian Zheng menghilangkan mahkota dikepalanya dengan bantuan Pecahan Jiwa.

__ADS_1


"Ternyata kau mempunyai kekuatan yang besar saudara Lian." ujar Ku Liang dari belakang.


Ku Liang sempat terkejut dengan hasil Lian Zheng, namun lebih terkejutnya lagi Lian Zheng menolak semua hadiah yang harus ia dapatkan malah pemuda itu memberikannya kepada teman kelompoknya, Ku Liang sendiri saat itu menolaknya karena itu bukan hak nya namun Lian Zheng tetap memaksa dengan beralasan ia ikhlas dalam membantu.


Lian Zheng menoleh ke arahKu Liang, dan tersenyum ramah.


"Kau mau kemana habis ini?"


Lian Zheng terdiam beberapa saat ia tidak tau sekarang mau kemana, tujuannya benar-benar habis setelah ini.


"Aku akan mempelajari mu sebuah teknik yang bisa mempercepat kultivasi mu, bahkan kau sendiri bisa tanpa bantuan ku." ujar Pecahan Jiwa.


Lian Zheng dibuat bingung lagi dengan ucapan gurunya itu.


"Aku akan pergi mengelana untuk mencari pengalaman lagi nantinya." jawab Lian Zheng kepada Ku Liang.


Ku Liang hanya mengangguk, Ku Liang tau jika Lian Zheng ialah seseorang kultivator pengelana.


...****************...


See you in the next chapter

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


__ADS_2